Menu
RSS

Kepulauan Sangihe Potensial untuk Destinasi Wisata Tasbara

  • Ditulis oleh 
Kepulauan Sangihe Potensial untuk Destinasi Wisata Tasbara Kepulauan Sangihe Potensial untuk Destinasi Wisata Tasbara

Tasbara News - Jakarta, BNPP melalui Asdep Potensi Kawasan Perbatasan Laut melakukan Survey Potensi Wisata Bahari di Kawasan Perbatasan Laut Kepulauan Sangihe, yang hasilnya dirapatkan di Hotel 88 Jakarta,  22 Mei 2014. Rapat  yang dibuka  oleh Ir.Sunarto, Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Laut.“ Survey ini sudah masuk ke dalam tahap penyusunan rekomendasi Potensi Wisata Bahari Kawasan Perbatasan Laut dan diminta untuk memberikan masukan dan menyusun rekomendasi terkait potensi bahari yang ada di Kep. Sangihe” jelas Sunarto.


"Ini survey sangat menarik, karena melibatkan ahli arkeologi laut dan penyelam-penyelam terlatih yang sudah mengantongi banyak jam penyelaman dan  mereka menyatakan bahwa Kep. Sangihe mempunyai aneka ragam potensi wisata perbatasan berbasis bahari",  ungkap Rusli Baddu, Kabid Fasmonev , Keasdepan Tasbara BNPP.  Menurut Tim Survey,  setiap pulau mempunyai landscape bawah laut yang berbeda-beda, sehingga para wisatawan akan disuguhkan petualangan penyelaman yang unik. Mereka bisa memilih menyelami bangkai kapal yang telah tertutp terumbu karang di Kota Tahuna, menyelami goa bawah air di Kecamatan Tahuna Barat, menyelami puncak gunung berapi bawah air di Kecamatan Tatoareng, atau hanya ingin menikmati pantai pasir putih yang membentang di seluruh kep. Sangihe.

Seluruh potensi yang ada tidak akan memberikan konstribusi yang maksimal tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai. "Karena itulah diperlukan sinergitas dan dukungan penuh berbagai pihak  agar Kep. Sangihe dapat menjadi salah satu destinasi wisata bahari internasional selain lokal yang terkenal didunia" jelas Rusly sambil menegaskan perlunya dukungan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN-Laut) sebagai sebagai exit-entry point di masuk, Marore, Kabupaten Sangihe yang berbatasan langsung dengan negara Filipina dan Laut China Selatan.

Asdep Pengelolaan Lintas Batas Negara (Tasbara) BNPP mengharapkan " Ke depan, pengembangan wisata bahari di perbatasan ini, perlu dikemas lebih ekspansif dan atraktif ke arah pengembangan Wisata Tasbara yaitu wisata lintas batas negara yang dikemas secara terpadu dengan menyatukan dua negara destinasi di kawasan perbatasan dalam satu kesatuan paket tujuan wisata." Model  pengembangan WISATA TASBARA ini, membutuhkan kerjasama dengan negara tetangga secara bilateral. Didukung dengan "tol laut", kata Asdep Tasbara " Pastinya, akan sangat menarik dan mendukung upaya Pemerintah melalui BNPP untuk menjadikan perbatasan sebagai halaman depan Negara". ***RED.

Info for bonus Review William Hill here.