Menu
RSS

Items filtered by date: Jumat, 18 Mei 2018

Dikelola Secara Terus Menerus, Sistem Aplikasi e-Kerja Sebagai Barometer Reformasi Birokrasi

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Kepala Bagian Pengembangan Karir di Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri, Cheka Vigowansyah, mengatakan bahwa terdapat sejumlah persoalan yang harus diperbaiki bersama dalam penggunaan aplikasi elektronik e-kerja pegawai di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

 

"Saya lihat ada permaslahan mendasar terkait dengan server, cara input, kemudian permasalahan teknis," kata Cheka dalam rapat Pengembangan Aplikasi E-kerja, di Jakarta, Kamis (17/5). 

Secara hitungan, menurutnya tidak ada masalah dalam penempatan server dengan jumlah pegawai BNPP yang hanya 300 pegawai. Hanya saja ada sedikit gangguan pada saat loading. Dia berpandangan, dalam proses pengelolaan (e-kerja) tidak bisa dilakukan dengan sekali 'pukul', harus secara terus menerus. Maka, diperlukan dua sampai tiga orang yang khusus mengelola hal ini.

"Itu perlu dikelola. Kita butuh sentuhan yang mengena sampai ke pegawai, maka butuh orang yang 'melototin' (awasi)," ujar dia.

Pihaknya, kata dia, bisa berkoordinasi langsung dengan orang yang memang diberi tugas khusus mengelola aplikasi e-kerja di BNPP. Dengan begitu, akan memudahkan dalam pencarian permasalahan yang menghambat  penggunaan aplikasi e-kerja oleh pegawai di lingkungan BNPP.

Sementara, Kepala Bagian Kepegawaian Syahrizal Iskandar mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses mencari orang yang kompeten di bidang pengelolaan aplikasi (IT) untuk memperlancar proses penggunaan aplikasi e-kerja di BNPP. 

"Kami berharap sesudah satu tahun berjalan diberi masukkan untuk penyempurnaan sistem. Ini sebagai barometer reformasi birokrasi (mengukur kinerja), semua harus tersistem, menggunakan aplikasi," katanya.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Penyempurnaan e-Kerja Untuk Memacu Kinerja Pegawai BNPP

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Aplikasi elektronik e-kerja digunakan untuk menilai kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kemudian dikonversi menjadi rupiah, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang dilakukan. 

 

Menurut Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian BNPP, Gutmen Nainggolan, selama satu tahun berjalan sejak April 2017, terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki dalam penggunaan e-kerja. 

"Permasalahan itu, e-kerja sulit diakses karena kondisi jaringan yang tidak stabil, kemudian sistem e-kerja yang masih mengalami gangguan perangkat di server," kata Gutmen saat rapat Pengembangan Aplikasi E-kerja, di Jakarta, Kamis (17/5). 

Selain itu, belum ada yang meng-aprovel dan meng-input tepat pada waktunya (di akhir bulan) dan sistem e-kerja dengan fingerprint dalam rekapitulasinya masih belum terintegrasi. Sejumlah persoalan ini menurutnya menjadi kendala yang harus diperbaiki bersama melalui masukkan dan usulan dari pegawai.

"Maka perlunya dalam dimensi aplikasi ini adalah untuk memberi reward yang pasti pada setiap pegawai," kata dia.

Perbaikan untuk penyempurnaan e-kerja kiranya bisa berjalan dengan dukungan seluruh pegawai di lingkungan BNPP, khususnya pihak yang khusus menangani hal ini (bidang IT). Dengan demikian bisa memacu kinerja pegawai melalui sarana yang tersedia.

"Saya sampaikan kepada bapak ibu, pengalaman atau persoalan dalam input kerja berikan tanggapan dan sampaikan. Artinya kita bisa lakukan penyempurnaan perbaikan. Jadi tidak berpikir sesuatu yang baru, hanya memodifikasi kebutuhan dari bnpp," ucapnya.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.