Logo BNPP
Badan Nasional Pengelola PerbatasanRepublik Indonesia (BNPP RI)
Beranda

|

Berita

Berita BNPP

Dorong Ekonomi Kreatif Perbatasan, BNPP Gelar Pelatihan untuk Peningkatan Kapasitas SDM Usaha Mikro di Sintang

Dibuat Admin BNPP

27 Oct 2024, 17:36 WIB

Dorong Ekonomi Kreatif Perbatasan, BNPP Gelar Pelatihan untuk Peningkatan Kapasitas SDM Usaha Mikro di Sintang

JAKARTA — Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi tuan rumah acara penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan bagi pelaku usaha mikro di sektor ekonomi kreatif pada 23-24 Oktober 2024. 


Kegiatan yang berlangsung di Balai Ruai Kantor Bupati Sintang ini bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pasar, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi namun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pemasaran.


Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKDP) dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Brigjen Pol Edfrie Richard Maith, menyampaikan, kegiatan ini adalah bagian dari upaya BNPP untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di perbatasan. 


"Dengan pelatihan ini, kami berharap para pelaku usaha mikro di Sintang dapat mengembangkan keterampilan teknis dan digital mereka, sehingga dapat memperluas pasar mereka, tidak hanya di lingkup lokal, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.


Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan teknologi digital dalam bisnis semakin menjadi kebutuhan utama. "Ketika UMKM mengadopsi teknologi digital dalam berwirausaha, mereka tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga dapat bersaing secara global,” tandasnya.


Menurutnya, pemasaran digital memungkinkan produk UMKM lokal dikenal lebih luas, bahkan di tingkat nasional dan internasional. Hal ini sangat penting bagi wilayah seperti Sintang yang memiliki potensi ekonomi kreatif namun belum didukung infrastruktur yang memadai. 


“Kami ingin produk UMKM Sintang tidak hanya dikenal di Kalimantan Barat, tetapi juga menarik minat konsumen di luar daerah,” tambahnya.


Sektor ekonomi kreatif di perbatasan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Selain kerajinan dan olahan makanan, sektor ini juga mencakup potensi perkebunan seperti karet, lada, dan sawit, serta sektor pariwisata berbasis alam dan budaya. Namun, Sintang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan hingga keterbatasan infrastruktur.

“Wilayah perbatasan memang menghadapi banyak kendala, namun kami optimis jika SDM yang ada dibekali keterampilan yang memadai, mereka akan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk pembangunan ekonomi,” jelas Brigjen Pol Edfrie Richard Maith. 


Salah satu rencana ke depan adalah mempercepat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sungai Kelik yang akan berperan penting dalam mendorong produk lokal ke pasar internasional.


Dalam pelatihan ini, hadir dua narasumber yang ahli di bidangnya. Anom Prabowo, pengrajin dari Sleman, Yogyakarta, memberikan pelatihan mengenai pengolahan produk berbahan baku pisang menjadi berbagai jenis makanan seperti bolu pisang, nugget pisang, dan keripik pisang, hingga teknik pengemasan produk. 


Sedangkan, Rita Cahayasari, pakar pemasaran digital, membawakan materi tentang strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan jangkauan pasar. Dalam sesi ini, ia memberikan panduan praktis tentang bagaimana menggunakan platform digital secara efektif dan efisien.


H. Zulkarnain, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sintang, menyambut baik program ini. 


"Pelatihan ini sangat penting bagi kami, khususnya untuk masyarakat di wilayah perbatasan seperti Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu. Ke depannya, pemerintah daerah akan mengupayakan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui dana APBD, sehingga pelaku usaha di perbatasan bisa semakin mandiri dan berdaya saing," ujarnya.


Sementara itu, Dedy Yulianto, Fungsional Perencana Ahli Muda BNPP-RI, yang mewakili Asisten Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP-RI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM di Sintang dengan memberikan pelatihan yang fokus pada pengembangan kompetensi teknis dan kewirausahaan. 


“Kami ingin membangun ekosistem usaha mikro yang solid, di mana mereka tidak hanya mampu mengembangkan produk berkualitas tetapi juga memiliki akses pemasaran yang baik,” ungkap Dedy.


Pentingnya pelatihan kewirausahaan ini juga terkait dengan minimnya keterampilan teknis dan akses pelatihan di wilayah perbatasan. Untuk itu, program pelatihan ini mencakup materi seperti desain produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 


Selain itu, program ini juga memberikan akses konsultasi dan kemitraan bagi para pelaku usaha agar mereka dapat memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas.


BNPP juga merencanakan strategi jangka panjang yang berfokus pada pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di Sintang. Program pembinaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaku usaha mampu mengembangkan potensi usaha dengan kualitas produk yang semakin baik. 


“Kami tidak hanya memberikan pelatihan sekali, tetapi juga melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan usaha mikro di Sintang,” ujar Dedy.


