|
Berita
Berita BNPP
Sekretaris BNPP RI Hadiri Festival Budaya Biak 2025, Dorong Promosi Pariwisata dan Penguatan Identitas Perbatasan Timur Indonesia
Dibuat Admin BNPP
19 Oct 2025, 17:22 WIB







Biak Numfor, Papua - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol. Makhruzi Rahman, mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI, menghadiri Festival Budaya Biak Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Cenderawasih Biak, Sabtu (18/10/2025) malam.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Bupati Supiori, Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan (Deputi II) BNPP RI Irjen Pol. Edfrie R. Maith, Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kebangsaan, serta Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI Fauzan Hasan.
Hadir pula Anggota DPR RI Dapil Papua Ruth Naomi Rumkabu, unsur Forkopimda Kabupaten Biak Numfor, tokoh agama, tokoh adat, seniman, pelajar, wisatawan domestik dan mancanegara, serta masyarakat Biak Numfor.
Dengan mengusung tema “Mencintai Budaya, Membentuk Karakter,” Festival Budaya Biak Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam pelestarian warisan budaya masyarakat Biak yang sarat nilai dan filosofi luhur.
Festival ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional ke wilayah Biak Numfor.
Menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI, Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan seluruh masyarakat yang konsisten menjaga dan memajukan budaya lokal.
“Salam hormat dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan seluruh masyarakat Biak atas upaya bersama membangun bangsa yang maju, adil, dan berkelanjutan,” ujar Komjen Pol. Makhruzi.
Ia juga menegaskan bahwa Festival Budaya Biak merupakan momentum penting untuk memperkuat daya tarik wisata dan memperluas promosi budaya ke tingkat nasional maupun internasional.
“Festival ini menjadi pintu gerbang yang membuka peluang besar bagi Biak untuk memperkenalkan kekayaan lokal, kearifan budaya, sekaligus memperkuat posisi Biak sebagai daerah strategis di kawasan timur Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut dalam sambutannya Komjen Pol. Makhruzi Rahman juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Biak Numfor dalam konteks pengelolaan batas wilayah negara. Biak merupakan salah satu kabupaten perbatasan di kawasan timur Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik.
“Dari 12 distrik yang ada di Biak Numfor, delapan di antaranya termasuk dalam kategori kecamatan perbatasan prioritas sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2025-2029 dan Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan 2025-2029,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital sebagai sektor unggulan pembangunan daerah. Menurutnya, pemanfaatan budaya tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara signifikan.
“Budaya merupakan daya tarik wisata yang memiliki kekuatan besar untuk membangun daerah. Melalui pengembangan budaya, kita dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjaga kelestarian warisan budaya Biak,” ujar Bupati Markus.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Budaya Biak 2025 menjadi tonggak penting untuk menempatkan Biak sebagai salah satu pusat kebudayaan di kawasan Pasifik.
“Festival ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempersiapkan karnaval budaya bertaraf internasional yang akan diadakan khusus untuk wilayah Pasifik pada tahun depan,” kata Aryoko.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi pesta budaya tahunan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga dan mempromosikan budaya Biak secara lebih luas.
Festival Budaya Biak 2025 ini menampilkan berbagai atraksi khas daerah seperti Parade Wor dan Apen Bayeren yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.
Parade Wor menampilkan pawai budaya dengan tarian sakral, nyanyian tradisional, serta busana adat Biak yang megah. Sementara Apen Bayeren merupakan tradisi dengan berjalan di atas bara api yang menggambarkan keberanian, kemurnian hati, dan penghormatan terhadap leluhur, menjadi simbol kekuatan spiritual masyarakat Biak.
Festival Budaya Biak Tahun 2025 tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan tradisi lokal, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur, sekaligus membuka ruang bagi Biak Numfor untuk semakin meneguhkan perannya sebagai pintu gerbang budaya dan pariwisata Indonesia di kawasan timur Indonesia.
Penulis: Bagas R
(Humas BNPP RI)
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026