Menu
RSS

Antusias Ikut Bimtek, Keberhasilan WP Akan Lengkapi Pembangunan Fisik di Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Puluhan wirausaha pemula (WP) di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Badau, Kalimantan Barat, dengan antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula, yang digelar pada 23-24 April 2018.

 

Sebanyak 30 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan program sinergitas Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dengan Kementerian Koperasi&UKM serta Pusat Pendidikan BPSDM dan Kementerian Pertanian dengan Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Kapuas Hulu. 

"Kegiatan yang diikuti peserta mulai dari bagaimana mendapatkan pengetahuan meningkatkan usaha untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagai calon penerima bantuan WP dari Kemenkop UKM (maximum sebesar  Rp13 juta), bagaimana menyusun proposal serta membuat pembukuan dan pelaporan dalam kegiatan usahanya," kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP Anny Julistiani, Rabu (25/4).

Kemudian, lanjut Anny, masing-masing WP juga mendapatkan bimbingan  melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan pendampingan oleh dosen dan siswa PKL STPP-Kementerian Pertanian, sebagai tambahan modal keberhasilan usahanya.

"Dengan bangkitnya WP di wilayah perbatasan, khususnya PKSN Badau dan PKSN lain, diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti usaha kuliner, kerajinan, madu alam, ternak ayam, ternak ikan, tani sayuran, palawija dan pangan serta berkebun," kata dia.

Sejalan dengan progam Nawacita ke-3 pemerintahan Jokowi-JK, telah  dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) berikut sarana prasarana (Sarpras), seperti pasar dan infrastruktur jalan perbatasan di Kalimantan. Maka dari itu, sambung dia, keberhasilan WP diharapkan dapat mengisi, melengkapi dan mengoptimalkan pemanfaatan pembangunan fisik yang telah dilaksanakan. 

"Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menjadi faktor penting untuk memperkuat pertahanan keamanan di wilayah perbatasan NKRI."

Atas koordinasi BNPP, kiranya sinergitas K/L dan pemerintah daerah semakin kondusif  dan berkesinambungan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...

Beranda Negara, Wilayah Perbatasan Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo menginginkan agar kawasan perbatasan negara menjadi beranda NKRI.

 

Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Badau, Aruk (Kalimantan Barat), Motaain, Motamasin, Wini (Nusa Tenggara Timur) dan Skouw (Papua), merupakan upaya dari mewujudkan wilayah perbatasan sebagai beranda negara. Tak hanya itu, di wilayah perbatasan secara bertahap juga direalisasikan kegiatan perekonomian. Sehingga tak hanya dari sisi keamanan (security), sisi kesejahteraan (prosperity) warga pun terpenuhi.

"Sekarang ditetapkan Presiden Jokowi bahwa kawasan perbatasan jadi beranda depan negara, maka harus ditata," kata dia saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula Perbatasan TA 2018, di Badau, Kalbar, Senin (23/4).

Pemerintahan saat ini dalam membangun wilayah perbatasan sudah terintegrasi, terpadu dan berkelanjutan. Ini semua berdasarkan Rencana Induk (Renduk) 2015-2019 yang telah disusun oleh BNPP mengacu kepada RPJMN 2015-2019 serta Perpres Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan. Hal ini sejalan dengan program Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Oleh karena itu pemerintahan Jokowi-JK mempunyai konsep kedepan bahwa kawasan perbatasan tak hanya dipandang dari sisi pertahanan. Perbatasan harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat kegiatan antar negara, sehingga jadi daerah yang maju," katanya.

Bimbingan Teknis terhadap wirausaha pemula di Badau, diyakini menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan wilayah perbatasan sebagai daerah yang maju dan sejahtera warganya. "Maka kegiatan Bimtek perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan pemanfaatan stimulasi bantuan permodalan sehingga mendorong peningkatan kinerja pelaku wirausaha pemula," tutur Boy.

Sementara, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, H M Yusuf, meminta 30 peserta wirausaha pemula  di Badau, dapat mengikuti jalannya Bimtek dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pengembangan bisnis di daerah yang mampu mendukung perekonomian masyarakat di perbatasan.

"Diharapkan pertumbuhan ekonomi di perbatasan signifikan dengan pertumbuhan di negara tetangga. Harapan saya setelah ini muncul pengusaha handal yang mampu memproduksi dan memasarkan produk unggulan khas Kapuas Hulu, sehingga menarik perhatian investor dan wirausahawan ke Badau," ucap dia.

Pemda setempat juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah memberikan perhatian dan partisipasi aktif pelaksanaan Bimtek demi mewujudkan masyarakat perbatasan yang aman dan sejahtera. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...

Bekali Wirausaha Pemula, BNPP Berupaya Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menekankan bahwa dalam pengelolaan perbatasan negara tidak hanya terfokus pada inward looking (melihat ke dalam), melainkan sudah mengarah pada outward looking (melihat keluar). Artinya, tidak hanya memperhatikan sisi pertahanan negara namun juga menyejahterakan masyarakat di kawasan perbatasan.

 

Maka, dalam rangka mendorong pendekatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan Negara (BNPP) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula di Badau, Kalimantan Barat (Kalbar). Kegiatan ini diyakini sebagai  salah satu pendorong terbangunnya perekonomian di wilayah perbatasan.

"Oleh karena itu, kita dorong pendekatan kesejahteraan masyarakat agar dapat berkelanjutan," kata Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri, di Badau, Kalbar, Senin (23/4).

Bimtek terhadap 30 wirausaha pemula yang berasal dari lima desa di Kecamatan Badau ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Hal ini dilakukan agar sisi perekonomian masyarakat di perbatasaan dapat terbangun, sehingga program Presiden Jokowi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dapat benar-benar terealisasi.

BNPP selaku koordinator sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah di perbatasan, mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memberi pelatihan dan bantuan modal hingga Rp13 juta terhadap wirausaha pemula. Suntikan modal ini untuk memberi daya ungkit yang tinggi bagi pembentukan pelaku-pelaku usaha lintas batas negara.

"Bapak dan Ibu dilatih dari sisi pertanian, kuliner, kerajinan tangan, dan lain-lain. Sehingga kita harap dapat jadi pengusaha pemula yang mumpuni dan dapat menggulirkan ekonomi masyarakat perbatasaan, khususnya di Badau," ucap Boy.

Selain Kementerian Koperasi UKM, pihaknya juga mendorong Kementerian BUMN, Bank nasional maupun swasta untuk membantu masyarakat di kawasan perbatasan (wirausaha pemula) berupa permodalan dengan bunga ringan maupun bantuan langsung. Sehingga, ekonomi di kawasan perbatasan berjalan sesuai program yang dicanangkan.

Selain itu, tujuan dari menciptakan wirausaha handal di perbatasan adalah agar kedepanya dapat bersaing dengan negara tetangga dari segi perekonomian. Kemampuan dalam memasarkan kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga tempat wisata lokal, kiranya bisa menjadi pemikat dan berujung pada transaksi ekonomi masyarakat perbatasan kedua negara.

"Nantinya kalau 30 orang wirausaha pemula ini berhasil, kedepannya bisa bertambah pengusaha pemulanya. Mudah-mudahan pengusaha pemula yang sekarang bisa jadi pengusaha menengah. kita terus cetak pemula, pemula jadi menengah, menengah jadi pengusaha besar," katanya. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.