Menu
RSS

Dialog Interaktif Mewarnai NAWACITA pada Rapat Koordinasi Pembangunan Perbatasan 2015

  • Ditulis oleh 
Dialog Interaktif Mewarnai NAWACITA pada Rapat Koordinasi Pembangunan Perbatasan 2015 Dialog Interaktif Mewarnai NAWACITA pada Rapat Koordinasi Pembangunan Perbatasan 2015

Dialog  interaktif  pada  Rakorbangtas  sangat   penting  untuk  memberikan sebuah   catatan-catatan   kritis   sekaligus   pemikiran   bagi   pemerintah tentang   hal-hal   yang   perlu   ditingkatkan  dalam  membangun   kekuatan ekonomi   dan   meningkatkan   kesejahteraan,   kemakmuran,   dan pembangunan.

Penegasan   semangat Looking Forward sebagai paradigma baru dalam pengembangan   wilayah   perbatasan   dan   penguatan   persatuan   NKRI.   Pembangunan   yang bottom up serta upaya penguatan koordinasi antar Kementerian/Lembaga terkait merupakan pola yang harus diterapkan. Menteri Dalam   Negeri,   Tjahjo   Kumolo   sebagai   Ketua   BNPP, memaparkan  bahwa  dalam  rangka   pemantapan  dan   percepatan Nawa Cita  ke-3,  haruslah dilakukan  upaya  untuk  memperkuat  koordinasi   Kementerian/Lembaga  agar  pembangunan kawasan perbatasan dapat di laksanakan di lokasi – lokasi prioritas, berdasarkan ketetapan BNPP pada periode pengelolaan 2017 – 2019.

Kepala BNPP yang dijabat Mendagri Tjahyo Kumolo menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Perbatasan (Rakorbangtas) tahun 2015 dan di buka langsung oleh Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan di Hotel Grang Sahid Jakarta, Senin (30/11). Para peserta Rakorbangtas dalam sesi dialog interaktif menyoroti berbagai kesuksesan program pengembangan daerah perbatasan yang dilaksanakan oleh BNPP, diantaranya Kabag Pemerintahan   Kabupaten   Sambas,   Didi   Supriyadi   yang   mengapresiasikan   semangat   dan optimismenya   terhadap   langkah   yang   dilakukan   pemerintah   pusat   melalui   BNPP   dan Bappenas untuk membangun  ekonomi di  Kabupaten  Sambas  dan menjadikannya gerbang aktifitas   ekonomi   dengan   wilayah   negara   tetangga,   Sarawak,   Malaysia.   Apresiasi   juga muncul dari peserta dari Kab. Melaka di Pulau Timor yang sudah akan memulai membangun Pos Batas di tahun 2016 dan direncanakan selesai pada 2017.

Bersamaan dengan apresiasi yang mengemuka, beberapa peserta perwakilan daerah perbatasan   juga   menyampaikan   berbagai   permasalahan   yang   masih   mereka   hadapi   dan memerlukan   dukungan   pemerintah   melalui   BNPP,   diantaranya   Merauke   yang   masih menghadapi permasalahan air baku, Kab, Berau  dengan permasalahan perumahan dan air bersih, serta NTT yang masih mengalami banjir.

Penjelasan   dari   Bappenas   (Deputi     terkait   fungsi   pengembangan kebijakan/evaluasi   pembangunan   perbatasan,   diharapkan   agar   BNPP untuk   lebih   proaktif   dan   “bergigi”   lagi   untuk   mengkoordinasikan   K/L, dalam arti BNPP menghimpun permintaan dari daerah perbatasan untuk dimusyawarahkan sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintah.

Perwakilan   Bappenas   melalui   kesempatan   ini   juga   menyampaikan   komitmen   untuk sepenuhnya mendukung BNPP lahir batin untuk membantu melaksanakan dan mewujudkan berbagai poin penting yang dibicarakan dalam Rakorbangtas tersebut.

(HUMAS BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.