Menu
RSS
Selasa, 01 Agustus 2017 14:16

Tembus Keterisolasian, Jokowi Bangun Infrastruktur Ini di Papua Eduardo Simorangkir

Ditulis oleh 
Berikan rating
(0 votes)

 

 - detikFinance Jakarta - Sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia, pembangunan infrastruktur di Papua menjadi salah satu agenda prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berbagai pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang konektivitas, masif dibangun di Papua dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun terakhir.


Di pulau kaya raya itu, jalan saja menjadi sesuatu yang mewah buat penduduknya. Selain dari wilayahnya yang sangat jauh dari pusat pemerintahan atau ibu kota, membuat selama ini pembangunan di Papua sering diabaikan. Pembangunan infrastruktur di Papua juga menghadapi tantangan alam dan keamanan yang berat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum detikFinance dari berbagai sumber, Selasa (1/8/2017), ada beberapa infrastruktur prioritas yang sudah dan tengah dibangun di Papua. Seperti pembangunan Pelabuhan Sorong, Bandara Werur, Pelabuhan Depapre, pembangunan Lantamal (Pangkalan Utama TNI-AL) XIV Sorong, pembangunan Bandara Wamena, jalan Trans Papua, Pelabuhan Perikanan Merauke, jalan perbatasan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, jembatan Holtekamp, dan Bandara Sorong.

Adapun pembangunan Pelabuhan Sorong saat ini akan segera dimulai menyusul proses pembebasan lahan dan reklamasi yang masih terus dilakukan.

Jokowi juga mempercantik dan membangun beberapa bandara di Papua. Hal ini baru saja dipamerkannya lewat Facebooknya, mulai dari Bandara Nop Goliat Dekai di Yahukimo, Bandara Wamena, Bandara Mopah, Bandara Domine Eduard Osok dan Bandara Utarom Kaiman. Bandara-bandara ini diperluas dan direnovasi sedemikian rupa sehingga menjadi wajah baru wilayah Timur Indonesia.

 

Saat ini Kementerian Perhubungan juga tengah melakukan perluasan Bandara Manokwari. Landasan pacu bandara ini akan dibuat lebih panjang dari 2.000 x 45 meter menjadi 2.400 x 45 meter.

Selain itu, saat ini juga dibangun pelabuhan peti kemas Depapre. Pelabuhan Depapre bersama dengan Pelabuhan Sorong akan menjadi dua pelabuhan besar yang ada di Papua. Pelabuhan ini penting karena 20 kilometer (km) dari lokasi juga akan dibangun kawasan industri. Bila pelabuhan ini rampung, maka barang-barang komoditas ekspor dari kawasan Papua tidak perlu dikirim melalui Makassar atau Surabaya lagi.

 

Dan untuk mendukung akses jalan ke pelabuhan dan bandara tadi, infrastruktur jalan pun dibangun. Dari 4.300 km jalan Trans Papua, saat ini sudah terhubung sepanjang 3.850 km dan ditargetkan di 2018 sudah tersambung semua ruasnya. Sedangkan untuk jalan perbatasan, dari 1.068 km jalan perbatasan, 884 km diantaranya juga sudah terhubung dan ditargetkan pada tahun depan keseluruhannya dapat terhubung.

 

Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) terakhirnya di Istana pada Juli lalu memaparkan, pembangunan infrastruktur di Papua Barat harus dipercepat. Ini dilakukan agar pemerintah dapat membuka keterisolasian di Papua Barat sekaligus membuka lapangan kerja baru serta pengentasan kemiskinan.

Konektivitas menjadi penting lantaran diperlukan agar Papua tak lagi terisolir dan menekan tingginya biaya logistik serta meningkatkan daya saing produk lokal. (wdl/wdl)

Info for bonus Review William Hill here.