Logo BNPP
Badan Nasional Pengelola PerbatasanRepublik Indonesia (BNPP RI)
Beranda

|

Berita

Berita BNPP

Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo

Dibuat Admin BNPP

19 Aug 2025, 9:20 WIB

Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo
Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo
Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo
Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo
Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo
Kisah Bonafacio, Harapan Mantan Milisi untuk Pembangunan Perbatasan dan Presiden Prabowo

NAPAN, TIMOR TENGAH UTARA - 17 Agustus 2025, perjalanan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) genap berusia 80 tahun. Di balik pembangunan gedung megah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, terselip harapan salah satu mantan milisi Pro Integrasi Indonesia, agar masyarakat adat terlibat aktif dalam pembangunan perbatasan negara.


Namanya Bonafacio Bobo (55), Ia masih mengenakan ikat kepala bertanduk yang disebut Pilu, dan Kain sarung Bete khas Bikomi Utara, saat tiba di PLBN Napan. Dengan sedikit nada gemetar, Bapak Bone, panggilan akrabnya, mengenang perang Indonesia dengan Timor Leste yang akhirnya membawa pada referendum Bumi Timor Lorosae tersebut.


Pilihan tak mudah memang, bergabung bersama milisi pro integrasi Indonesia sama halnya dianggap penghianat oleh sanak saudaranya. Sanak saudaranya lebih banyak berkeras angkat senjata untuk meninggalkan Indonesia, memilih menentukan nasib sendiri.


Tetapi Bapak Bone memilih meninggalkan tanah kelahirannya di Desa Bobomoto, Oesilo, Timor Leste. Bapak Bone bulat memilih untuk berjuang bersama milisi pro integrasi lainnya karena masih menaruh harapan besar untuk Indonesia.


"Tetapi ini pilihan ideologi, dan saya masih menaruh harapan besar untuk Indonesia waktu itu," katannya dengan sedikit campuran dialek khas Bikomi Utara, Bahasa Dawan.


Gelombang pergumulan batin yang menyita perasaan dan menguras air mata terus Bapak Bone alami. Hingga akhirnya, ia menyempatkan pulang kekampungnya sesaat, untuk menjemput kerinduan di tengah perang yang berkecamuk. Pada tahun 1998, usianya beranjak 25 tahun.


Tetapi, bukan sajian kudapan atau senyum ramah yang dirinya terima. Ia pulang dengan pelukan duka, manakala mendapati salah seorang keluarganya tewas bersimbah darah di balik pintu.


Kerabat yang kerap meminum kopi saat pagi dan sore hari tersebut tewas tertembak. Ia menangis, memeluk saudaranya yang menjadi rivalnya bertempur sebelum akhirnya pergi kembali.


Peristiwa pilu yang memukul tidak hanya sekali Bapak Bone rasakan, ia berulang kali menemukan saudara sekampung dan sepermainannya waktu kecil tewas satu per satu.


"Semua sudah tutup buku, kami simpan rapih dalam-dalam tanpa pernah melupakannya. Jangan perang lagi!," tuturnya.




Harapan untuk Pembangunan Perbatasan dan PLBN Napan


Bapak Bone yang menjadi salah satu ketua adat di Napan, melanjutkan hidupnya dengan bertani dan beternak di Desa Napan, Bikomi Utara pasca Kemerdekaan Timor Leste. Ia bersama 629, orang lainnya kini tergabung dalam Ketua Forum Komunikasi Pejuang Timor Timor.


Pada Minggu (17/8), Ia melipat selendang kain tenun menjadi penutup kepala tradisional Pilu, dan menaruhnya di Kepala Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, BNPP, Irjen Pol Edfrie R Maith.


Deputi Maith tiba di PLBN Napan untuk menjadi Inspektur Upacara Detik-detik Proklamasi dalam Rangka HUT ke-80 di Lapangan Kecamatan Bikomi Utara.


"Saya berharap BNPP dan PLBN Napan bisa menjembatani keinginan - keinginan masyarakat adat untuk melihat kemerdekaan sesungguhnya. Kami mohon untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan perbatasan negara," terangnya.


