Menu
RSS
Rakordal 2019

Bendungan Rotiklot di Perbatasan RI-Timor Leste Selesai Dibangun

Belu - Proyek pembangunan Bendungan Rotiklot yang terletak di perbatasan RI-Timor Leste, Kabupaten Belu, telah selesai dan memasuki tahap pengisian air baku (15/1/2019). 

Sebanyak tujuh bendungan dibangun di NTT dimana dua di antaranya sudah selesai yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu. Dua bendungan lain yakni Napun Gete di Kabupaten Sika dan Temef di Kabupaten Timur Tengah Selatan dalam tahap pembanguan. 

Satu bendungan dalam tahap persiapan yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang yang akan dimulai pada 2019. Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan dua bendungan baru lainnya yakni Bendungan Mbay/Lombo di Kabupaten Nagekeo dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

Pembangunan bendungan tersebut dimulai sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015 silam.

Bendungan Rotiklot memiliki daya tampung 3,3 juta atau kapasitas yang dapat dipakai untuk segalanya antara lain, irigasi seluas 150 hektar. Sehingga pemerintah dengan program Nawacita-nya, akan membangun 65 bendungan diseluruh Indonesia.

Pembangunan Bendungan Rotiklot yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) dan PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp 496 miliar. Hal ini merupakan langkah yang efektif untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau, yakni membangun waduk atau bendungan.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengharapkan pembangunan bendungan untuk ketersediaan air baku, irigasi, penahan banjir maupun manfaat lainnya, selain yang berkaitan dengan penanganan tampungan lainnya, atau pelaksanaan operasi dan pemeliharaan terhadap semua infrastruktur sumber daya air yang telah dibangun. 

Plt Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Widodo Sigit Pudjianto menekankan pentingnya pembangunan di daerah perbatasan. 

“Saya ingin ke depan bisa bersinergi menginformasikan keberhasilan pemerintah, salah satunya keberhasilan pemerintah membangun perbatasan," tukas Sigit.

 

(Humas BNPP dan sumber lain)

Ayo Kunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain!

Atambua - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah selesai dibangun tahun 2017. PLBN Motaain nampak megah menjulang. Atap pintu gerbang dan bangunan utama terlihat seperti rumah adat Mbaru Niang berwarna abu-abu. (22/1/2019)

PLBN Motaain adalah pintu gerbang bagi arus masuk wisatawan mancanegara (wisman), kemajuannya pun sangat menjanjikan. Januari hingga Oktober 2018, PLBN Motaain sudah dilewati sekitar 41.436 wisatawan. Jumlah tersebut memiliki slot 64 persen dari total kunjungan 65.142 wisman. Kunjungan maksimal terjadi pada Agustus hingga Oktober dengan rata-rata kunjungan 5.362 orang.

Secara administratif, Nusa Tenggara Timur punya 5 wilayah lintas batas. Selain Kabupaten Belu, ada juga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kabupaten Malaka, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Atambua. Dari 5 zona, Belu menjadi donatur wisman terbesar dengan 509.295 nama atau 51,6 persen dari total arus masuk wisman ke NTT. Pergerakan wisatawan Timor Leste ini membawa angin segar bagi aktivitas perekonomian masyarakat di perbatasan.

PLBN Motaain ini mempunyai luas lahan 8,03 hektar. Terlihat beberapa bangunan nampak sudah selesai pembangunan tahap II, di antaranya tempat cuci mobil, pasar, hingga taman berair mancur. PLBN Motaain punya jalur pejalan kaki dengan atap, kini telah selesai dibangun. Jalur pedestrian ini terhubung ke gedung utama.

Bila datang dari arah Timor Leste, pertama-tama pengunjung akan melewati jembatan bercat corak bendera kedua negara, yakni bercorak bendera Timor Leste dan selanjutnya bercorak bendera Merah Putih. Memang jembatan ini menjadi pembatas wilayah dua negara.

Menengok ke arah zona pendukung, ada Pos Satgas Pengamanan Perbatasan PLBN Motaain milik TNI dan ada toko yang menjual makanan dan minuman, sebelahnya ada toko suvenir.

Beranjak ke arah taman air mancur, pengunjung disuguhkan pemandangan tugu Garuda Pancasila yang megah.

