Peternakan Sapi di Perbatasan NTT-Timor Leste Jadi Prioritas Kementan

Keterangan Gambar : Dokumen BNPP


By admin humas 19 Feb 2021, 15:59:56 WIB

Peternakan Sapi di Perbatasan NTT-Timor Leste Jadi Prioritas Kementan

JAKARTA - Kementerian Pertanian yang merupakan anggota Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan mengembangkan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Motaain melalui program penyediaan bibit sapi dalam rangka peningkatan produksi ternak dan pembangunan rumah potong hewan standar ekspor di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program kegiatan yang disebutkan diatas tertuang pada lampiran Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw yang telah ditandatangani Presiden sejak 11 Januari 2021.

Sektor peternakan adalah salah satu sektor unggulan bagi Kabupaten Belu, dimana sapi merupakan Produk Unggulan Kabupaten (Prukab). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, pada tahun 2019 Kabupaten Belu menduduki urutan kelima penyumbang populasi sapi potong di NTT yaitu 74.126 ekor. Sedangkan untuk produksi daging sapi Kabupaten Belu berada di urutan ketujuh yaitu 541,995 ton. 

Saat tim BNPP mengunjungi peternakan Sonis Laloran di Kecamatan Tasifeto Barat, Kadis Peternakan Kabupaten Belu, Niko Umbu, memberikan keterangan bahwa setiap tahun Kabupaten Belu mempunyai kuota dari Provinsi NTT untuk menyediakan sapi siap kirim ke Jawa dan Kalimantan sebanyak 5.000 ekor. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Belu terus berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk beternak sapi dengan cara mengadakan kontes ternak sapi pada tahun 2019 lalu. Kontes ternak itu dimaksudkan untuk menggugah perhatian peternak akan pentingnya perbaikan produksi dan produktivitas ternak serta mendorong peternak menghasilkan sapi bernilai ekonomis tinggi. 

Selain hal tersebut, kontes ternak ini merupakan media promosi untuk memperkenalkan potensi di sektor peternakan Kabupaten Belu baik di tingkat regional maupun nasional.

Oleh karena itu, potensi peternakan sapi di Kecamatan Tasifeto Timur memerlukan dorongan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian agar pemenuhan bibit sapi yang unggul dan berkualitas ekspor dapat terealisasikan serta ekonomi masyarakat perbatasan dapat meningkat.

Untuk menyelesaikan program penyediaan bibit sapi dalam rangka peningkatan produksi ternak dan pembangunan rumah potong hewan standar ekspor di Kecamatan Tasifeto Timur ini biaya akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kementerian Pertanian diberikan waktu paling lambat dua tahun untuk menyelesaikan penyediaan bibit sapi dalam rangka peningkatan produksi ternak dan pembangunan rumah potong hewan standar ekspor di Kecamatan Tasifeto Timur dengan volume satu unit.


(Humas BNPP)

Related Tags
pksn,perbatasan,
Social Share