Menu
RSS

Items filtered by date: Senin, 23 Juli 2018

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan di Perbatasan Juga Bertahap Terealisasi

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak hanya menyentuh bidang pendidikan. Untuk memenuhi kebutuhan sosial dasar warga perbatasan, dibangun juga sarana kebutuhan di bidang kesehatan.

Pembangunan infrastruktur bidang kesehatan selama 2015-2017 di kawasan perbatasan meliputi; pembangunan 8 unit puskesmas baru, rehabilitasi (revitalisasi) 133 unit puskesmas, peningkatan (pembangunan) 142 unit sarpras pendukung puskesmas, pengadaan 47 unit ambulance (puskesmas keliling darat).

"Lalu pengadaan 9 unit ambulance (puskesmas keliling laut), pengadaan 122 unit roda dua, pengadaan 129 paket alat kesehatan, set imunisasi dan lainnya, pembangunan (rehabilitasi) 86 unit rumah dinas dokter (tenaga medis)," kata Deputi bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Restuardy  Daud, di Bekasi, Jumat (20/7).

Selain itu, lanjutnya, pembangunan 6 unit RS Pratama, peningkatan 51 paket sarpras rumah sakit, pembangunan 69 unit pos kesehatan desa (posyandu) serta 258 paket puskesmas yang menerima biaya operasional kesehatan (BOK).

Pada tahun 2018 ini juga sudah dan sedang dibangun sejumlah infrastruktur kesehatan di kawasan perbatasan. Pembangunan berupa 1 unit RS Pratama, pembangunan 12 unit pos kesehatan desa(posyandu), pembangunan (rehabilitasi) rumah dinas dokter (tenaga medis), peningkatan 22 paket sarpras rumah sakit, pengadaan 2 paket alat kesehatan, set imunisasi dan lainnya.

"Selain itu, pengadaan 1 unit ambulance (puskesmas keliling darat), pengadaan 3 unit ambulance (puskesmas keliling air), peningkatan (pembangunan) 28 unit sarpras pendukung puskesmas serta rehabilitasi (revitalisasi) 21 unit puskesmas."

Pelaksanaan pembangunan serta perbaikan dan pengadaan secara teknis dilakukan oleh Kementerian Kesehatan selaku anggota BNPP.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Bertahap, Pembangunan Infrastruktur Pendidikan di Kawasan Perbatasan Terealisasi

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan infrastruktur pendidikan di kawasan perbatasan telah dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) dan MI/MTs/MA.

Deputi bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Restuardy  Daud, menyebutkan selama tahun 2015-2017, telah dibangun sejumlah pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan kawasan perbatasan. Secara teknis pelaksanaan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

"Untuk sekolah dasar (SD) pembangunan 17 unit sekolah baru, pembangunan 232 ruang kelas baru, rehabilitasi 312 unit ruang kelas baru. Setelah itu, pembangunan 23 unit perpustakaan, pembangunan 99 paket sarpras penunjang, bantuan 61 paket peralatan pendidikan, dan pembangunan 41 unit rumah dinas guru," kata dia di Bekasi, jawa Barat, Jumat (20/7).

Kemudian untuk tingkatan SMP, pembangunan 9 unit sekolah baru, pembangunan 95 unit ruang kelas baru, rahabilitasi 104 unit ruang kelas baru, pembangunan 13 unit perpustakaan, pembangunan 34 paket sarpras penunjang, bantuan 90 paket peralatan pendidikan, pembangunan 12 unit rumah dinas guru dan asrama serta pembangunan 36 unit laboratorium.

Lalu tingkatan SMA, pembangunan 2 unit sekolah baru, pembangunan 101 unit ruang kelas baru, rehabilitasi 138 unit ruang kelas baru, pembangunan 8 unit perpustakaan, pembangunan 21 paket sarpras penunjang, bantuan 45 paket peralatan pendidikan, pembangunan 11 unit rumah dinas guru dan asrama serta pembangunan 21 unit laboratorium.

Berlanjut pada tingkatan SMK, pembangunan 2 unit sekolah baru, pembangunan 12 unit ruang kelas baru, rehabilitasi 12 unit ruang kelas baru, pembangunan 2 unit perpustakaan, pembangunan 6 paket sarpras penunjang, bantuan 9 paket peralatan pendidikan, pembangunan 3 unit rumah dinas guru dan asrama, serta pembangunan 4 unit SMK rujuk.

Terakhir, tingkatan sekolah MI/MTs/MA; pembangunan 6 paket keagamaan terpadu, peningkatan 12 paket kualitas madrasah, pembangunan 3 unit ruang kelas MI/MTS/MA, rehabilitasi 6 unit ruang kelas MI/MTs/MA, rehabilitasi 6 unit ruang kelas MI/MTs/MA. pembangunan 6 paket lab komputer MTs/MA/MAK, 9 unit peralatan lab MA/MK serta pembangunan 1 paket unit sekolah baru MA/MAK. Tak lupa juga pembangunan 44 paket sekolah baru untuk kategori PAUD (TK).

Pada tahun 2018 ini juga sudah dan sedang dibangun sejumlah infrastruktur pendidikan pada tingkatan SD, SMP dan SMA  yang ada di kawasan perbatasan. Untuk tingkatan SD; pembangunan 6 unit sekolah baru, pembangunan 94 unit ruang kelas baru, rehabilitasi 65 unit ruang kelas baru, pembangunan 10 unit perpustakaan, pembangunan 23 paket sarpras penunjang, bantuan 17 paket peralatan pendidikan dan pembangunan 98 unit rumah dinas guru.

Kemudian untuk tingkatan SMP, pembangunan 5 unit sekolah baru, pembangunan 26 unit ruang kelas baru, rehabilitasi 24 unit ruang kelas baru, pembangunan 2 unit perpustakaan, pembangunan 9 paket sarpras penunjang, bantuan 11 paket peralatan pendidikan, pembangunan  19 unit rumah dinas guru dan asrama dan pembangunan 7 unit laboratorium.

"Untuk tingkatan SMA, pembangunan 3 unit sekolah baru, pembangunan 2 unit ruang kelas baru, pembangunan 2 paket sarpras penunjang serta pembangunan rumah dinas guru dan asrama," katanya.

Selain itu juga ada bantuan 3 paket peralatan pendidikan (SMK), pembangunan 4 paket keagamaan terpadu, peningkatan 12 paket kualitas Madrasah serta pembangunan 1 paket ruang kelas MTs/MA dan pembangunan 17 paket unit sekolah baru (Paud).

Pelaksanaan pembangunan serta perbaikan dan pengadaan secara teknis dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama selaku anggota BNPP.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.