Demi Sinyal Internet, Masyarakat Desa Tawang Rela Pikul Material BTS Berjalan Kaki Dua Hari
By admin bnpp 12 Nov 2021, 09:43:53 WIB

Demi Sinyal Internet, Masyarakat Desa Tawang Rela Pikul Material BTS Berjalan Kaki Dua Hari

JAKARTA - Kesejahteraan masyarakat yang ada di perbatasan negara menjadi fokus Pemerintah. Perlahan tapi pasti berbagai aspek diperbaiki melalui program kegiatan Kementerian/Lembaga anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membangun Base Transceiver Station (BTS) di Desa Tawang, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat untuk memperluas jaringan layanan internet yang mengalir sampai desa.

Asiten Deputi Bidang Infrastruktur Fisik BNPP, Henry Erafat, membenarkan adanya pembangunan BTS di Desa Tawang, Kecamatan Siding yang merupakan salah satu kecamatan Lokasi Prioritas (Lokpri). Selain Desa Tawang, BTS juga dibangun di tiga desa lainnya yaitu Desa Sungkung Dua, Desa Tangguh, dan Desa Hlibuei.

Terkait dengan pembangunan BTS di Desa Tawang, masyarakat sangat antusias dengan adanya pembangunan ini. Atas inisiatif Kepala Desa Tawang, Opianus, sebanyak 40-50 orang masyarakat ikut bergotong royong membawa material pembangunan BTS dari desa tetangga yakni Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas meski harus berjalan kaki selama dua hari demi mewujudkan kedaulatan sinyal internet di kawasan perbatasan.

Opianus membeberkan bahwa hal tersebut harus dilakukan lantaran jalan menuju Desa Tawang masih belum memadai. Diakui Opianus respon masyarakat Desa Tawang terkait pembangunan BTS sangat bagus. 

"Respon masyarakat bagus, cuma terkendala di angkutan material. Harapannya kedepan BTS yang nanti dibangun dapat mempermudah akses komunikasi, pelayanan kepada masyarakat dan Pemerintah melalui teknologi digital," ujar Opianus, Kamis (11/11/2021).

Opianus menyampaikan selain BTS, masyarakat di Desa Tawang juga membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, pengembangan ekonomi, dan lain-lain.

Dilansir dari indonesiabaik.id, BAKTI tengah menerapkan kerja sama operasi (KSO) bersama perusahan operator seluler yang memiliki lisensi di Indonesia. Adapun kerjasama KSO itu sebagai langkah lanjutan memastikan tersedianya suplai sinyal 4G di 7.904 desa dan kelurahan di wilayah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal).

Infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun di total 7.904 lokasi wilayah 3T itu, pembangunannya akan dilakukan dalam dua tahap, di mana 4.200 desa kelurahan dilakukan pada 2021, dan dilanjutkan 3.704 dilakukan di 2022. Sehingga harapannya setelah proyek ini selesai, seluruh wilayah desa dan kelurahan di wilayah 3T dapat mengakses sinyal 4G untuk mendapatkan layanan internet.

Menurut  BAKTI Kominfo, pembangunan BTS 4G di 7.904 lokasi 3T menggenapi upaya pemerintah dalam menutup kesenjangan digital, terutama sebagian besar ada di wilayah Indonesia timur. Setidaknya 5.204 dari total lokasi berada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat atau sekitar 65 persen pekerjaannya. Pembangunan BTS 4G ini dilakukan dengan sumber pembiayaan APBN yang bersumber dari rupiah murni dan PNBP Kominfo Non-BLU.

(Humas BNPP)

Related Tags
perbatasan,
Social Share