Menu
RSS

Indonesia-Malaysia Hasilkan Kesepakatan Sementara Dalam Penyelesaian Batas Negara

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pemerintah Indonesia dan Malaysia kembali melakukan pertemuan dalam rangka penyelesaian masalah batas negara. Pada pertemuan yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 7-8 Agustus 2018, membuahkan sejumlah poin kesepakatan sementara.

 

Pertama, menyepakati draft MoU ke-21 beserta lampirannya, yaitu segmen yang tidak bermasalah yang sudah dilakukan survei bersama namun belum ada legalisasi oleh kedua pihak. Lalu finalisasi SOP survei bersama terhadap segmen Pulau Sebatik, Sungai Sinapad dan Sungai Sesai.

Kemudian yang tak kalah penting kesepakatan anotasi. Hal ini untuk menghindari perbedaan pemahaman terhada peta kerja yang sudah disiapkan, maka dilakukan penyamaan persepsi terhadap informasi peta maupun kesepahaman bahasanya.

Delegasi Indonesia dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Badan Informasi Geospasial (BIG), Mabes TNI dan Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad).

Diketahui, penyelesaian soal batas negara juga menjadi pembahasan utama Menlu RI dan Menlu Malaysia. Penyelesaian batas wilayah kedua negara dinilai penting dan menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

Menlu Retno L Marsudi pada pertemuan belum lama ini mengatakan bahwa kedua belah pihak akan menyepakati Border Crossing Agreement (BCA) pada Agustus 2018. Selain itu, akan memberi mandat kepada tim teknis masing-masing untuk melakukan negosiasi secara intens. Kesepakatan BCA akan memudahkan finalisasi review Border Trade Agreement untuk keduanya.

Indonesia  dan Malaysia berbatas darat dan laut. Pada batas laut masih dilakukan penyelesaian di Selat Malaka dan Laut Sulawesi, kemudian untuk batas darat masih dilakukan upaya penyelesaian batas wilayah di Pulau Kalimantan. Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan satu persatu persoalan batas wilayah negara yang masih bermasalah.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

Tingkatkan Perdagangan, Indonesia-Malaysia Bahas Isu Ekonomi Perbatasan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pemerintah Indonesia dan Malaysia berupaya untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara, yaitu di Kalimantan Utara (Kaltara) dan Sabah.

 

Hal ini ditandai dengan pertemuan di Tawau, Malaysia, pada 7 Juli 2018, yang membahas isu ekonomi di wilayah perbatasan kedua negara. Pada kesempatan ini pemerintah Indonesia diwakili Kepala KRI Tawau, Malaysia, Sulistijo Djati Ismojo. Sementara perwakilan dari Malaysia adalah Staf Khusus Ketua Menteri Sabah urusan Border Trade, Dato Nordin.

"Malaysia memiliki potensi untuk jalur perdagangan, sehingga sangat perlu border trade dihidupkan kembali, agar ekonomi perbatasan dapat berkembang serta menguntungkan kedua negara," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (Plt Ses BNPP) Widodo Sigit Pudjianto, Selasa (10/7).

Dijelaskan, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi penurunan signifikan dalam nilai dan volume perdagangan di perbatasan. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan yang komprehensif serta dukungan semua pihak agar border trade dapat dibuka kembali. 

"Yang paling utama adalah payung hukum untuk digunakan sebagai dasar pelaksanaan border trade di daerah perbatasan ini," ucapnya.

Kedua negara sedang melakukan review perjanjian Cross Border Agreement (CBA) dan Border Trade Agreement (BTA). Diharapkan, perjanjian dapat diselesaikan tahun ini sehingga mendukung pengaktifan kembali border trade Kaltara-Sabah.

Dato Nordin berharap kerjasama bidang ekonomi di perbatasan segera terlaksana.  Menurutnya, perlu dibentuk sebuah dewan yang menjadi koordinator pelaksanaan border trade. Dewan tersebut nantinya akan memonitor perdagangan di perbatasan, sehingga urusan perdagangan tidak keluar dari jalur yang telah disepakati. 

Kemudian perlu ada perjanjian resmi yang dibuat dan disepakati bersama antara pengusaha di perbatasan, khususnya di Kaltara dan Sabah. Tujuannya agar perdagangan di perbatasan dapat berjalan dengan baik. Perjanjian dimaksud hanya sebagai jembatan sementara agar kebutuhan mendesak saat ini dapat terpenuhi, sambil menunggu selesainya review perjanjian border trade kedua negara. 

Selain itu, yang juga menjadi catatan adalah perlunya pembahasan secara komprehensif mengenai implementasi kerjasama ekonomi sektor perdagangan di wilayah perbatasan terkait pembukaan kembali jalur laut Tawau-Sebatik, Tawau-Nunukan, dan Tawau-Tarakan. Pasalnya, belum dirumuskan payung hukum dan selama ini perdagangan kedua negara baru dilaksanakan melalui konektivitas jalur darat.

 

(Humas BNPP)

Lebih lanjut...

IMT Forum Solusi Penyelesaian Batas Negara Secara Persaudaraan

  • Diterbitkan pada berita

BNPP - Pelaksana Tugas Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Widodo Sigit Pudjianto berharap pertemuan Joint Indonesia-Malaysia Boundary Technical Committee On The Demarcation And Survey Of The International Boundary (IMT) ke-47, menjadi sebuah langkah besar dalam menciptakan persepsi yang sama.

 

Kesamaan persepsi ini tentunya agar mendapatkan solusi penyelesaian batas negara, melalui diskusi dengan suasana keakraban dan persahabatan.

"Mari kita manfaatkan pertemuan ini sebagai momen untuk saling mengakrabkan diri dan memperkuat tali persaudaraan antara kedua negara," kata Widodo Sigit dalam sambutannya di acara Joint Indonesia-Malaysia Boundary Technical Committee On The Demarcation And Survey Of The International Boundary (IMT) ke-47, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/4).

Menurut Sigit, berdasarkan sejarah, Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan erat secara diplomatik. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang kedua negara yang memiliki banyak persamaan sebagai sebuah bangsa dan kedekatan secara geografis sebagai negara bertetangga.

"Oleh karena itu, menjadi sebuah kewajiban bagi kedua negara untuk mempererat hubungan persaudaraan di kemudian hari," katanya.

Melalui forum ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa kedua negara. Hadir dalam acara ini Ketua Delegasi Indonesia Laksamana Pertama Bambang Supriyadi, Ketua Delegasi Malaysia Dato' SR Mohd Noor Bin Isa, serta anggota delegasi dari kedua negara. (Humas BNPP)

 

Lebih lanjut...
Subscribe to this RSS feed
Info for bonus Review William Hill here.