Menu
RSS

Items filtered by date: Minggu, 01 Juli 2018

Pilkada di Sejumlah Wilayah Perbatasan Berlangsung Aman dan Lancar

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Deputi I Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon mengatakan penyelenggaraan Pilkada 2018 di sejumlah wilayah perbatasan, secara umum berlangsung aman dan lancar.

 

Pilkada yang dinilai sukses ini berdasarkan pantauan langsung di sejumlah wilayah perbatasan, yang mana warga dengan antusias menggunakan hak pilih mereka serta dukungan dari pihak-pihak terkait lain.

Terciptanya situasi yang kondusif juga disebutkan tak lepas dari peran serta TNI-Polri yang dengan maksimal mengawal proses pemungutan suara di wilayah perbatasan.

"Saya  melihat langsung di Kupang (NTT) suasananya penuh kegembiraan," kata Robert di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/6). 

Dilanjutkan, tidak ditemukan permasalahan signifikan terkait pelaksanaan Pilkada di wilayah perbatasan. Sejauh ini hanya dugaan intimidasi dan indikasi politik uang di beberapa kabupaten di NTT.

"Dan di Papua lebih ke masalah teknis saja. Semua bisa diatasi," ucap dia.

Selain itu, Robert mengapresiasi angka pemilih pada Pilkada 2018 di wilayah perbatasan yang mengalami kenaikan dari penyelenggaraan Pilkada tahun sebelumnya.

Pada Pilkada 2015 partisipasi pemilih sebanyak 64 persen, sementara Pilkada 2017 sebanyak 67,08 persen. Kemudian diketahui pada Pilkada 2018 ini naik menjadi 73,24 persen.

Sebanyak 8 Provinsi yang termasuk dalam wilayah perbatasan menyelenggarakan Pilkada 2018, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Riau, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua. 

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Pancasila Miliki Nilai Fundamental Dalam Berbangsa dan Bernegara

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Robert Simbolon menegaskan bahwa ada keterkaitan pada masing-masing sila yang terkandung dalam ideologi Pancasila. 

 

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dari Pancasila merupakan pertemuan antara agama dan demokrasi. Diuraikan, Sila Pertama dari Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa) sebagai dasar panduan dalam berbangsa dan bernegara.

"Memiliki nilai fundamental dalam berbangsa dan bernegara," kata Robert dalam diskusi kebangsaan dengan tema 'Tantangan Beragama dan Berdemokrasi', yang diadakan oleh Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyuda, di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/6).

Kemudian, lanjut dia, Sila Kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) merupakan refleksi dari manusia yang bertuhan. Sila Ketiga (Persatuan Indonesia) adalah bangsa dan negara ,yang diartikan sebagai tempat masyarakat mengaplikasikan nilai dasar pada Sila Pertama dengan karakter pada Sila Kedua.

"Lalu Sila Keempat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan) adalah cara hidup bermasyarakat, dan semuanya itu untuk mewujudkan Sila Kelima yairtu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," ucapnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang juga menjadi pembicara, berharap agama dijadikan sumber inspirasi agar menjadi energi perjuangan menuju sesuatu yang lebih baik. Serta, diharapkan juga agama memberi nilai moral, budi pekerti dan perilaku yang baik di masyarakat.

Hal ini sesuai dengan ajaran Bung Karno yang termaktub dalam Pancasila sebagai pandangan hidup rakyat Indonesia.

"Pancasila adalah The Way of Life, dimana ketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yag melibatkan nilai-nilai kemanusiaan," kata Hasto.

Acara diskusi kebangsaan yang dibuka oleh Sekjen Keuskupan Agung Semarang, merupakan bagian dari acara reuni alumni SMA Seminari Mertoyudan yang bertajuk Alumni Tilik Merto 2018.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.