Pagu Indikatif RAPBN BNPP Meningkat di Tahun 2022
By admin bnpp 10 Jun 2021, 10:21:59 WIB

Pagu Indikatif RAPBN BNPP Meningkat di Tahun 2022

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian, hadir dalam dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021, Pembicaraan Pendahuluan Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2022 serta Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/2021). 

Dalam kesempatan tersebut Menteri Tito menyampaikan Pagu Indikatif RAPBN BNPP pada Tahun 2022 meningkat. Berdasarkan Surat Bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan No.B238/M.PPN/D.8/PP.04.02/04/2021 dan S-361/MK.02/2021 tanggal 29 April 2021 hal Pagu Indikatif Belanja Kementerian/Lembaga Tahun 2022, Pagu Indikatif BNPP Tahun 2022 adalah sebesar Rp. 247.680.529.000. Sebelumnya Pagu Indikatif BNPP pada Tahun 2021 adalah sebesar Rp. 227.704.562 sebelum akhirnya mengalami dua kali refocusing hingga menjadi sebesar Rp. 214.943.093.  

"Kenaikan Pagu 2022 ini diharapkan untuk sejumlah program, baik program nasional maupun program operasional sarpras dari tujuh PLBN (Pos Lintas Batas Negara) menjadi 10 PLBN," ujar Menteri Tito.

Menteri Tito mengatakan RAPBN Tahun 2022 BNPP mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) apa prioritas nasional pemerintah dan program-program positif yang dikembangkan oleh BNPP sendiri yaitu mulai dari prioritas nasional untuk mengurangi kesenjangan dan pemerataan di wilayah perbatasan, peningkatan sumber daya manusia untuk utama yang melewati PLBN dan lain-lain, sekaligus memperkuat stabilitas politik, hukum, pertahanan keamanan, dan transformasi pelayanan publik di perbatasan. 

Terdapat indikator pembangunan dan proyek prioritas RPJMN Tahun 2020-2024 pada kawasan perbatasan negara Tahun 2022. Indikator pembangunan berupa peningkatan kesejahteraan rata-rata 112 kecamatan yang diprioritaskan untuk dikembangkan bersama K/L lainnya dimana BNPP berperan sebagai koordinator; nilai Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) di 18 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dengan nilai rata-rata sebesar 0,48; terselesaikannya dua Rancangan Perpres Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) perbatasan negara; serta menurunnya jumlah angka pelanggaran lintas batas negara menjadi kurang dari 250.
 
Sementara target prioritas nasional BNPP Tahun 2022 adalah memfasilitasi pemberdayaan masyarakat desa terdepan perbatasan negara sebanyak 180 orang; penyusunan perencanaan pelaksanaan peningkatan sarpras 49 Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT); fasilitasi pelaksanaan koordinasi Instruksi Presiden 1 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Aruk, Motaain dan Skouw; dan juga pelatihan penanggulangan stunting dan gerakan masyarakat sehat di kawasan perbatasan.

Berkenaan Pagu Indikatif BNPP sebesar Rp. 247.680.529.000, Menteri Tito selaku Kepala BNPP dapat memahaminya. "Memang kelihatannya kecil angkanya, tapi BNPP ini bukan lembaga eksekutor utama, tapi adalah lembaga koordinasi semua K/L, jadi lebih anggarannya digunakan untuk koordinasi sehingga semua K/L bisa bergerak dalam rangka untuk mengembangkan daerah perbatasan, memperkuat daerah perbatasan sebagai bumper zone kita," pungkas Menteri Tito.

Komisi II DPR RI telah mendengarkan penyampaian Pagu Indikatif RAPBN Tahun 2022 BNPP sebesar Rp. 247.680.529.000, selanjutnya Komisi II DPR RI akan membahasnya secara mendalam pada Rapat Pembahasan RAPBN Tahun 2022 selanjutnya.

(Humas BNPP)

Related Tags
bnpp,
Social Share
Please Wait... | Cloudflare

Please wait...

We are checking your browser... getajaxx.com

Please stand by, while we are checking your browser...

Why do I have to complete a CAPTCHA?

Completing the CAPTCHA proves you are a human and gives you temporary access to the web property.

What can I do to prevent this in the future?

If you are on a personal connection, like at home, you can run an anti-virus scan on your device to make sure it is not infected with malware.

If you are at an office or shared network, you can ask the network administrator to run a scan across the network looking for misconfigured or infected devices.