Logo BNPP
Badan Nasional Pengelola PerbatasanRepublik Indonesia (BNPP RI)
Beranda

|

Berita

Berita BNPP

BIMP–EAGA: Membangun Diplomasi Ekonomi dari Perbatasan ASEAN

Dibuat Admin BNPP

15 Oct 2025, 11:16 WIB

BIMP–EAGA: Membangun Diplomasi Ekonomi dari Perbatasan ASEAN

Oleh: Drs. Hamidin - Kelompok Ahli BNPP RI


Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) memandang kerja sama lintas negara di kawasan perbatasan sebagai kunci penting dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional.


Sebagai lembaga yang berperan mengoordinasikan kebijakan antar kementerian dan lembaga, BNPP RI menilai keterlibatan aktif Indonesia dalam Brunei–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP–EAGA) merupakan langkah strategis dalam mengembangkan kawasan perbatasan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.


Membangun Ekonomi dari Pinggiran ASEAN


Ketika kawasan timur Asia Tenggara kerap dianggap sebagai "pinggiran" yang jauh dari pusat pembangunan, empat negara terdiri dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina pada tahun 1994 justru membalik pandangan itu. 


Melalui pembentukan BIMP–EAGA, keempat negara sepakat bahwa wilayah perbatasan dan daerah terpencil yang kaya potensi alam harus menjadi motor baru pertumbuhan regional.


Inisiatif ini mencakup kawasan timur Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua), Sabah dan Sarawak di Malaysia, Mindanao di Filipina, serta seluruh Brunei Darussalam. Dengan luas wilayah mencapai lebih dari 1,6 juta kilometer persegi dan populasi sekitar 70 juta jiwa, BIMP–EAGA menghadirkan peluang besar bagi penguatan konektivitas maritim, pengembangan perdagangan lintas batas, dan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.


Jalur Lama, Semangat Baru


Sejak berabad-abad lalu, hubungan masyarakat di wilayah-wilayah seperti Tarakan, Tawau, Zamboanga, dan Bandar Seri Begawan telah terjalin erat melalui jalur laut tradisional. 


BIMP–EAGA hadir untuk menghidupkan kembali semangat konektivitas tersebut dalam format kerja sama modern yang menempatkan perbatasan bukan sebagai batas pemisah, melainkan jembatan kemajuan antarbangsa.


​Kerja sama ini berfokus pada penguatan konektivitas, logistik, perdagangan, investasi, pariwisata berkelanjutan, pertanian dan perikanan terpadu, serta kerja sama energi dan lingkungan hidup. 


Semua sektor ini saling terkait untuk membentuk fondasi ekonomi kawasan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di jantung Asia Tenggara.


Dalam konteks nasional, kawasan timur Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung antarnegara anggota BIMP–EAGA.


Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) modern di wilayah seperti Nunukan, Sebatik, dan Miangas menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi ekonomi dapat berjalan seiring dengan penguatan fungsi pertahanan dan pelayanan masyarakat perbatasan.


BIMP–EAGA dan Diplomasi Ekonomi Indonesia


BNPP RI, bersama Kementerian Dalam Negeri, terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan pengelolaan perbatasan di koridor BIMP–EAGA berjalan efektif. 


Upaya tersebut meliputi integrasi data lintas batas, pengawasan arus orang dan barang, serta peningkatan kapasitas kepala PLBN adalah langkah nyata untuk memastikan pembangunan perbatasan berlangsung aman dan produktif.


BIMP–EAGA tidak sekadar forum kerja sama ekonomi, melainkan instrumen nyata diplomasi pembangunan. Konsep Poros Maritim Dunia yang digagas Presiden Joko Widodo menemukan relevansinya dalam kerja sama ini, di mana masyarakat perbatasan berperan sebagai aktor utama pembangunan. 


Diplomasi dalam konteks BIMP–EAGA tidak hanya dijalankan oleh pejabat pemerintah, tetapi juga oleh nelayan, pedagang, dan pelaku usaha kecil lintas batas yang menjaga denyut ekonomi kawasan.


Berbagai forum strategis, seperti BIMP–EAGA Ministerial Meeting dan BIMP–EAGA Business Council, terus mendorong keterpaduan kebijakan antarnegara. Salah satu hasil konkret adalah pembukaan kembali jalur pelayaran roll-on roll-off (RoRo) Bitung–Davao–General Santos yang menghidupkan kembali jalur dagang laut Indonesia–Filipina. 


Jalur udara yang menghubungkan Tarakan, Kota Kinabalu, dan Zamboanga juga tengah dikembangkan sebagai bentuk nyata peningkatan mobilitas ekonomi di kawasan timur ASEAN.


Peluang dan Tantangan ke Depan


​Setelah lebih dari tiga dekade berjalan, kerja sama BIMP–EAGA telah menunjukkan hasil konkret, tetapi juga menghadapi tantangan yang kompleks. Infrastruktur dasar di banyak daerah perbatasan masih terbatas, dan harmonisasi kebijakan investasi antarnegara belum sepenuhnya tercapai. 


Di sisi lain, isu keamanan maritim, penyelundupan lintas batas, dan degradasi lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang memerlukan koordinasi lintas sektor dan batas.


​Meskipun demikian, potensi kawasan ini tetap sangat besar. BIMP–EAGA kini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi biru di Asia Tenggara. Sumber daya perikanan, energi terbarukan, dan wisata bahari berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan yang berkelanjutan. 


Dalam hal ini, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan.


Dari Kerja Sama Menuju Keberlanjutan


Lebih dari sekadar kerja sama subregional, BIMP–EAGA menjadi laboratorium bagi integrasi ASEAN yang inklusif. Ia menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan.


Bagi Indonesia, partisipasi aktif dalam BIMP–EAGA sejalan dengan mandat BNPP RI untuk membangun dari pinggiran, memperkuat konektivitas nasional, dan menghadirkan negara di wilayah perbatasan. 


Dalam konteks ini, perbatasan bukan lagi wilayah terluar yang terabaikan, melainkan garda depan pembangunan dan diplomasi bangsa yang mencerminkan wajah Indonesia sebagai negara maritim yang maju, terbuka, dan berdaulat.




(Humas BNPP RI)

Foto: Asean.org

Share

Kategori Berita

Berita BNPP

1162

PLBN

744

Berita Nasional

70

Berita Perbatasan

253

Pers Rilis

41

Berita Utama

725

Berita Terbaru

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/ee1c951b-3f12-4d89-93ba-82676e8451d5.jpeg

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/54316da1-4658-4583-8ec8-2707643a9168.jpeg

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/3dd44e6f-d500-4ee0-b4bd-7c5b6b068480.jpeg

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/d6ce9171-5217-46ad-97c0-2361326a85cf.jpeg

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/05ae27f5-2b50-4796-901c-bf544a1e0331.jpeg

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Berita Terkait
Logo BNPP

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

Location Icon

Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

Phone Icon

021-31924491

Email Icon

info@bnpp.go.id

White Facebook Icon
White Twitter Icon
White Instagram Icon
White Tiktok Icon
White Youtube Icon

© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026