Menu
RSS

Mengintip Kehidupan Warga Perbatasan RI-PNG, Belanja Pakai 2 Mata Uang

  • Ditulis oleh 

 

Hendra Kusuma - detikFinance Jayapura - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura, Papua telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Selasa (9/5/2017).

Dalam peresmiannya, orang nomor satu di Indonesia ini menyebutkan bahwa PLBN merupakan beranda terdepan RI, sehingga harus menjadi kantong perekonomian serta menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

Adapun, di dalam PLBN Skouw juga terdapat pasar tradisional yang biasanya menjadi lokasi belanja warga perbatasan, khususnya bagi masyarakat Papua New Guinea (PNG) atau Papua Nugini.

Lalu menggunakan mata uang apakah transaksi di pasar perbatasan Skouw ?

"Transaksi di pasar perbatasan bisa pakai Rupiah bisa pakai Kina mata uang PNG," kata salah satu warga perbatasan Erikson Fonataba kepada detikFinance, Jayapura, Rabu (10/5/2017).

Erikson melanjutkan, transaksi dua mata uang sudah berlangsung sejak lama, bahkan para masyarakat Indonesia yang berada di perbatasan khususnya yang berdagang menyiapkan rupiah dan kina saat berjualan.

"1 kina itu Rp 4.500-Rp 5.000, kalau pakai kina kembaliannya juga kina, kadang ada juga yang pakai rupiah," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinai Papua Suzana Wanggai mengatakan, transaksi di pasar perbatasan Skouw nantinya akan diwajibkan menggunakan rupiah.

"Kita sudah sosialisasi bersama BI, nantinya juga akan bangun money changer di sini," kata Suzana.

Diketahui, Transaksi jual beli di pasar perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) ini cukup besar, dengan rata-rata per tahun mecapai puluhan miliar.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, aktivitas di pasar Skouw baik barang yang masuk maupun barang yang keluar hampir 95% didominasi oleh masyarakat PNG.

Menurut Lukas, pada 2016 tercatat 166 ribu orang PNG yang masuk ke Indonesia melalui PLBN Skouw Jayapura dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,8 miliar. (dna/dna)

 
 
Info for bonus Review William Hill here.