Deputi Robert Simbolon: Empat Fungsi Perbatasan Negara Harus Diwujudkan!

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2022 di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (4/8/2022).


By admin bnpp 05 Agu 2022, 21:39:06 WIB

Deputi Robert Simbolon: Empat Fungsi Perbatasan Negara Harus Diwujudkan!

JAKARTA - Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon, menilai program yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga anggota BNPP harus dapat menjangkau empat fungsi perbatasan.

Keempat fungsi perbatasan itu adalah Border as Barriers (perbatasan sebagai penghalang), Border as Bridges (perbatasan sebagai jembatan), Border as Resources (perbatasan sebagai sumber daya), dan Border as Symbol (perbatasan sebagai simbol).

"Intinya apapun yang kita kerjakan di perbatasan negara harus bisa merespon kebutuhan untuk mewujudkan fungsi perbatasan negara seterang-terangnya," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2022 di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Robert mengatakan saat ini Indonesia masih memiliki agenda penyelesaian batas wilayah negara seperti Outstanding Boundary Problems (OBP) di Kalimantan dan Unresolved/Unsurveyed Segments di Nusa Tenggara Timur. Pentingnya percepatan penyelesaian OBP dan unresolved/unsurveyed segments tersebut juga bermakna sebagai upaya percepatan kepastian berfungsinya perbatasan sebagai penghalang, yaitu penghalang bagi masuknya hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem dan kepentingan nasional kita melalui perbatasan. Dalam konteks inilah kita melihat urgensi kehadiran prajurit TNI yang ditugaskan dalam satuan tugas pengamanan perbatasan, disamping sebagai jaminan atas utuhnya wilayah negara kita.

"Ketidakteraturan perbatasan negara masih mungkin terjadi di situasi ketika batas wilayah negara belum final secara demarkatif. Demikian juga dengan mengapa Negara harus menugaskan prajurit TNI untuk menjadi petugas pengamanan perbatasan, itu dalam konteks bagaimana memfungsikan perbatasan negara sebagai barriers tadi", jelasnya. 

Lanjut Robert, perbatasan juga harus dipastikan menjadi jembatan. Jembatan dalam hal ini tercermin dari pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang salah satu fungsinya adalah menjadikan perbatasan sebagai jembatan yang menghubungkan dua negara, terutama jembatan bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan perbatasan negara.

"Dalam perspektif Border as Bridges, tidak boleh negara manapun menutup akses bagi masyarakat untuk berinteraksi lintas negara. Bahkan fakta global sekarang menunjukkan bahwa hubungan antarnegara diwarnai dengan semakin meningkatnya frekuensi perlintasan antar negara melalui perbatasan. Fungsi perbatasan sebagai media penghubung masyarakat antarnegara semakin penting hari ini," sambungnya. 

Sementara itu, perbatasan juga mempunyai fungsi sebagai resources atau sumber daya. Perbatasan negara menjadi tempat yang menyediakan peluang ekonomi bagi bangsa dan negara, termasuk bagi sejumlah kelompok dan lembaga kepentingan lainnya.

Robert mengatakan saat ini aktifitas perekonomian antarnegara di perbatasan negara semakin berkembang. Dalam situasi ini, tentunya perlu diwaspadai potensi terjadinya praktik ilegal, misalnya berupa masuknya barang dari Indonesia ke negara tetangga ataupun sebaliknya melalui jalan tidak resmi.

Lebih lanjut, perbatasan sebagai simbol sudah mulai terwujud dengan hadirnya PLBN. Di PLBN dihadirkan simbol-simbol nasionalitas seperti Patung Proklamator, Burung Garuda, serta nuansa merah putih yang diusahakan selalu menjadi warna yang mendominasi kawasan PLBN.

"Ciri-ciri kebangsaan kita harus terlihat langsung sebagai bagian dari tampilan nasionalisme kita di perbatasan. Inilah yang saya maksudkan antara lain sebagai perwujudan perbatasan negara sebagai beranda dan halaman depan negara", pungkasnya.

(Humas BNPP)

Related Tags
plbn,perbatasan,bnpp,
Social Share