Menu
RSS

Borderers, Ketahui Yuk Soal Batas Wilayah Darat Indonesia Utama

  • Ditulis oleh 
Peta Batas Yuridiksi dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Dok BNPP) Peta Batas Yuridiksi dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Dok BNPP)

BNPP - Tahukah anda bahwa Indonesia berbatasan darat dengan tiga negara tetangga? Langsung ya, perbatasan darat Indonesia dengan negara tetangga masing-masing dengan Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. 

Sebenarnya masih ada batas wilayah laut dan batas wilayah udara. Namun fokus singkat bahasan dari tulisan ini hanya pada perbatasan darat. Ya darat. Batas wilayah laut dan batas wilayah udara segera menyusul. Tunggu tulisan berikutnya ya borderers...

Nah, hal pertama yang harus digarisbawahi dari perbatasan darat Indonesia dengan negara tetangga adalah bahwa delimitasi ini sebenarnya telah ada dan telah diselesaikan sejak masa pemerintah Hindia Belanda. 

Delimitasi, apa itu? Proses penetapan batas guys. Catat dan ingat baik-baik ya kata 'delimitasi' yang memang erat kaitannya dengan kata perbatasan. 

Merujuk Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 sebagaimana diatur Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2015, diketahui jika Pemerintah Hindia Belanda menetapkan batas dengan Inggris untuk segmen batas darat di Kalimantan dan Papua.

Kok cuma Kalimantan dan Papua, bagaimana dengan Timor Leste? Tenang, Pemerintah Hindia Belanda juga telah menyelesaikannya. Bukan dengan Inggris, tapi dengan Portugis. Sudah tahu kan alasannya kenapa proses penetapan batas itu harus dilakukan dengan Inggris dan Portugis. 

Baca lagi sejarahnya. Malu kalau sampai tidak tahu sejarah umum ini. Malaysia adalah negara bekas jajahan Inggris, Timor Leste adalah negara bekas jajahan Portugis. Jangan sampai tidak tahu juga kenapa harus Pemerintah Hindia Belanda yang membahas penetapan batas ini. Malu, sungguh.

Kembali ke bahasan, merujuk pada ketentuan hukum internasional Uti Possidetis Juris bahwa suatu negara mewarisi wilayah penjajahnya, maka Indonesia dengan negara tetangga perlu menegaskan kembali atau merekonstruksi batas yang telah ditetapkan tersebut. 

Merekonstruksi batas ini bukanlah pekerjaan mudah. Seperti yang sering kita dengar, karena bukan telapak tangan. Menjadi berat karena penegasan kembali atau demarkasi batas darat ini masing-masing negara mempunyai interpretasi berbeda satu sama lain. 

Meski hitam diatas putih sudah disepakati melalui perjanjian mengenai batas darat, namun perbedaan interpretasi ini menambah permasalahan tersendiri dalam proses rekonstruksi batas darat. Apalagi, fitur-fitur alam sejalan dengan perjalanan waktu, seiring dengan perkembangan zaman, mengalami perubahan. 

Bukan hanya fitur alam, perubahan juga terjadi pada elemen budaya, sosial hingga adat masyarakat di perbatasan. Rentang waktu yang panjang sementak batas darat ditetapkan masa kolonial menjadi pokok permasalahannya. 

So, sudah tahu kan batas darat Indonesia dengan negara tetangga? Semoga paragraf awal dari tulisan ini tidak lupa setelah dibaca. (Humas BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.