Gedung utama terdiri dari dua bagian, yakni untuk kedatangan dan keberangkatan. Pada gedung itu terdapat layanan keimigrasian, bea cukai dan karantina. Sampai di ujung, ada pasar yang luasnya hampir satu kali lapangan sepakbola. 

Truk-truk yang melintas terlihat diperiksa sekilas, mengandalkan mata petugas. PLBN Motaain kini sudah mempunyai sistem pemindai untuk kargo truk, sebagai pelengkap lintas batas. 

Bila melihat ke arah selatan, PLBN Motaain memiliki daya tarik pemandangan laut yang biru yang tersaji didepan mata. Potensi seperti ini tentu harus ditampilkan karena menjadi daya tarik pariwisata.

 

(Humas BNPP dan sumber lain)

Presiden Jokowi Tandatangani Inpres Percepatan Pembangunan 11 PLBN

JAKARTA - Keberhasilan pengelolaan 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) berbuah rencana pembangunan 11 (sebelas) PLBN lagi di tahun 2019. Kepastian pembangunan PLBN ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara (Deputi I) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon, pada saat upacara bendera rutin di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih Jakarta, (21/1/2019).

"Dengan bangga saya sampaikan, bahwa Inpres (Instruksi Presiden) tentang percepatan pembangunan sebelas PLBN telah ditandatangani Bapak Presiden," ungkap Robert, dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara.

Menurut Robert, Inpres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada hari Kamis yang lalu, (17/1). "Dan telah dilakukan penomoran pada hari jumat oleh Sekretariat Negara," ujarnya.

Maka bila sesuai keterangan Robert tersebut, maka Inpres tersebut bernomor 1 Tahun 2019. Hal ini menjadi langkah terobosan di tahun baru 2019 di era Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Pembangunan sebelas PLBN tersebut tersebar di beberapa Kabupaten, seperti: Malinau, Bengkayang, Merauke, Nunukan, Natuna, Sintang, Timor Tengah Utara, Kupang dan Boven Digoel.

Target pembangunan percepatan 11 PLBN rencananya ada 4 skala prioritas. Pertama, yaitu Sei Pancang di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara; Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat; Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; Long Midang/Krayan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Kemudian, ada 7 skala prioritas kedua, yaitu: Long Nawang di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara; Labang di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara; Serasan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau; Sei Kelik/Jasa di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat; Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Oepoli di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; dan Yetetkun di Kabupaten Bovendigoel, Provinsi Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Robert meminta BNPP mengoptimalkan pengawasan pembangunan di sebelas PLBN yang akan dibangun, terutama terkait monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh setiap Kebiroan dan Keasdepan di lingkungan BNPP sebagai upaya pencegahan untuk menghindari penyimpangan dalam proses pembangunan.

 

(Humas BNPP)

Ada Dua Agenda Besar, BNPP Persiapan Total

BNPP - Awal tahun 2019 akan menjadi awal tersibuk bagi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Sebab, BNPP bakal menyelenggarakan setidaknya dua hajatan besar pada 2019. 

Penilaian tersebut dinyatakan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara (Deputi I) BNPP, Robert Simbolon pada saat bertindak sebagai Inspektur Upacara bendera hari  Senin, di Kantor BNPP, (21/1/2019).

Menurut Robert, acara itu diperkirakan akan dihadiri oleh Kementerian dan stake holder terkait. “Dalam waktu dekat kita akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara (Rakordal) yang akan di selenggarakan di Hotel Aryaduta pada hari Senin (28/1) dan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) yang menjadi salah satu agenda tahunan terbesar yang selalu diadakan oleh BNPP pada bulan maret,” katanya.

Menurut mantan Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, padatnya kegiatan BNPP tahun 2019 bukan sekadar sebuah tantangan tapi sekaligus bisa menjadi peluang untuk mempromosikan Wilayah Perbatasan. "Karena itulah, BNPP akan serius mempersiapkan semua hajatan itu secara baik," pintanya kepada para pejabat dan jajaran pegawai BNPP yang hadir pada upacara rutin mingguan tersebut.

(Humas BNPP)

Info for bonus Review William Hill here.