Menu
RSS

Sambut Anggota Baru, Pokli Ingin Beri Sumbangsih Untuk Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Koordinator Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Max Pohan menyambut kedatangan dua anggota baru kelompok ahli (Pokli) di BNPP yaitu DR. Yuswandi A Tumenggung dan Professor Juanda.

 

Kehadiran dua sosok ini, secara kualitas dinilai tepat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di wilayah perbatasan.

"Selamat datang. Kita intinya ingin berikan sumbangsih untuk (menyelesaikan) masalah di perbatasan. Banyak tantangan, mudah-mudahan bisa kerjasama," kata Max dalam sambutan di acara penyerahan SK kelompok Ahli BNPP, di kantor BNPP, Rabu (14/2).

Max menuturkan bahwa pada prinsipnya, diminta atau tidak diminta, Pokli memberikan masukan, kajian atau apapun yang dipandang sebagai permasalahan dan bisa diselesaikan, baik jangka pendek,menengah atau panjang.

"Kami berharap ada pertemuan periodik atau reguler, kita jadwalkan untuk membahas hal-hal penting," ujar Max.

Pihaknya menyepakati bahwa kunci dari pemecahan sebuah persoalan diawali dengan perencanaan yang baik . Intinya, kata dia, Pokli memberikan dorongan terkait apa yang dikerjakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (selaku pihak yang berkoordinasi dengan BNPP) dalam membangun perbatasan atau yang berkaitan dengan batas wilayah.

"Hal-hal lain mengenai operasional saya kira kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua biro, keasdepan, kami betul-betul didukung," ujar dia.

Pada kesempatan ini, tim Pokli BNPP juga menyerahkan satu bundel laporan kinerja yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. Sebelumnya Pokli di BNPP beranggotakan 8 orang (termasuk koordinator). Dengan penambahan dua anggota, BNPP kiranya dapat lebih terbantu dalam menyelesaikan persoalan di wilayah perbatasan. Tentunya, demi mewujudkan wilayah perbatasan sebagai beranda NKRI. 

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Sambut Anggota Baru, Pokli Ingin Beri Sumbangsih Untuk Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Koordinator Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Max Pohan menyambut kedatangan dua anggota baru kelompok ahli (Pokli) di BNPP yaitu DR. Yuswandi A Tumenggung dan Professor Juanda.

 

Kehadiran dua sosok ini, secara kualitas dinilai tepat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di wilayah perbatasan.

"Selamat datang. Kita intinya ingin berikan sumbangsih untuk (menyelesaikan) masalah di perbatasan. Banyak tantangan, mudah-mudahan bisa kerjasama," kata Max dalam sambutan di acara penyerahan SK kelompok Ahli BNPP, di kantor BNPP, Rabu (14/2).

Max menuturkan bahwa pada prinsipnya, diminta atau tidak diminta, Pokli memberikan masukan, kajian atau apapun yang dipandang sebagai permasalahan dan bisa diselesaikan, baik jangka pendek,menengah atau panjang.

"Kami berharap ada pertemuan periodik atau reguler, kita jadwalkan untuk membahas hal-hal penting," ujar Max.

Pihaknya menyepakati bahwa kunci dari pemecahan sebuah persoalan diawali dengan perencanaan yang baik . Intinya, kata dia, Pokli memberikan dorongan terkait apa yang dikerjakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (selaku pihak yang berkoordinasi dengan BNPP) dalam membangun perbatasan atau yang berkaitan dengan batas wilayah.

"Hal-hal lain mengenai operasional saya kira kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua biro, keasdepan, kami betul-betul didukung," ujar dia.

Pada kesempatan ini, tim Pokli BNPP juga menyerahkan satu bundel laporan kinerja yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. Sebelumnya Pokli di BNPP beranggotakan 8 orang (termasuk koordinator). Dengan penambahan dua anggota, BNPP kiranya dapat lebih terbantu dalam menyelesaikan persoalan di wilayah perbatasan. Tentunya, demi mewujudkan wilayah perbatasan sebagai beranda NKRI. 

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Dukung Pengelolaan Wilayah Perbatasan, Aceh Siap Berkoordinasi Dengan BNPP

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menjadi salah satu daerah yang termasuk dalam wilayah pengelolaan perbatasan negara, karena posisinya yang berhadapan langsung dengan India. 

 

Provinsi yang dikenal dengan julukan 'Serambi Mekkah' ini memiliki beragam potensi sumber daya alam seperti rempah-rempah dan sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga lokal. Keunikan ragam budaya yang ada juga patut dilestarikan agar tidak luntur dimakan jaman.

Dalam konteks pengelolaan perbatasan, wilayah lintas batas di Aceh juga memerlukan sejumlah pembangunan infrastuktur beserta sarana dan prasana sosial dasar demi mewujudkan perbatasan sebagai beranda NKRI. 

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku turut menjalankan apa yang menjadi roadmap dan master plan pengelolaan wilayah perbatasan yang dikoordinasi oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

"Kita selalu berkoordinasi dengan BNPP yang bisa dilakukan kapan saja. tidak ada kebijakan khusus tentang pengelolaan perbatasan selain yang sudah digariskan," kata Nova di sela Rakor Gubernur se-Indonesia, di Jakarta, Rabu (7/2).

Dia mengakui, sejumlah pembangunan infrastruktur sudah dilakukan di lokasi yang merupakan wilayah perbatasan. Salah satunya adalah pembangunan jetty (dermaga) di Pulau Rondo untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Dan pembangunan di lokasi yang berbatasan dengan Selat Malaka. yang dibangun infrastruktur, pembangunan sudah berjalan," ucap Nova.

Untuk diketahui, seperti yang tertera dalam Rencana Aksi (Renaksi) pengelolaan perbatasan negara 2018, sejumlah kementerian juga sudah menyiapkan atau melanjutkan program pembangunan di Aceh. Diantaranya, Kementerian Perhubungan yang akan melanjutkan pengembangan Bandara Maimun Saleh di Sabang, serta pemeliharaan perlengkapan jalan di Provinsi Aceh. 

Lalu Kementerian kesehatan yang akan melakukan peningkatan Puskesmas Pria Laot menjadi Puskesmas rawat inap di Kecamatan Sukakarya (Sabang) dan pembangunan puskesmas di Kota Baru Bawah (Sabang). Ada juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan membangun SMP Unggul di Sabang.

 

 

(Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.