Strategi ini melibatkan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan inkubasi bisnis, guna memperkuat akses pembiayaan dan pemasaran. “Kami berharap, melalui kemitraan yang kuat, pelaku usaha di Sintang bisa mendapatkan dukungan yang cukup untuk mengembangkan usaha mereka hingga tingkat internasional,” tambahnya.


Hari Pertama: Pelatihan Olahan Pisang sebagai Produk Unggulan


Hari pertama pelatihan difokuskan pada pengembangan produk olahan pisang yang diisi oleh Anom Prabowo dari Ikatan Pengrajin Sleman, Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik pengolahan pisang menjadi produk yang bernilai tinggi, mulai dari bolu pisang, nugget pisang, hingga stik pisang aneka rasa. Selain itu, peserta juga diajarkan cara pengemasan yang menarik dan profesional agar produk tersebut dapat bersaing di pasaran.


Anom mengungkapkan, “Pisang merupakan bahan baku yang mudah diperoleh di Sintang, dan dengan kreativitas, dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki daya jual tinggi. Kami ingin para pelaku usaha di sini mampu memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan produk yang inovatif dan menarik minat pasar.”


Hari Kedua: Optimalisasi Pemasaran Digital


Pada hari kedua, fokus pelatihan beralih ke pemasaran digital yang dibawakan oleh Rita Cahayasari. Ia memberikan materi tentang strategi pemasaran efektif melalui media sosial serta cara meningkatkan interaksi dengan pelanggan secara online. Rita menjelaskan bahwa pemasaran digital adalah cara paling efisien untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif rendah.

“Pelaku usaha mikro di Sintang perlu memahami cara memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Dengan strategi yang tepat, mereka bisa meningkatkan penjualan dan menekan biaya promosi,” ujar Rita. 


Ia juga berbagi tips dan trik kepada peserta untuk meningkatkan traffic situs web usaha mereka serta cara mengoptimalkan media sosial agar lebih mudah diakses calon konsumen.


Melalui kegiatan ini, BNPP dan Pemerintah Kabupaten Sintang berharap agar pelaku usaha mikro di wilayah perbatasan dapat terus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Harapannya, dengan pelatihan berkelanjutan, mereka dapat menjadi lebih mandiri dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kapasitas SDM ini menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu mendorong perekonomian di kawasan perbatasan.

JAKARTA — Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi tuan rumah acara penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan bagi pelaku usaha mikro di sektor ekonomi kreatif pada 23-24 Oktober 2024. 


Kegiatan yang berlangsung di Balai Ruai Kantor Bupati Sintang ini bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan pasar, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi namun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pemasaran.


Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKDP) dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Brigjen Pol Edfrie Richard Maith, menyampaikan, kegiatan ini adalah bagian dari upaya BNPP untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di perbatasan. 


"Dengan pelatihan ini, kami berharap para pelaku usaha mikro di Sintang dapat mengembangkan keterampilan teknis dan digital mereka, sehingga dapat memperluas pasar mereka, tidak hanya di lingkup lokal, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.


Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan teknologi digital dalam bisnis semakin menjadi kebutuhan utama. "Ketika UMKM mengadopsi teknologi digital dalam berwirausaha, mereka tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga dapat bersaing secara global,” tandasnya.


Menurutnya, pemasaran digital memungkinkan produk UMKM lokal dikenal lebih luas, bahkan di tingkat nasional dan internasional. Hal ini sangat penting bagi wilayah seperti Sintang yang memiliki potensi ekonomi kreatif namun belum didukung infrastruktur yang memadai. 


“Kami ingin produk UMKM Sintang tidak hanya dikenal di Kalimantan Barat, tetapi juga menarik minat konsumen di luar daerah,” tambahnya.


Sektor ekonomi kreatif di perbatasan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Selain kerajinan dan olahan makanan, sektor ini juga mencakup potensi perkebunan seperti karet, lada, dan sawit, serta sektor pariwisata berbasis alam dan budaya. Namun, Sintang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan hingga keterbatasan infrastruktur.


“Wilayah perbatasan memang menghadapi banyak kendala, namun kami optimis jika SDM yang ada dibekali keterampilan yang memadai, mereka akan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk pembangunan ekonomi,” jelas Brigjen Pol Edfrie Richard Maith. 


Salah satu rencana ke depan adalah mempercepat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sungai Kelik yang akan berperan penting dalam mendorong produk lokal ke pasar internasional.


Dalam pelatihan ini, hadir dua narasumber yang ahli di bidangnya. Anom Prabowo, pengrajin dari Sleman, Yogyakarta, memberikan pelatihan mengenai pengolahan produk berbahan baku pisang menjadi berbagai jenis makanan seperti bolu pisang, nugget pisang, dan keripik pisang, hingga teknik pengemasan produk. 


Sedangkan, Rita Cahayasari, pakar pemasaran digital, membawakan materi tentang strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan jangkauan pasar. Dalam sesi ini, ia memberikan panduan praktis tentang bagaimana menggunakan platform digital secara efektif dan efisien.


