Menu
RSS

Kepala BNPP Apresiasi Penyebarluasan Hasil Pengelolaan Perbatasan Melalui Jalur Budaya

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengapresiasi penyebarluasan hasil pengelolaan batas negara dan pembangunan kawasan perbatasan melalui jalur budaya wayang kulit.

 

"Mengapresiasi dan mendukung upaya-upaya untuk melestarikan budaya bangsa sebagai salah satu sarana menyebarluaskan kebijakan dan keberhasilan pembangunan perbatasan negara," Ucap Tjahjo di acara pagelaran wayang kulit, di kantor BNPP, Jakarta, Jumat (28/9).

Tjahjo menjelaskan, pada era sekarang ini usaha untuk mempertahankan wilayah negara tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan, namun juga melakukan pembangunan wilayah perbatasan negara.

"Pepatah jawa mengatakan “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi, Ditoh Pati” artinya “Apabila ada yang berani menyentuh istri (Ibu Pertiwi), merebut sejengkal tanah, akan dilawan sampai titik darah penghabisan," katanya.

Pepatah ini disebutkan merupakan ungkapan yang tepat untuk memperkuat nasionalisme dalam mempertahankan wilayah negara. Lakon yang dipilih pada gelaran wayang kulit adalah 'Kikis Tunggurono' yaitu kisah perebutan wilayah negara, wilayah yang subur dan makmur yang telah dipertahankan harus segera dibangun.

BNPP bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menggelar pertunjukan wayang kulit di kantor BNPP, dengan lakon 'Kikis Tunggurono'. Dalang yang dihadirkan adalah Ki Bayu Aji Pamungkas dan turut dimeriahkan oleh Gareng Semarang serta didukung puluhan pemain gamelan dan sinden. 

Hadir pada acara ini Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP Tjahjo Kumolo, pejabat Kemendagri, Plt Ses BNPP, Deputi BNPP, pejabat eselon II, III, IV beserta pegawai Kemendagri-BNPP, perwakilan K/L, aparatur TNI-Polri di Kecamatan Kebon Sirih, tamu undangan dan masyarakat sekitar. Pagelaran wayang kulit juga disiarkan langsung di website Kemendagri.

 

(humas BNPP)

Lebih lanjut...

Bangun Patung Soekarno di Perbatasan, Kepala BNPP: Jangan Sampai Kita Lupa Dengan Pendiri Bangsa

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan patung Soekarno di kawasan perbatasan negara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan sebagai bangsa yang besar tidak melupakan pendiri bangsanya.

 

Hal ini dikatakan Kepala BNPP Tjahjo Kumolo dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di PLBN Motaain, Belu, NTT, Selasa (18/9).

"Untuk meningkatkan rasa nasionalisme, jangan sampai bangsa kita lupa dengan pendiri bangsa. semua negara pasti punya tokoh yang dihargai," kata Tjahjo.

Dikatakan, Presiden Pertama RI Soekarno pada 60 tahun yang lalu pernah ke NTT dan menanam pohon beringin yang saat ini tumbuh besar dan subur di Lapangan Umum  Atambua. Hal itu menjadi sebuah momen yang patut dibanggakan dalam memupuk rasa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa.

"Sementara baru 9 (lokasi pembangunan) patungnya," kata dia.

Dijelaskan, seputar kawasan PLBN nantinya akan terlihat lebih hidup karena sedang dibangun fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai aktifitas perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Dibangun pasar agar ada aktifitas ekonomi dari warga negara tetangga. Yang penting tugas kami berikutnya menjaga, merawat melalui koordinasi dengan K/L, pemda, termasuk TNI-Polri sebagai pihak pengamanan."

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sejumlah persoalan di kawasan perbatasan sudah diatasi, seperti, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah beserta unsur pendukung, puskesmas beserta unsur pendukung, transportasi umum serta dan sarana prasarana lain penunjang perekonomian masyarakat di perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Kunjungi Galeri Rumah Tenun, Kepala BNPP Apresiasi Kerajinan di Belu

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menghadiri puncak perayaan hari ulang tahun BNPP ke-8 di Belu, Kabupaten Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/9).

 

Mengawali kedatangannya, Tjahjo beserta rombongan, diiringi marching band, berjalan kaki dari bandara AA Bere Tallo menuju Rumah Tenun binaan Bank Indonesia yang hanya 200 meter dari bandara. Setiba di pintu gerbang lokasi, rombongan disambut tarian khas daerah NTT dan kemudian mengalungi kain selendang kepada Kepala BNPP dan Gubernur NTT Victor Laiskodat. 

Dalam kunjungannya di rumah tenun, Tjahjo mengapresiasi pemberdayaan sumber daya alam  (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Belu, dalam hal ini terkait dengan pembuatan kain tenun. Tak hanya itu, dia juga memuji pertumbuhan pengrajin brambang (bawang merah) di kawasan perbatasan negara tersebut.

"Menurut saya satu daerah sekecil apapun (kabupaten/kota) kalau punya sektor pariwisata sekecil apapun dan kedua punya kerajinan sekecil apapun yang dibuat oleh warga," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia.

Kemudian memiliki makanan khas darahnya lalu program kepala daerah yang ingin menumbuhkan sumber daya alam yang ada seperti tomat atau bawang yang ukurannya cukup besar. 

Pihaknya mendukung program Gubernur NTT yang ingin menjadikan Malaka, Belu dan TTU, sebagai daerah tujuan wisata. Untuk itu harus ada peningkatan bandara dan menumbuhkan kerajinan daerah khas. 

Turut hadir pada acara ini Bupati Belu Wilybrodus Lay, Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Deputi BNPP, sejumlah pejabat Kemendagri, pejabat BNPP, stakeholder terkait. 

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.