Menu
RSS

FGD Penanganan Batas Negara: BNPP Dapat Berperan Sebagai Sekretariat Pengumpulan Arsip

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dapat berperan sebagai sekretariat pengumpulan arsip data perundingan dalam Organisasi Penanganan Batas Negara dalam rangka optimalisasi dan percepatan penyelesaian sengketa batas negara.

 

Poin ini menjadi salah satu rangkuman Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Kementerian Koordinator bidang, Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Rabu (29/8). Usulan BNPP sebagai sekretariat untuk memudahkan koordinasi persiapan serta tindak lanjut perundingan dan mengantisipasi pergantian komposisi tim perunding.

FGD yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam, Djamaludin, bertujuan untuk mengumpulkan bahan masukkan dalam penyusunan rencana revitalisasi kelembagaan penanganan batas negara dan mengidentifikasi kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki.

Peserta FGD sepakat bahwa pentingnya revitalisasi terhadap kekurangan Organisasi Penanganan Batas Negara yang ada saat ini, tanpa perlu restrukturisasi secara drastis. Rvitalisasi kemudian diregulasikan melalui produk hukum yang lebih tinggi dari Keputusan Menko Polhukam (seperti Peraturan Presiden).

Kemenko Polhukam akan melakukan rapat tindaklanjut FGD terkait pembahasan Organisasi Penanganan Batas Negara untuk menyusun rekomendasi.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Idul Adha: Korbankan Pikiran dan Tenaga Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kesediaan berqurban merupakan bukti keimanan, kecintaan dan kepasrahan seorang hamba terhadap Tuhannya. Qurban juga mengingatkan manusia bahwa jalan menuju kebahagiaan senantiasa menuntut pengorbanan.

 

Demikian dikatakan Deputi bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Restaurdy Daud atas nama Kepala BNPP mewakili Pelaksana Tugas Sekretaris (Plt Ses) BNPP Widodo Sigit Pudjianto, dalam penyerahan hewan qurban secara simbolis di kantor BNPP, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

"Jika berpuasa mengajarkan mereka yang terbiasa kenyang untuk merasakan lapar, dengan semangat berqurban mengajak hamba-Nya untuk selalu mendekatkan kepada perintah-Nya dan sekaligus sebagai bentuk rasa kasih sayang kita untuk semua umat di muka bumi ini. Inilah bentuk semangat positif dari berqurban," ucap Ardy, sapaannya.

Pada konteks pengelolaan perbatasan negara, lanjutnya, Sekretaris BNPP mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BNPP untuk dapat dan mau mengorbankan pemikiran, tenaga dan kesempatan yang dimiliki, demi kepentingan umat serta bangsa dan negara. Pasalnya, hal ini merupakan bagian dari perwujudan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Dia melanjutkan, ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari peringatan Hari Raya Idul Quban. Pertama, kesempatan untuk mewujudkan nilai tauhid dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini merupakan refleksi Taqwa yang ditunjukkan dalam bentuk kepatuhan sekaligus ketaataan atas segala perintah-Nya dan menjauhkan diri dari segala Iarangan-Nya. Dalam keseharian, semangat kepatuhan dan ketaatan tersebut selajutnya diharapkan dapat membentuk ASN di lingkungan BNPP yang memiliki integritas dalam mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara, antara lain membangun kesejahteraan bagi masayarakat diperbatasan negara.

"Kedua, kesempatan membangun individu dengan akhlak yang semakin baik, yang secara simbolik dilakukan dengan menyembelih sifat-sifat hewani atau meninggalkan hal-hal yang kurang baik sebelumnya,"

"Dengan semangat berqurban untuk menghadapi ujian maupun tantangan dalam pelaksanaan tugas fungsi masing-masing, diharapkan dapat mendorong etos kerja ASN di lingkungan BNPP yang Iebih produktif, yang pada gilirannya diharapkan akan dapat pula mendorong kinerja BNPP yang lebih baik dimasa mendatang," sambungnya.

Kemudian ketiga, kesempatan memperkuat kohesifitas (perekat) sosial kemasyarakatan, yang secara simbolik ditunjukkan dalam bentuk media ukhuwah persaudaraan dan perwujudan rasa syukur atas kurnia dan nikmat yang diberikan Allah SWT.

"Pada hari ini kita membagi qurban tidak hanya untuk Iingkup karyawan BNPP, namun juga kepada masyarat di sekitar kita, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan disekitar kita, termasuk tentunya membangun kebersamaan antar staf di lingkungan BNPP."

 

Ketua Panitia Qurban BNPP Tahun 2018 yang juga Asdep Ekonomi Kesra Kedeputian III BNPP, Heru Tjahjono, menyebutkan pemotongan hewan qurban sebanyak 5 Ekor Sapi dan 2 ekor Kambing. Hewan qurban tersebut telah didistribusikan langsung kepada para mustahik, antara lain karyawan di lingkungan BNPP, wakil masyarakat Kelurahan Kebon Sirih kecamatan Menteng (khususnya disekitar area Kantor BNPP) serta masyarakat umum di sekitar Kota Depok.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Pemanfaatan Infrastruktur Pendidikan di Perbatasan Jadi Prioritas Kedepan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP -  Deputi bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Restuardy Daud menegaskan bahwa fokus pembangunan infrastruktur bidang pendidikan pada tahun 2019, memprioritaskan  pengembangan sumber daya manusia (SDM).

 

Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memfokuskan APBN 2019 untuk pengembangan SDM. Terkait dengan pengelolaan perbatasan, sambungnya, pembangunan infrastruktur perlu mendapat perhatian dari sisi konsep maupun operasionalnya. 

"Di lingkup dokumen perencanaan pengelolaan kawasan perbatasan kita sudah menginisiasi, yang tadinya hanya pada pembangunan infrastruktur kita dorong pemerataannya. pemanfaatan infrastruktur," kata dia, di Jakarta, Senin (20/8).

Dijelaskan, pembangunan sekolah di kawasan perbatasan harus efektif dalam pemanfaatannya. Dilakukan penyesuaian antara pembangunan jumlah sekolah dengan populasi anak-anak yang ada di satu desa di kawasan perbatasan, dan tidak harus dalam satu desa dibangun sekolah bila minim anak usia sekolahnya. Oleh karena itu aksesibilitas yang dapat menjangkau sekolah di desa yang berdekatan menjadi salah satu fokus pengelolaan.

Anak-anak di kawasan perbatasan kedepannya diutamakan memiliki kualitas SDM yang setara dengan mereka yang di perkotaan. Infrastruktur yang dibangun diisi dengan tenaga pengajar yang memadai. "Jadi kalau pendidiknya sudah memadai kita bicara kompetensi. Membangun perbatasan dengan biaya tinggi tapi kita komit agar saudara kita di perbatasan jadi prioritas."

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memastikan perkembangan pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya pengelolaan infrastruktur ekonomi dan kesejahteraan rakyat (Eko Kesra) bidang pendidikan, berjalan dengan baik.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.