Menu
RSS

42 Lulusan IPDN Ditempatkan di Kaltim, Sebagian di Kawasan Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Sebanyak 42 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ditempatkan di Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim). Dari jumlah itu, hampir 50 persennya (20 orang) ditempatkan di kabupaten yang merupakan kawasan perbatasan negara.

 

Serah terima penempatan puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendagri lulusan IPDN Angkatan XXIV 2017, dihadiri oleh Kepala Biro Keuangan, Umum dan Humas Badan Nasional Pengelola Perbatasan (Karo KUH BNPP) Komaedi. Sementara, wakil dari Pemprov dihadiri Pj Sekda Provinsi Kaltim, Meiliana.

Dalam sambutannya, Kepala Biro KUH BNPP mewakili Mendagri, meminta kepala daerah setempat memberikan pembinaan agar para CPNS dapat memahami dengan baik tugas dan fungsinya selaku aparatur pemerintahan daerah. 

"Selain itu, agar mereka didayagunakan sesuai dengan kompetensinya masing-masing, sehingga dapat turut berkontribusi terhadap kemajuan daerah," ucap Komaedi, di gedung Pemprov Kaltim, Kamis (19/7).

Dia juga meminta para CPNS menjunjung tinggi integritas, loyalitas dan disiplin dalam menjalankan tugas dimanapun mereka ditempatkan. Penempatan harus dimaknai sebagai amanah yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

Mengakhiri sambutan, dirinya mengucapkan selamat bertugas kepada para lulusan IPDN angkatan XXIV 2017. Diharapkan amanah yang diberikan bisa dipegang teguh dan menjaga nama baik almamater.

"Saya yakin dan percaya kalian mampu melaksanakan tugas ini dengan baik. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan melindungi kita semua," katanya.

Sebanyak 42 CPNS lulusan IPDN angkatan XXIV yang terdiri dari 31 laki-laki dan 11 perempuan ditempatkan di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim. Dua puluh diantaranya ditugaskan di dua kabupaten yang merupakan kawasan perbatasan, yaitu Kab. Berau, yang memiliki 1 lokasi prioritas (10 CPNS) dan Kab. Mahakam Ulu, yang memiliki 2 lokasi prioritas (10 CPNS).

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Pantau Langsung Hingga Video Conference, Gubernur Apresiasi Pilkada Kaltim

  • Diterbitkan pada berita

 

BNPP - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak merespon positif penyelenggaraan Pilkada di daerahnya (pemilihan Gubernur Kaltim dan Bupati Penajam Paser Utara) yang berlangsung dengan aman dan lancar.

 

Pada hari pemungutan suara yang digelar Rabu (27/6), Farouk bersama Deputi II Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan Boytenjuri, unsur TNI-Polri, perwakilan DPRD setempat serta unsur terkait lainnya, melakukan pemantauan langsung di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).  

"Alhamdulillah semua berlangsung sukses, aman dan lancar," kata dia.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilkada 2018 yang berjalan lancar tak lepas dari dukungan seluruh pihak, termasuk warga yang sudah berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya. Pihak-pihak pendukung pasangan calon diharapkan agar tetap menjaga situasi tetap tenang dan aman serta menghormati hasil penghitungan suara yang secara resmi diumumkan KPU pada 4-6 Juli 2018 (kabupaten/kota) dan 7-9 Juli 2018 (provinsi).

Sementara, Deputi II Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri menyebutkan pemantauan penyelenggaraan Pilkada di Kaltim juga dilakukan dengan melakukan  video conference dengan tim Desk Pilkada Serentak Tahun 2018 Kemendagri.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui bagaimana jalannya proses pemungutan suara di daerah yang masuk dalam wilayah perbatasan, baik dari segi keamanan, logistik, hingga partisipasi warga yang memilih pasangan calon pemimpin daerahnya.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Dari Tanjung Datu Hingga Pulau Sebatik, Ini Garis Batas Darat Indonesia di Kalimantan

BNPP - Perbatasan darat antara Indonesia dengan Malaysia memiliki jarak yang sangat panjang, yakni mencapai 2.004 km. Saking panjangnya, tidak cukup sehari untuk melintasi jalur darat tersebut menggunakan kendaraan. Apalagi jalan kaki, bisa bengkak borderers.

Jarak panjang itu membentang dari Tanjung Datu di Kelurahan Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat di sebelah barat hingga ke Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Propinsi Kalimantan Utara di sebelah timur. Simpelnya, dari Tanjung Datu hingga Pulau Sebatik. Itu masing-masing ujungnya.

Mari dibaca pelan-pelan. Merujuk, Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 sebagaimana diatur Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2015, diketahui jika garis batas darat dari Tanjung Datu ke Pulau Sebatik itu melintasi 8 kabupaten di tiga propinsi. Masing-masing Kalimantan Barat, Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara. 

Di Propinsi Kalimantan Barat, daerah yang dilintasi garis batas darat ada di lima kabupaten. Rinciannya Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Bengkayang.

Berlanjut di Propinsi Kalimantan Timur, tercatat ada satu kabupaten yang dilintasi garis batas darat yaitu Kabupaten Kutai Barat. Terakhir, dua kabupaten di Kalimantan Utara masing-masing Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Penting diingat lagi borderers, batas darat Indonesia dengan Malaysia memiliki jarak 2.004 km, membentang di tiga propinsi dimana ujung sebelah barat berada di Tanjung Datu dan ujung sebelah timur berada di Pulau Sebatik. 

Dari 2.004 km batas darat Indonesia dengan Malaysia, rincian garis perbatasan darat di Kalimantan Barat tercatat sepanjang 966 km. Perlu diketahui juga bahwa batas darat di Kalimantan Barat ini memisahkan wilayah NKRI dengan wilayah Serawak Malaysia. 

Sementara garis perbatasan darat di Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 48 kilometer dan di Kalimantan Utara sepanjang 990 km memisahkan wilayah NKRI dengan negara bagian Sabah dan Serawak, Malaysia.

Semoga bermanfaat

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.