Menu
RSS

Sungai Bensbach, Ujung Selatan Perbatasan Darat Indonesia - Papua Nugini

BNPP - Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 9 Mei 2017 atau setahun lalu meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, Jayapura, Papua. PLBN Terpadu Skouw menjadi batas darat antara Republik Indonesia dengan Papua Nugini (PNG). 

Saat itu, Presiden menyampaikan atau lebih tepatnya menggambarkan, bahwa garis batas darat antara Papua dengan Papua Nugini (PNG) mencapai kurang lebih 860 KM. Panjang garis batas darat itu membentang di lima kabupaten/kota di Papua. 

PLBN Terpadu Skouw mengusung tema budaya lokal Papua, desainnya mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa. Selain menggunakan ornamen lokal, PLBN Terpadu Skouw yang dibangun diatas lahan seluas 10,2 hektare itu juga menerapkan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building). 

Kini, bangunan megah PLBN Terpadu Skouw disambut antusias masyarakat setempat. Dari daerah yang sebelumnya relatif tertutup, masyarakat dari Kota Jayapura hingga negara tetangga banyak yang berdatangan terutama pada hari libur. 

 

*Batas Darat Indonesia-PNG

Skouw jadi penanda garis batas negara antara Indonesia dengan PNG. Skouw ada di sebelah utara dan membentang hingga ke Muara Sungai Bensbach, Merauke, di sebelah selatan. Seperti disampaikan Presiden Jokowi bahwa garis batas darat Indonesia-PNG melintasi luma kabupaten di Provinsi Papua. 

Apa saja daerah tersebut? Dalam Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 sebagaimana diatur Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2015, diketahui jika lima daerah itu adalah Kabupaten Keerom, Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kota Jayapura.

Delimitasi batas darat Indonesia dengan Papua Nugini di Pulau Papua mengacu kepada perjanjian antara Indonesia dan Australia mengenai garis-garis batas tertentu antara Indonesia dan Papua Nugini tanggal 12 Februari 1973, yang diratifikasi dengan UU No. 6 tahun 1973, serta deklarasi bersama Indonesia dan Papua Nugini tahun 1989-1994. 

Garis batas Indonesia dengan Papua Nugini yang disepakati merupakan garis batas buatan atau artificial boundary, kecuali pada ruas Sungai Fly yang menggunakan batas alam yang berupa titik terdalam dari sungai (thalweg). 

Garis batas RI-PNG menggunakan meridian astronomis 141º 01’00”BT mulai dari utara Irian Jaya (Papua) ke selatan sampai ke sungai Fly mengikuti thalweg ke selatan sampai memotong meridian 141 º 01’ 10” BT. 

Demarkasi batas sepanjang perbatasan kedua negara (±820km) telah dilaksanakan bersama antara Indonesia dengan PNG dengan menempatkan sebanyak 52 pilar dari MM 1 sampai dengan MM 14A yang merupakan batas utama Meridian Monument yang telah disepakati dalam perjanjian RI – PNG 12 Februari 1973.

Saat ini, pengelolaan batas Negara Indonesia – Papua Nugini ditangani dua lembaga yaitu Joint Border Committee (JBC) Indonesia – Papua Nugini yang dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri, serta Sub Komisi Teknis Survei Penegasan dan Penetapan Batas Indonesia – Papua Nugini yang dikoordinasikan Kementerian Pertahanan.

Penting pula untuk diketahui bahwa di wilayah perbatasan Provinsi Papua masih kental budaya kepemilikan tanah hak ulayat, baik bagi penduduk Papua sendiri maupun penduduk PNG. Tanah Hak ulayat adalah tanah warisan yang dipercaya oleh penduduk setempat merupakan peninggalan dari nenek moyang dan difungsikan sebagai tempat dilangsungkannya upacara atau kegiatan adat. 

Kedekatan yang erat antara suku di kawasan perbatasan Indonesia dengan PNG ini pada gilirannya turut berpengaruh besar pada interaksi dan perilaku sehari-hari antara keduanya. (Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Borderers, Ketahui Yuk Soal Batas Wilayah Darat Indonesia

BNPP - Tahukah anda bahwa Indonesia berbatasan darat dengan tiga negara tetangga? Langsung ya, perbatasan darat Indonesia dengan negara tetangga masing-masing dengan Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. 

Sebenarnya masih ada batas wilayah laut dan batas wilayah udara. Namun fokus singkat bahasan dari tulisan ini hanya pada perbatasan darat. Ya darat. Batas wilayah laut dan batas wilayah udara segera menyusul. Tunggu tulisan berikutnya ya borderers...

Nah, hal pertama yang harus digarisbawahi dari perbatasan darat Indonesia dengan negara tetangga adalah bahwa delimitasi ini sebenarnya telah ada dan telah diselesaikan sejak masa pemerintah Hindia Belanda. 

Delimitasi, apa itu? Proses penetapan batas guys. Catat dan ingat baik-baik ya kata 'delimitasi' yang memang erat kaitannya dengan kata perbatasan. 

Merujuk Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 sebagaimana diatur Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2015, diketahui jika Pemerintah Hindia Belanda menetapkan batas dengan Inggris untuk segmen batas darat di Kalimantan dan Papua.

Kok cuma Kalimantan dan Papua, bagaimana dengan Timor Leste? Tenang, Pemerintah Hindia Belanda juga telah menyelesaikannya. Bukan dengan Inggris, tapi dengan Portugis. Sudah tahu kan alasannya kenapa proses penetapan batas itu harus dilakukan dengan Inggris dan Portugis. 

Baca lagi sejarahnya. Malu kalau sampai tidak tahu sejarah umum ini. Malaysia adalah negara bekas jajahan Inggris, Timor Leste adalah negara bekas jajahan Portugis. Jangan sampai tidak tahu juga kenapa harus Pemerintah Hindia Belanda yang membahas penetapan batas ini. Malu, sungguh.

Kembali ke bahasan, merujuk pada ketentuan hukum internasional Uti Possidetis Juris bahwa suatu negara mewarisi wilayah penjajahnya, maka Indonesia dengan negara tetangga perlu menegaskan kembali atau merekonstruksi batas yang telah ditetapkan tersebut. 

Merekonstruksi batas ini bukanlah pekerjaan mudah. Seperti yang sering kita dengar, karena bukan telapak tangan. Menjadi berat karena penegasan kembali atau demarkasi batas darat ini masing-masing negara mempunyai interpretasi berbeda satu sama lain. 

Meski hitam diatas putih sudah disepakati melalui perjanjian mengenai batas darat, namun perbedaan interpretasi ini menambah permasalahan tersendiri dalam proses rekonstruksi batas darat. Apalagi, fitur-fitur alam sejalan dengan perjalanan waktu, seiring dengan perkembangan zaman, mengalami perubahan. 

Bukan hanya fitur alam, perubahan juga terjadi pada elemen budaya, sosial hingga adat masyarakat di perbatasan. Rentang waktu yang panjang sementak batas darat ditetapkan masa kolonial menjadi pokok permasalahannya. 

So, sudah tahu kan batas darat Indonesia dengan negara tetangga? Semoga paragraf awal dari tulisan ini tidak lupa setelah dibaca. (Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.