Menu
RSS

Bangun Patung Soekarno di Perbatasan, Kepala BNPP: Jangan Sampai Kita Lupa Dengan Pendiri Bangsa

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan patung Soekarno di kawasan perbatasan negara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan sebagai bangsa yang besar tidak melupakan pendiri bangsanya.

 

Hal ini dikatakan Kepala BNPP Tjahjo Kumolo dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di PLBN Motaain, Belu, NTT, Selasa (18/9).

"Untuk meningkatkan rasa nasionalisme, jangan sampai bangsa kita lupa dengan pendiri bangsa. semua negara pasti punya tokoh yang dihargai," kata Tjahjo.

Dikatakan, Presiden Pertama RI Soekarno pada 60 tahun yang lalu pernah ke NTT dan menanam pohon beringin yang saat ini tumbuh besar dan subur di Lapangan Umum  Atambua. Hal itu menjadi sebuah momen yang patut dibanggakan dalam memupuk rasa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa.

"Sementara baru 9 (lokasi pembangunan) patungnya," kata dia.

Dijelaskan, seputar kawasan PLBN nantinya akan terlihat lebih hidup karena sedang dibangun fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai aktifitas perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Dibangun pasar agar ada aktifitas ekonomi dari warga negara tetangga. Yang penting tugas kami berikutnya menjaga, merawat melalui koordinasi dengan K/L, pemda, termasuk TNI-Polri sebagai pihak pengamanan."

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sejumlah persoalan di kawasan perbatasan sudah diatasi, seperti, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah beserta unsur pendukung, puskesmas beserta unsur pendukung, transportasi umum serta dan sarana prasarana lain penunjang perekonomian masyarakat di perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Ada 3 PLBN Indah dan Megah, Puncak HUT BNPP ke-8 Diadakan di NTT

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa puncak perayaan hari ulang tahun BNPP diadakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikarenakan terdapat tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah dibangun menjadi indah dan megah.

 

Ketiga PLBN yaitu Motaain di Kabupaten Belu, Motamasin di Kabupaten Malakan dan Wini di Kabupaten Tmor Tengah Utara (TTU).  Ketiganya merupakan bagian dari tujuh PLBN yang sudah dipoles menjadi indah dan megah oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Delapan tahun BNPP dipilih di NTT karena kebetulan ada tiga perbatasan yang sudah dibangun PLBN," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia, Belu, Atambua, NTT, Selasa (18/9).

Pembangunan PLBN merupakan bagian dari capaian pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, sesuai Nawacita ke-3, dalam hal ini kawasan perbatasan.

"Sehingga perbatasan jadi tempat tujuan wisata, khususnya dari warga negara tetangga kita. Ini program Pak Jokowi yang 3 tahun slesai. Kalau ada lagu 'dari Sabang sampai Marakue berjajar pulau-pulau', ini sudah dimulai. Dari Pulau Rondo, Sabang, Natuna, NTT, Entikong, Sebatik ,Nunukan, Sangir Talaud, Morotai, Skouw, Merauke," ujarnya.

HUT ke-8 BNPP dilaksanakan kegiatan Pekan Perbatasan yang salah satunya digelar di Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan di wilayah perbatasan negara ini yaitu peninjauan galeri rumah tenun binaan Bank Indonesia, pelepasan miniatur patung Soekarno dari Lapangan Umum Atambua menuju PLBN Motaain (pelepasan miniatur patung Soekarno ditandai dengan pemukulan Tihar). 

Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan dari Lapangan Umum Atambua menuju Desa Silawan (lokasi pengobatan massal di Puskesmas Silawan, lokasi penyerahan 3 kunci rumah hasil bedah rumah di Dusun Halimuti dan PLBN Motaain), peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di PLBN Motaain dan peninjauan lokasi rencana pembangunan Monumen Tiang Bendera. Lalu pada Rabu (19/9) dilakukan upacara bendera di Lapangan Umum Atambua.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Cermati Kapasitas dan Kompetensi SDM Dalam Pengelolaan PLBN

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pegawai yang ditugaskan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) diminta untuk memahami mengenai hukum internasional, selain memahami kemampuan (skill) dan pengelolaan manajemen.

 

Hal ini dinilai penting karena terkait dengan negara tetangga dalam hal batas teritorial, sehingga jika sewaktu-waktu ada persoalan dapat segera tertangani.

"Ini beberapa hal yang perlu kita cermati bersama terkait kapasitas dan kompetensi SDM," kata Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/8).

Diakui, saat ini jumlah SDM di PLBN masih sedikit dan rata-rata masih menjadi pegawai daerah. Oleh karena itu, telah disebarkan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXIV sebanyak 30 org di BNPP untuk ditugaskan di PLBN, terutama laki-laki.

"Harus dipahami tugas di plbn ini tugas koordinasi antara pengelola dari pelaksanaan untuk imigrasi,karantina, keamanan dan lain-lain," kata Hadi yang juga mantan Sekretaris BNPP.

Terkait biaya pemeliharaan PLBN, menurutnya perlu dilakukan pendekatan dengan pihak Bappenas dan Kemenkeu untuk diupayakan penambahan pagu indikatif di tahun 2019. Hal ini dikarenakan tidak mudah mengelola PLBN yang besar.

"Namun saya harapkan pada jajaran pejabat struktural jangan lengah. Tugas BNPP tak hanya mengelola PLBN, namun mengelola secara keseluruhan, baik batas negara maupun pembangunannya."

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.