Tutup Semua Jalur Non Resmi, Warga Perbatasan RI-PNG Diminta Hanya Lewati PLBN Skouw

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Penanganan Isu-Isu Lintas Batas RI-PNG (Dok BNPP)


By admin bnpp 28 Apr 2021, 15:21:13 WIB

Tutup Semua Jalur Non Resmi, Warga Perbatasan RI-PNG Diminta Hanya Lewati PLBN Skouw

JAKARTA - Warga perbatasan Indonesia (RI)-Papua New Guinea (PNG) yang akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diminta melewati jalur resmi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw. Hal ini dipertegas dengan penutupan jalur non resmi yang berada di sekitar PLBN Skouw, Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Penutupan jalur non resmi diluar PLBN Skouw telah melalui kesepakatan bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua dalam Rapat Koordinasi Penanganan Isu-Isu Lintas Batas RI-PNG, di Hotel Horison Entrop, Selasa (27/4/2021).

Dalam situasi pandemi Covid-19 yang sudah berjalan satu tahun lebih ini, jalur-jalur non resmi banyak bermunculan bahkan lokasinya berdekatan dengan jalur resmi PLBN Skouw. Untuk mencegah persebaran Covid-19 melalui jalur non resmi dan menegaskan keberadaan PLBN Skouw yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, maka langkah penutupan jalur non resmi ini harus diimplementasikan dengan dukungan seluruh stakeholder.

Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP, Murtono, menuturkan dengan penutupan jalur non resmi tersebut bukan berarti Pemerintah Pusat maupun Provinsi dan Kota Jayapura tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat PNG yang membutuhkan dukungan kerjasama. 

Murtono menjelaskan pemerintah melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Papua akan berkoordinasi lebih lanjut dengan konsultan RI di PNG agar warga yang akan berbelanja diminta menggunakan jalur resmi PLBN Skouw. Pemerintah RI tetap memfasilitasi kegiatan tersebut asalkan tetap dalam koridor yang resmi.

"Jadi intinya PLBN akan memfasilitasi sepanjang pemerintah PNG juga menjaga ketertiban bersama, artinya semua yang dapat melintas harus tertib dokumen," ujar Murtono dalam keterangan tertulisnya.

Murtono menyampaikan harapannya agar implementasi dari pertemuan ini segera ditidaklanjuti oleh stakeholder terkait, agar pembahasan penutupan jalur non resmi tidak hanya berhenti di forum rapat saja.

"Seluruh stakeholder terkait di Papua dalam hal ini kota Jayapura segara mengimplementasikan penutupan jalur tidak resmi di sekitar PLBN Skouw," sambungnya.

Di samping pembahasan penutupan jalur non resmi di perbatasan RI-PNG, isu terkait penebangan pohon secara ilegal oleh perusahaan Malaysia yang berada di Papua Nugini juga dibahas dalam rapat ini.

Terkait dengan penebangan pohon secara ilegal di daerah perbatasan, Murtono mengatakan, BPPD Provinsi Papua akan membentuk tim bersama dengan stakeholder terkait untuk bersama-sama memvalidasi data agar tidak menimbulkan klaim sepihak.

"Untuk BPPD Provinsi Papua sudah sepakat dibentuk tim agar dilakukan komunikasi persuasif bukan saling mengklaim, sedangkan BNPP pusat akan melakukan komunikasi dengan stakeholder terkait permasalahan illegal logging ini," pungkasnya.

Keterangan tambahan disampaikan Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai. Ia menjelaskan telah menerima informasi dari Kepala Kampung dan juga Dinas Kehutanan Provinsi Papua. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan konsulat RI di PNG untuk melakukan join verifikasi.

"Artinya verifikasi bersama dengan pemerintah PNG dalam hal ini instansi teknis terkait. Tidak asal verifikasi di kita secara internal saja, tetapi verifikasi bersama dengan PNG karena kita harus menjaga perbatasan ini dengan baik," ujar Suzana dikutip dari lintaspapua.com.


(Humas BNPP dan Sumber Lain)

Related Tags
plbn,perbatasan,
Social Share
Attention Required! | Cloudflare

One more step

Please complete the security check to access getajaxx.com

Please stand by, while we are checking your browser...

Why do I have to complete a CAPTCHA?

Completing the CAPTCHA proves you are a human and gives you temporary access to the web property.

What can I do to prevent this in the future?

If you are on a personal connection, like at home, you can run an anti-virus scan on your device to make sure it is not infected with malware.

If you are at an office or shared network, you can ask the network administrator to run a scan across the network looking for misconfigured or infected devices.