Menu
RSS

Items filtered by date: Selasa, 03 April 2018

Miliki Potensi Wisata, Pulau Sepatang Perlu Perhatian Pemda Hingga Pemerintah Pusat

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pulau Gili Sepatang yang terletak di Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) merupakan salah satu pulau kecil yang dinilai memiliki potensi wisata dan kelautan, perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah (pemda) hingga pemerintah pusat (pempus).

 

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat Moh Taufiq dalam Rakor Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar, di Jakarta, Selasa (3/4). Menurutnya, pemerintah pusat bersama pemda setempat harus segera memberi perhatian terhadap Pulau Sepatang yang sebelumnya bernama Pulau 'Sophialouisa'.

"Beberapa investor mengincar daratan. Daratannya itu cukup indah, apalagi nanti nyambung dengan perbatasan Kabupaten Lombok Tengah. Itu jg jadi lambung, daerah wisata yang sangat indah. Ini kira-kira kondisi Pulau Sepatang, luasnya 300m2, orang juga tidak ada (tidak ada penduduk) tapi jangan diabaikan, kadang yang luasnya sedikit sudah ada sertifikat karena potensi pengembangan wisata dan kelautan disini besar," kata dia.

Dia berkisah, pada tahun 2001 silam ada perusahaan asing yang ingin membeli 13 pulau kecil di Lombok Barat, namun hal itu tidak kesampaian karena pertimbangan satu dan lain hal. Bahkan hingga kini pun banyak orang yang mengaku investor ingin membeli pulau-pulau kecil disana.

"Dekat Sepatang nelayan ada 400 orang didaratannya. Untuk pariwisata boleh, nelayan juga boleh, nanti lah kita diskusikan apa yang tepat dibuat disitu supaya ini betul-betul ada perlakuan diberikan oleh pempus, pemprov maupun pemkab," 

"Kami usulkan seperti tadi, infrastruktur yang dibutuhkan tidak terlalu besar seperti pulau kecil lain yang ada penduduknya. Dari pemprov NTB sudah keluarkan perda wilayah pesisir dan PPK. NTB sudah masukan itu dalam pengembangan wilayah pesisir dan PPK," tambahnya.

Pulau Sepatang merupakan salah satu dari sekian pulau kecil terluar yang ada di Nusa Tenggara Barat. Posisinya berada di Samudra Hindia dan berbatasan langsung dengan Australia. (Humas BNPP)

 

 

Lebih lanjut...

BNPP Soroti Potensi Pulau Kecil di Lombok Barat

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menggelar pertemuan bersama sejumlah kementerian/lembaga (K/L) terkait potensi di satu pulau kecil di Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) yang belum berpenghuni, yaitu Pulau Gili Sepatang (Sophialouisa).

 

Pulau Sepatang merupakan salah satu dari sekian Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) yang ada di Nusa Tenggara Barat. Posisinya berada di Samudra Hindia dan berbatasan langsung dengan Australia.

"Pada hari ini kita mendatangkan K/L sehingga penanganan yang diharapkan dari Lombok Barat (NTB) bisa kita tangani bersama. Ini yang bisa saya sampaikan sehingga jadi referensi awal dan kita bisa memahami tugas lebih lanjut penanganan PPKT maupun wilayah perbatasan," ujar Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Boytenjuri saat Rakor Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar, di Jakarta, Selasa (3/4).

Boy menjelaskan, kawasan perbatasan laut (termasuk PPKT) memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik di darat maupun di laut. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan masih rendah. Masyarakat kawasan perbatasan laut, kata dia, memiliki interaksi sosial ekonomi dengan masyarakat negara tetangga, seperti Indonesia-Philipina, Indonesia-Malaysia, dan Indonesia-Timor Leste.  

"Kawasan perbatasan masih menghadapi berbagai permasalahan mendasar, seperti keterbatasan infrastruktur dasar, transportasi, komunikasi dan informasi, sarana prasarana ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kawasan perbatasan rentan terhadap berbagai potensi ancaman kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan, human traficking, narkoba, dan pencurian ikan," ucapnya.

Dia juga menyebutkan bahwa berdasarkan Keppres No 6/2017 Tentang Penetapan Pulau-pulau Kecil Terluar, terdapat 111 Pulau Kecil Terluar yang tersebar dari ujung Sumatera hingga Papua. Terdapat juga 12 Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) yang perlu mendapatkan perhatian khusus, yaitu Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Nipah, Pulau Sekatung, Pulau Batek, Pulau Dana, Pulau Merapit, Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Fani, Pulau Bras, Pulau Fanildo.

Pulau Kecil Terluar adalah pulau dengan luas areal kurang atau sama dengan 2000 km² (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Tujuan dari pengelolaan PPKT sendiri adalah menjaga keutuhan wilayah NKRI keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan.

"Memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan," ujar Boy.

Hadir dalam rakor ini perwakilan dari sejumlah kementerian, diantaranya Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Sekda Kabupaten Lombok Tengah. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...

Inilah 66 Pos Lintas Batas Imigrasi di Seluruh Indonesia

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 66 pos lintas batas (PLB) imigrasi di daerah perbatasan. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 39 PLD di darat dan 27 PLB di laut.

Hal itu dikatakan Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jakarta, Selasa (03/04/2018).

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, disampaikan bahwa pos lintas batas imigrasi berada di lima daerah. Yakni di Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat dan Riau serta Kepulauan Riau.

"Di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) ada 6 Pos Lintas Batas (PLB) Imigrasi, masing-masing di Oepoli, Builalo, Turiskain, Laksmaras, Haumeneana dan Laktutus," terangnya.

Di Wilayah Papua, tercatat ada 17 Pos Lintas Batas. Rinciannya ada di Wembi, Waris, Senggi, Ubrup, Kiwirok, Iwur, Botom, Sota, Erambu, Bupul, Mindiptana, Waropko, Kondo, Yetti, Okyop, Yurrup dan Hamadi.

Di Wilayah Kalimantan Utara, lanjut Sigit, tercatat ada 7 PLB Imigrasi yakni di Longnawang, Long Midang, Tau Lumbis, Semanggaris, Nunukan, Sungai Pancang, Liem Hie Djung/In Hutani Nunukan.

Selanjutnya di Wilayah Kalimantan Barat ada 13 PLB Imigrasi. Rinciannya di Temanjuk, Liku, Sajingan, Siding, Jagoibabang, Saparan, Segumon, Bantan, Jasa, Nanga Bayan, Semarah, Merakai Panjang dan Langau.

Terakhir, 23 PLB di Wilayah Riau dan Kepri, yaitu di Panipahan, Sinaboi, Tanjung Medang, Selat Baru, Tanjung Sema, Sungai Pakming, Teluk Belitung, Serapung, Kuala Gaung, Meral, Tanjung Batu, Moro, Mapur, Senayang, Teluk Bintan, Bintan Utara, Daek, Bulang, Serasan, Sedanau, Sekunyam, Midal, Tambelan dan Letung.

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.