Pemerintah Siapkan Lada Kualitas Ekspor Dari Perbatasan Negara

Keterangan Gambar : Lada Kelompok Taruna Tani. Dokumen BNPP


By admin humas 11 Feb 2021, 16:54:53 WIB

Pemerintah Siapkan Lada Kualitas Ekspor Dari Perbatasan Negara

JAKARTA - Anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam hal ini Kementerian Perindustrian akan mengembangkan dan menyelesaikan area sentra industri lada beserta industri kemasan lada kualitas ekspor pada kawasan perbatasan negara di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Program kegiatan ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw. Inpres 1/2021 merupakan komitmen pemerintah untuk hadir di perbatasan negara sekaligus juga keberlanjutan dari prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus juga kedaulatan di wilayah perbatasan.

Pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan negara khususnya Aruk adalah sebagai upaya untuk membanjiri pasar-pasar negara tetangga dengan produk unggulan perkebunan di Kabupaten Sambas yaitu lada.

Dikutip dari cybex.pertanian.go.id, komoditas lada memberikan kontribusi yang besar untuk negara Indonesia dari sektor perkebunan dengan luas tanam terbesar se Asia Tenggara yaitu 74,61 persen. Kabupaten Sambas merupakan daerah penghasil lada terbesar di Kalimatan Barat setelah Kabupaten Bengkayang. Jika dikembangkan potensi lada sangatlah menjajikan karena harganya yang relatif tinggi apabila diekspor, khususnya ke Malaysia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut Bupati Sambas diinstruksikan untuk memfasilitasi penyediaan lahan, mempercepat proses perizinan sesuai dengan kewenangannya, dan menyediakan anggaran yang diperlukan untuk pelaksanaan program oleh dinas atau unit kerja terkait.

Sebagai informasi, November 2020 lalu BNPP berkesempatan mengunjungi kelompok Taruna Tani Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat untuk melihat secara langsung potensi lada disana. Mereka mengatakan lada Bengkayang mempunyai daun lebar dengan kandungan minyak asirin yang banyak, dan masa panen sesuai dengan teknis budidaya untuk mendapatkan kandungan minyak asirin yang maksimal. 

Kelompok Taruna Tani dapat mengekspor paling sedikit 500 kilogram dan paling banyak satu Ton ke Malaysia dengan harga per kilogram lada hitam Rp 29.000, sedangkan lada putih Rp 40.000 sampai dengan Rp 50.000. Petani sangat merasakan keuntungan yang didapat dari menanam lada dengan meningkatnya kesejahteraan petani yang dapat menyekolahkan anak-anaknya serta membangun rumah.

Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan sentra industri lada beserta industri kemasan lada kualitas ekspor di sekitar kawasan perbatasan Aruk yaitu Kecamatan Sejangkung. Kementerian Perindustrian akan menyelesaikan program kegiatan ini paling lambat dua tahun terhitung sejak Inpres 1/2021 dikeluarkan.


(Humas BNPP)

Related Tags
pksn,perbatasan,
Social Share