Menu
RSS

BNPP Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula Pembangun Perbatasan Negara

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama sejumlah kementerian terkait menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan permodalan dalam rangka peningkatan kapasitas wirausaha pemula Pembangun Perbatasan Negara.

 

Bimtek yang digelar pada 23-24 April 2018, di Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, diikuti oleh 30 orang pengusaha pemula.

"Ada beberapa alasan mengapa Bimtek bagi wirausaha pemula untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pemanfaatan stimulasi bantuan permodalan perlu dilakukan," kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP, Anny Julistiani, saat membacakan laporan penyelenggaraan Bimtek, di ruang pertemuan aula kantor Camat Badau, Kapuas Hulu, Kalbar, Senin (23/4).

Pertama, adanya keterbatasan permodalan dan akses untuk mendapatkannya. Kedua, lanjut dia, kapabilitas wirausaha pemula yang masih terbatas sehingga perlu perhatian dari pihak terkait. Terakhir, lemahnya manajemen kewirausahaan para wirausaha muda, salah satunya manajemen keuangan.

Kondisi ini diyakini menyulitkan usaha mikro atau wirausaha pemula untuk menjadi usaha kecil. Demikian juga, usaha kecil akan kesulitan untuk naik kelas menjadi usaha menengah.

"Untuk penguatan usaha skala kecil bagi wirausaha pemula ini, kedeputian bidang pembiayaan bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menempuh langkah antisipasi dan terobosan melalui penyediaan dana bantuan pemerintah bagi wirausaha pemula," katanya.

Diakui, bantuan permodalan bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan ini. Diperlukan dukungan program dan kegiatan lain yang saling mendukung dan memberi jaminan untuk tetap hidup dalam dunia usaha yang penuh kompetisi.

Kegiatan Bimtek merupakan bagian dari sinergitas antar kementerian/lembaga (K/L). Peserta Bimtek diikuti 30 wirausaha pemula yang berasal dari lima desa di Kecamatan Badau (yang merupakan Pusat Kegiatan Strategis Nasional). Sebanyak 16 orang dari Desa Badau, 3 orang dari Desa Janting, 7 orang dari Desa Pulau Majang dan 20 orang masing-masing  dari Desa Sebindang dan Desa Seriang. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...

Percepat Kegiatan Bersama, BNPP-Polri Kerucutkan Sejumlah Hal

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyepakati sejumlah hal dalam rencana program kegiatan bersama terkait pengamanan di wilayah perbatasan.

 

Pembahasan rencana program bersama ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya terkait peningkatan kualitas personel Polri dalam melakukan pengamanan di wilayah perbatasan.

"Bagaimana memperkuat pengamanan serta pelaksanaan program dan kegiatan BNPP di perbatasan, hal ini terkait kemitraan dengan Polri," ucap Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama BNPP, Asnil, di Jakarta, Senin (9/4).

Maka dari itu, pihaknya berberharap pertemuan hari ini sudah membahas soal teknis dan kegiatan apa yang nantinya bisa dilakukan personel Polri. Menurut Asnil, persoalan di perbatasan cukup kompleks, sehingga diperlukan peningkatan upaya koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah perbatasan.

Salah satu yang juga menjadi perhatian terkait program kerjasama adalah pengamanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), terutama di lokasi-lokasi yang ada 'jalur tikus'. Pasalnya, di jalur-jalur inilah aksi kriminal seperti penyelundupan narkoba dan ilegal loging dilakukan.

"Keseluruhan teknis pembekalan perlu ditingkatkan. Kita samakan persepsi apa yang bisa ditindaklanjut, maka harus dimatangkan dan dipercepat," kata dia.

Senada, Kabag Jakdilkat Biro Jianstra SSDM Polri, Kombes Pol Sri Eko Pranggono memahami bahwa wilayah perbatasan amatlah penting untuk jadi perhatian bersama. Terutama, terkait kedaulatan, keamanan, ekonomi budaya  serta dampak globalisasi. Pihaknya selama ini sudah melakukan upaya terbaik dalam mengamankan perbatasan demi terciptanya ketertiban dan kedamaian.  

"Tapi kami bersama-sama unit terkait ingin berbagi terhadap apa yang dibutuhkan di perbatasan demi Indonesia. Untuk itu mari kita hilangkan ego sektoral dan saling mendukung," kata dia.

Rencana program kegiatan bersama yang nantinya dilakukan adalah pembekalan kepada personel Polri yang ditempatkan di wilayah perbatasan. Pembekalan dalam bentuk latihan bersama dengan unit terkait, dalam hal ini yang di PLBN, agar memahami aturan-aturan apa yang terdapat di imigrasi dan Bea Cukai.

"Ini makanya kita latih bersama, sehingga kalau ada masalah saling beri informasi," katanya.

Sejumlah hal penting yang menjadi sorotan di perbatasan direncanakan akan menjadi bahan pembekalan kepada ribuan personel Polri yang mengamankan wilayah perbatasan. Diantaranya, revolusi mental, pengetahuan tentang perbatasan, kewenangan aspek CIQS, pencegahan kejahatan di lintas batas, pengamanan wilayah perairan, kearifan lokal, serta komitmen hukum di wilayah perbatasan. (Humas BNPP)

 

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.