Menu
RSS

Penyempurnaan e-Kerja Untuk Memacu Kinerja Pegawai BNPP

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Aplikasi elektronik e-kerja digunakan untuk menilai kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kemudian dikonversi menjadi rupiah, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dilakukan. 

 

Menurut Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian BNPP, Gutmen Nainggolan, selama satu tahun berjalan sejak April 2017, terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki dalam penggunaan e-kerja. 

"Permasalahan itu, e-kerja sulit diakses karena kondisi jaringan yang tidak stabil, kemudian sistem e-kerja yang masih mengalami gangguan perangkat di server," kata Gutmen saat rapat Pengembangan Aplikasi E-kerja, di Jakarta, Kamis (17/5). 

Selain itu, belum ada yang meng-aprovel dan meng-input tepat pada waktunya (di akhir bulan) dan sistem e-kerja dengan fingerprint dalam rekapitulasinya masih belum terintegrasi. Sejumlah persoalan ini menurutnya menjadi kendala yang harus diperbaiki bersama melalui masukkan dan usulan dari pegawai.

"Maka perlunya dalam dimensi aplikasi ini adalah untuk memberi reward yang pasti pada setiap pegawai," kata dia.

Perbaikan untuk penyempurnaan e-kerja kiranya bisa berjalan dengan dukungan seluruh pegawai di lingkungan BNPP, khususnya pihak yang khusus menangani hal ini (bidang IT). Dengan demikian bisa memacu kinerja pegawai melalui sarana yang tersedia.

"Saya sampaikan kepada bapak ibu, pengalaman atau persoalan dalam input kerja berikan tanggapan dan sampaikan. Artinya kita bisa lakukan penyempurnaan perbaikan. Jadi tidak berpikir sesuatu yang baru, hanya memodifikasi kebutuhan dari bnpp," ucapnya.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

BNPP Konsolidasi Capaian Kinerja Bidang Eko Kesra di Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar konsolidasi pengelolaan infrastruktur bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat (Eko Kesra) di wilayah perbatasan yang meliputi pendidikan, kesehatan, perdagangan, perumahan dan air bersih.

 

Konsolidasi bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang ada di wilayah perbatasan ini terkait dengan capaian kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Sekaligus juga untuk masukan ke rencana induk (Renduk) 2020-2024, khususnya bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan, perumahan dan air bersih," kata Kepala Bidang Perencanaan BNPP Ismawan dalam Rapat Perencanaan Kebutuhan Anggaran Pengelolaan Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Eko Kesra) Kawasan Perbatasan, di Manado, Selasa (10/4).

Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat tersusun data infrastruktur di keempat bidang tadi yang bersumber dari APBD yang masuk ke lokasi prioritas (lokpri). Kemudian, sambung dia, teridentifikasinya bahan masukan Renduk 2020-2024 bidang kesehatan, pendidikan, perdagangan, perumahan dan air bersih di kawasan perbatasan.

Rapat diikuti oleh perwakilan dari empat kementerian yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Perdagangan dan KementerianPUPR. Sementara dari daerah diwakili enam  provinsi yaitu NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Pada pelaksanaannya, rapat dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama fokus di bidang kesehatan dan pendidikan, sementara kelompok kedua fokus di bidang perdagangan, perumahan dan air  bersih.

"Masing-masing kelompok mempresentasikan program APBD yang masuk ke lokpri dan usulan Renduk tahun 2020-2024." (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.