Menu
RSS

Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Ekonomi Sosial di Perbatasan Bukti Negara Besar dan Berdaulat

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial yang terukur dan terarah di seluruh wilayah negara dipercepat.

 

"Untuk mewujudkan pengelolaan perbatasan yang terarah, terintegrasi, terukur dan berkesinambungan, diperintahkanlah Kementerian PUPR, Kemendagri,17 kementerian/lembaga dan TNI-Polri mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan," kata Tjahjo di Lapangan Umum Atambua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/9).

Untuk memperlihatkan wajah bangsa di perbatasan tampil dengan baik sekaligus membuktikan bahwa negara kita adalah negara besar dan berdaulat, maka kawasan perbatasan negara dibangun mencakup sarana dan prasarananya.

"Pembangunan perbatasannya selesai,178 kecamatannya ada, puskesmas ada, pasar ada. Pos perbatasan termasuk polsek dipersiapkan dengan baik. Mau naik kapal sudah terhubung, laut atau udara," ujarnya.

Dipastikan, pemerintah melalui BNPP terus mengkoordinasi dan mendorong K/L, pemda dan pemangku kebijakan lainnya dalam rangka menjabarkan arahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mewujudkan agenda nawacita ke3 yaitu 'Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan'.

 

(Humas BNPP)

Delapan Tahun BNPP, Tingkatkan Nasionalisme di Kawasan Perbatasan

BNPP - Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (Plt Ses BNPP) Widodo Sigit Pudjianto menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan pada ulang tahun BNPP tahun ini salah satunya meningkatkan nasionalisme di kawasan perbatasan.

 

Selain itu, menghadirkan negara di kecamatan dan desa serta memberi semangat pada masyarakat serta aparatur pemerintah untuk mewujudkan perbatasan sebagai halaman depan negara.

"Kemudian menginformasikan kepada masyarakat tentang keberhasilan yang dicapai dalam pengelolaan perbatasan," kata Widodo Sigit Pudjianto saat upacara bendera HUT BNPP di Lapangan Umum Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/9).

Kegiatan sewindu BNPP di NTT, lanjutnya, merupakan puncak dari kegiatan pekan perbatasan yang dilaksanakan selama 10 hari di pusat (Jakarta) dan daerah (NTT) sejak 10-19 September 2018. 

Pemilihan Kabupaten Belu sebagai lokasi puncak kegiatan HUT karena Kabupaten Belu merupakan salah satu kabupaten utama dengan lokasi yang diprioritaskan dalam pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan perbatasan. 

"Presiden Jokowi dalam Nawacita (ke-3) memberi perhatian khusus kepada masyarakat perbatasan. Perbatasan bukan lagi halaman belakang tapi jadi focal point (titik pusat perhatian)," ujar dia.

Rangkaian upacara bendera diisi dengan pemberian piagam penghargaan oleh Kepala BNPP Tjahjo Kumolo kepada Gubernur NTT, Bupati Belu, Bupati Malaka, Kapolda NTT, Danrem Wirasakti, Danlantamal VII, Kajati NTT, Kabinda NTT dan Kementerian PUPR, atas komitmen dan dedikasi dalam menjaga kedaulatan.

 

(Humas BNPP)

Bangun Patung Soekarno di Perbatasan, Kepala BNPP: Jangan Sampai Kita Lupa Dengan Pendiri Bangsa

BNPP - Pembangunan patung Soekarno di kawasan perbatasan negara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan sebagai bangsa yang besar tidak melupakan pendiri bangsanya.

 

Hal ini dikatakan Kepala BNPP Tjahjo Kumolo dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di PLBN Motaain, Belu, NTT, Selasa (18/9).

"Untuk meningkatkan rasa nasionalisme, jangan sampai bangsa kita lupa dengan pendiri bangsa. semua negara pasti punya tokoh yang dihargai," kata Tjahjo.

Dikatakan, Presiden Pertama RI Soekarno pada 60 tahun yang lalu pernah ke NTT dan menanam pohon beringin yang saat ini tumbuh besar dan subur di Lapangan Umum  Atambua. Hal itu menjadi sebuah momen yang patut dibanggakan dalam memupuk rasa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa.

"Sementara baru 9 (lokasi pembangunan) patungnya," kata dia.

Dijelaskan, seputar kawasan PLBN nantinya akan terlihat lebih hidup karena sedang dibangun fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai aktifitas perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Dibangun pasar agar ada aktifitas ekonomi dari warga negara tetangga. Yang penting tugas kami berikutnya menjaga, merawat melalui koordinasi dengan K/L, pemda, termasuk TNI-Polri sebagai pihak pengamanan."

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sejumlah persoalan di kawasan perbatasan sudah diatasi, seperti, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah beserta unsur pendukung, puskesmas beserta unsur pendukung, transportasi umum serta dan sarana prasarana lain penunjang perekonomian masyarakat di perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Kunjungi Galeri Rumah Tenun, Kepala BNPP Apresiasi Kerajinan di Belu

BNPP - Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo menghadiri puncak perayaan hari ulang tahun BNPP ke-8 di Belu, Kabupaten Atambua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/9).

 

Mengawali kedatangannya, Tjahjo beserta rombongan, diiringi marching band, berjalan kaki dari bandara AA Bere Tallo menuju Rumah Tenun binaan Bank Indonesia yang hanya 200 meter dari bandara. Setiba di pintu gerbang lokasi, rombongan disambut tarian khas daerah NTT dan kemudian mengalungi kain selendang kepada Kepala BNPP dan Gubernur NTT Victor Laiskodat. 

Dalam kunjungannya di rumah tenun, Tjahjo mengapresiasi pemberdayaan sumber daya alam  (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di Belu, dalam hal ini terkait dengan pembuatan kain tenun. Tak hanya itu, dia juga memuji pertumbuhan pengrajin brambang (bawang merah) di kawasan perbatasan negara tersebut.

"Menurut saya satu daerah sekecil apapun (kabupaten/kota) kalau punya sektor pariwisata sekecil apapun dan kedua punya kerajinan sekecil apapun yang dibuat oleh warga," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia.

Kemudian memiliki makanan khas darahnya lalu program kepala daerah yang ingin menumbuhkan sumber daya alam yang ada seperti tomat atau bawang yang ukurannya cukup besar. 

Pihaknya mendukung program Gubernur NTT yang ingin menjadikan Malaka, Belu dan TTU, sebagai daerah tujuan wisata. Untuk itu harus ada peningkatan bandara dan menumbuhkan kerajinan daerah khas. 

Turut hadir pada acara ini Bupati Belu Wilybrodus Lay, Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Deputi BNPP, sejumlah pejabat Kemendagri, pejabat BNPP, stakeholder terkait. 

 

Info for bonus Review William Hill here.