Menu
RSS

Bangun Kawasan Perdagangan di Sekitar PLBN Untuk Tarik Minat Warga Negara Tetangga

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang saat ini sudah menjadi indah dan megah diharapkan menjadi sebuah harapan baru terciptanya kawasan perbatasan yang ramah, aman dan sejahtera.

 

Dalam rangka memenuhi rasa aman dan sejahtera, di kawasan PLBN kini tengah dibangun kawasan perekonomian dan fasilitas sosial agar masyarakat di perbatasan menjadi nyaman serta bergairah.

"Maka dibangun kawasan perdagangan di dekat PLBN untuk menarik minat warga negara agar melakukan aktivitas perekonomian. Tahun ini selesai empat pasar yang akan diserahkan ke BNPP oleh menteri perdagangan, dua disini (NTT) dan dua di Kalimantan," kata Pelaksana Tugas Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, di Belu, Atambua, NTT, Selasa (18/9).

PLBN yang kini tampilannya gagah, mengharuskan warga pelintas melewati pos penjagaan yang cukup ketat. Hal ini demi menghindari terjadinya penyelundupan narkoba, human trafficking, pelaku teror, dan berbagai tindakan kriminal lain.

"Kita bangun PLBN untuk mencegah terjadinya penyelundupan, narkoba, teroris. Hadirnya PLBN juga kita sepakati untuk wujudkan kepastian ada pemanfaatan, contoh, kalau ada bawa barang lebih dari 20 kilo dikenakan biaya," ucap Sigit.

Disamping itu, rencana pembangunan patung Soekarno yang prosesnya sudah diawali dengan peletakan batu pertama oleh Kepala BNPP Tjahjo Kumolo di PLBN Motaain, diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelintas lokal maupun warga negara perbatasan.

"Sebagai daya tarik baru dan kemudian kita ingin rasa nasionalisme warga di perbatasan tetep tinggi. Jadi sekarang ada 7 PLBN, entar tambah lagi," katanya.

Tujuan dilakukannya itu semua tidak lain merupakan keinginan pemerintah untuk menghilangkan ketimpangan yang dirasakan di daerah dan desa, dalam hal ini kawasan perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Bangun Patung Soekarno di Perbatasan, Kepala BNPP: Jangan Sampai Kita Lupa Dengan Pendiri Bangsa

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pembangunan patung Soekarno di kawasan perbatasan negara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan sebagai bangsa yang besar tidak melupakan pendiri bangsanya.

 

Hal ini dikatakan Kepala BNPP Tjahjo Kumolo dalam sambutan peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di PLBN Motaain, Belu, NTT, Selasa (18/9).

"Untuk meningkatkan rasa nasionalisme, jangan sampai bangsa kita lupa dengan pendiri bangsa. semua negara pasti punya tokoh yang dihargai," kata Tjahjo.

Dikatakan, Presiden Pertama RI Soekarno pada 60 tahun yang lalu pernah ke NTT dan menanam pohon beringin yang saat ini tumbuh besar dan subur di Lapangan Umum  Atambua. Hal itu menjadi sebuah momen yang patut dibanggakan dalam memupuk rasa patriotisme di kalangan generasi penerus bangsa.

"Sementara baru 9 (lokasi pembangunan) patungnya," kata dia.

Dijelaskan, seputar kawasan PLBN nantinya akan terlihat lebih hidup karena sedang dibangun fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai aktifitas perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Dibangun pasar agar ada aktifitas ekonomi dari warga negara tetangga. Yang penting tugas kami berikutnya menjaga, merawat melalui koordinasi dengan K/L, pemda, termasuk TNI-Polri sebagai pihak pengamanan."

Selain itu, dalam tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK sejumlah persoalan di kawasan perbatasan sudah diatasi, seperti, pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah beserta unsur pendukung, puskesmas beserta unsur pendukung, transportasi umum serta dan sarana prasarana lain penunjang perekonomian masyarakat di perbatasan.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Ada 3 PLBN Indah dan Megah, Puncak HUT BNPP ke-8 Diadakan di NTT

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa puncak perayaan hari ulang tahun BNPP diadakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikarenakan terdapat tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah dibangun menjadi indah dan megah.

 

Ketiga PLBN yaitu Motaain di Kabupaten Belu, Motamasin di Kabupaten Malakan dan Wini di Kabupaten Tmor Tengah Utara (TTU).  Ketiganya merupakan bagian dari tujuh PLBN yang sudah dipoles menjadi indah dan megah oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Delapan tahun BNPP dipilih di NTT karena kebetulan ada tiga perbatasan yang sudah dibangun PLBN," kata Tjahjo di galeri Rumah Tenun binaan Bank Indonesia, Belu, Atambua, NTT, Selasa (18/9).

Pembangunan PLBN merupakan bagian dari capaian pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, sesuai Nawacita ke-3, dalam hal ini kawasan perbatasan.

"Sehingga perbatasan jadi tempat tujuan wisata, khususnya dari warga negara tetangga kita. Ini program Pak Jokowi yang 3 tahun slesai. Kalau ada lagu 'dari Sabang sampai Marakue berjajar pulau-pulau', ini sudah dimulai. Dari Pulau Rondo, Sabang, Natuna, NTT, Entikong, Sebatik ,Nunukan, Sangir Talaud, Morotai, Skouw, Merauke," ujarnya.

HUT ke-8 BNPP dilaksanakan kegiatan Pekan Perbatasan yang salah satunya digelar di Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan di wilayah perbatasan negara ini yaitu peninjauan galeri rumah tenun binaan Bank Indonesia, pelepasan miniatur patung Soekarno dari Lapangan Umum Atambua menuju PLBN Motaain (pelepasan miniatur patung Soekarno ditandai dengan pemukulan Tihar). 

Setelah itu dilanjutkan dengan arak-arakan dari Lapangan Umum Atambua menuju Desa Silawan (lokasi pengobatan massal di Puskesmas Silawan, lokasi penyerahan 3 kunci rumah hasil bedah rumah di Dusun Halimuti dan PLBN Motaain), peletakan batu pertama pembangunan patung Soekarno di PLBN Motaain dan peninjauan lokasi rencana pembangunan Monumen Tiang Bendera. Lalu pada Rabu (19/9) dilakukan upacara bendera di Lapangan Umum Atambua.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.