Dorong Percepatan Ekonomi, Pemerintah Prioritaskan Kelompok Pembudidaya Ikan Kampung Holtekamp Jayapura

Keterangan Gambar : Ilustrasi Dokumen Kementerian Kelautan dan Perikanan


By admin humas 08 Feb 2021, 20:47:53 WIB

Dorong Percepatan Ekonomi, Pemerintah Prioritaskan Kelompok Pembudidaya Ikan Kampung Holtekamp Jayapura

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang merupakan anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan merehabilitasi tambak sekaligus membangun kolam ikan dan sarana budidaya benih serta pakan ikan bagi kelompok pembudidaya di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Program kegiatan percepatan ekonomi yang digarap oleh KKP tersebut sesuai dengan lampiran pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Januari 2021.

Sejak Februari Tahun 2010 Distrik Muara Tami telah menjadi salah satu dari lima distrik yang menjadi lokasi pengembagan minapolitan di Kota Jayapura berdasarkan Keputusan Walikota Jayapura Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penetapan Lokasi Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kota Jayapura.

Wilayah Distrik Muara Tami sendiri mempunyai topografi yang bervariasi mulai daratan rendah, pantai sampai dataran berbukit dengan luas wilayah 1.057,62 km2. Dari total luasan sekitar 70 persen diantaranya merupakan kawasan budidaya ikan dan 30 persen sisanya merupakan kawasan nonbudidaya (sippa.ciptakarya.pu.go.id). 

Berdasarkan sidatik.kkp.go.id volume produksi perikanan budidaya Kota Jayapura tahun 2017 sebesar 6.057 Ton dengan rincian jenis budidayanya yaitu 5.930 Ton dari kolam air tenang dan 127,43 Ton dari tambak semi intensif. Total volume tersebut merupakan produksi tertinggi diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. 

Total potensi areal budidaya perikanan di kawasan Kampung Holtekamp sebesar 3.986 Hektar. Dari luasan tersebut sekitar 46,23 persen telah dimanfaatkan oleh pembudidaya dengan komoditas unggulan ikan bandeng, kuwe, nila, mas, bawal dan patin. Luasan potensi terbesar adalah kawasan kolam dan luasan budidaya terkecil adalah kawasan budidaya air tawar khususnya karamba jaring tambak (sippa.ciptakarya.pu.go.id).

Hal-hal tersebut yang menjadi dasar Distrik Muara Tami khususnya Kampung Holtekamp menjadi salah satu wilayah yang mendapat program kegiatan percepatan pembangunan ekonomi pada kawasan perbatasan negara di Skouw.

Dalam lampiran Inpres 1/2021, dijelaskan bahwa program kegiatan dianggap berhasil apabila KKP dapat menyelesaikan rehabilitasi tambak bagi kelompok budidaya di Kampung Holtekamp, pembuatan kolam ikan, dan tersedianya pembangunan sarana budidaya benih dan pakan dengan volume masing-masing satu paket. 

Pelaksanaan dan penyelesaian program kegiatan di Kampung Holtekamp, KKP paling lambat diberi waktu dua tahun terhitung sejak Inpres 1/2021 diterbitkan.


(Humas BNPP)

Related Tags
pksn,perbatasan,
Social Share