H. Zulkarnain, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Sintang, menyambut baik program ini. 


"Pelatihan ini sangat penting bagi kami, khususnya untuk masyarakat di wilayah perbatasan seperti Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu. Ke depannya, pemerintah daerah akan mengupayakan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui dana APBD, sehingga pelaku usaha di perbatasan bisa semakin mandiri dan berdaya saing," ujarnya.


Sementara itu, Dedy Yulianto, Fungsional Perencana Ahli Muda BNPP-RI, yang mewakili Asisten Potensi Kawasan Perbatasan Darat BNPP-RI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM di Sintang dengan memberikan pelatihan yang fokus pada pengembangan kompetensi teknis dan kewirausahaan. 


“Kami ingin membangun ekosistem usaha mikro yang solid, di mana mereka tidak hanya mampu mengembangkan produk berkualitas tetapi juga memiliki akses pemasaran yang baik,” ungkap Dedy.


Pentingnya pelatihan kewirausahaan ini juga terkait dengan minimnya keterampilan teknis dan akses pelatihan di wilayah perbatasan. Untuk itu, program pelatihan ini mencakup materi seperti desain produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 


Selain itu, program ini juga memberikan akses konsultasi dan kemitraan bagi para pelaku usaha agar mereka dapat memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas.


BNPP juga merencanakan strategi jangka panjang yang berfokus pada pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di Sintang. Program pembinaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaku usaha mampu mengembangkan potensi usaha dengan kualitas produk yang semakin baik. 


“Kami tidak hanya memberikan pelatihan sekali, tetapi juga melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan usaha mikro di Sintang,” ujar Dedy.


Strategi ini melibatkan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan inkubasi bisnis, guna memperkuat akses pembiayaan dan pemasaran. “Kami berharap, melalui kemitraan yang kuat, pelaku usaha di Sintang bisa mendapatkan dukungan yang cukup untuk mengembangkan usaha mereka hingga tingkat internasional,” tambahnya.


Hari Pertama: Pelatihan Olahan Pisang sebagai Produk Unggulan


Hari pertama pelatihan difokuskan pada pengembangan produk olahan pisang yang diisi oleh Anom Prabowo dari Ikatan Pengrajin Sleman, Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik pengolahan pisang menjadi produk yang bernilai tinggi, mulai dari bolu pisang, nugget pisang, hingga stik pisang aneka rasa. Selain itu, peserta juga diajarkan cara pengemasan yang menarik dan profesional agar produk tersebut dapat bersaing di pasaran.


Anom mengungkapkan, “Pisang merupakan bahan baku yang mudah diperoleh di Sintang, dan dengan kreativitas, dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki daya jual tinggi. Kami ingin para pelaku usaha di sini mampu memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan produk yang inovatif dan menarik minat pasar.”


Hari Kedua: Optimalisasi Pemasaran Digital


Pada hari kedua, fokus pelatihan beralih ke pemasaran digital yang dibawakan oleh Rita Cahayasari. Ia memberikan materi tentang strategi pemasaran efektif melalui media sosial serta cara meningkatkan interaksi dengan pelanggan secara online. Rita menjelaskan bahwa pemasaran digital adalah cara paling efisien untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas dengan biaya yang relatif rendah.


“Pelaku usaha mikro di Sintang perlu memahami cara memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Dengan strategi yang tepat, mereka bisa meningkatkan penjualan dan menekan biaya promosi,” ujar Rita. 


Ia juga berbagi tips dan trik kepada peserta untuk meningkatkan traffic situs web usaha mereka serta cara mengoptimalkan media sosial agar lebih mudah diakses calon konsumen.


Melalui kegiatan ini, BNPP dan Pemerintah Kabupaten Sintang berharap agar pelaku usaha mikro di wilayah perbatasan dapat terus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Harapannya, dengan pelatihan berkelanjutan, mereka dapat menjadi lebih mandiri dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kapasitas SDM ini menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu mendorong perekonomian di kawasan perbatasan.

Share

Kategori Berita

Berita BNPP

1162

PLBN

744

Berita Nasional

70

Berita Perbatasan

253

Pers Rilis

41

Berita Utama

725

Berita Terbaru

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/ee1c951b-3f12-4d89-93ba-82676e8451d5.jpeg

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/54316da1-4658-4583-8ec8-2707643a9168.jpeg

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/3dd44e6f-d500-4ee0-b4bd-7c5b6b068480.jpeg

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/d6ce9171-5217-46ad-97c0-2361326a85cf.jpeg

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/05ae27f5-2b50-4796-901c-bf544a1e0331.jpeg

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Berita Terkait
Logo BNPP

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

Location Icon

Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

Phone Icon

021-31924491

Email Icon

info@bnpp.go.id

White Facebook Icon
White Twitter Icon
White Instagram Icon
White Tiktok Icon
White Youtube Icon

© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026