"Kami atas nama Desa Napan dengan hati yang tulus menerima beliau yang datang atas nama negara," ucapnya lagi.


Dirinya mengapresiasi hubungan baik yang selam ini terjalin dengan BNPP yang mengelola PLBN Napan, dengan masyarakat adat yang bermukim di sekitar kawasan perbatasan.


Menurutnya, kehadiran BNPP dan PLBN Napan membuat kondisi sekarang relatif aman dari konflik. Adanya satu badan pengatur di perbatasan, bisa meredakan ketegangan konflik seperti yang saat ini terjadi di Naktuka, Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Masyarakat bersitegang perebutkan wilayah yang dianggap milik Timor Leste untuk berkebun dan bertani.


"Hadirnya PLBN Lebih bagus karena bisa menertibkan antarnegara. Masyarakat bisa bekerja, bertani beternak dan hidup harmoni dan selaras tanpa ada ketakutan- ketakutan lainnya," terangnya.


"Masyarakat adat di sini sudah banyak meneteskan air mata dengan perang saudara. Hingga kini kami tak ingin lagi bertengkar dengan mayarakat Timor Leste karena masih memiliki hubungan kekeluargaan," tuturnya lagi.


Kepada PLBN Napan, Bapak Bone juga meminta kelonggaran peraturan perlintasan jika terdapat acara adat, kematian, perkawinan atau upacara keagamaan lainnya.


"Artinya berkonsultasi dengan PLBN Napan. Berkoordinasi artinya memberikan kelonggaran dan kemudahan supaya bisa kematian adat dan kawin, dan perobatan. Baik warga Timor Leste ke Indonesia, atau sebaliknya," harapnya.




Harapan untuk Presiden Prabowo


Pada HUT ke-80 RI, Bapak Bone juga melontarkan harapan kepada Presiden Prabowo untuk meneruskan pembangunan di kawasan perbatasan. Ia mewakili masyarakat Napan meminta agar Presiden Prabowo lebih memantau masyarakat untuk mendapatan perlindungan ekonomi dan kesejahteraan di sepanjang NKRI.


Terlebih, dinamika perang internasional antaregara tetangga sudah terjadi di beberapa wilayah. Penguatan kesejahteraan akan berdampak pada loyalitas dan kemauan tiap individu dalam mempertahankan Indonesia.


"Untuk Presiden Prabowo, mungkin upaya kesejahteraan masyarakat masi terus diterapkan. Apalagi sekarang ini politik luar negeri, bapak harus betul betul memikirkan rakyat Indonesia supaya rakyat Indonesia harus sejahtera," tuturnya kembali.


"Kami masih darah "merah-putih", Walaupun apa yang terjadi kami tetap pertahankan Indonesia, sebatas NKRI di situlah kami berada,"imbuhnya.


Harapan terakhir Bapak Bone pada HUT ke-80 RI ini , supaya Indonesia tetap bersatu, benar benar bebas menjalankan aktivitas berkebun, bertani dan terus merdeka menjalankan adat dan memeluk kepercayaan.


"Supaya kita tetap bersatu, menjaga negara kita dari perpecahan tidak ada lagi larangan beribadah, tetap dan aman yang paling penting utamakan persatuan dan kesatuan."Pungkasnya.


Bapak bone adalah salah satu perwakilan masyarakat adat yang menaruh besar pada pemerintah Indonesia di HUT ke-80 RI. Seperti pada Sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Kepala BNPP Muhammad Tito Karnavian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa peringatan 80 tahun kemerdekaan bukan hanya ajang seremonial, melainkan momentum refleksi dan pemersatu bangsa.


Beliau mengatakan, bahwa tahun ini adalah delapan dekade bangsa ini berdiri merdeka, uatu perjalanan panjang yang dibangun dengan semanagat perjuangan, dengan pegorbanan jiwa dan raga seluruh bangsa. Maka sangatlah tepat jika tahun in Presiden tema HUT Kemerdekaan yaitu, "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju"



Mendagri menyampaikan untuk memaknai tema tersebut, maka kita diingatkan bahwa kawasan perbatasan merupakan bagian dari sisi dalam wilayah negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang rakyatnya mempunyai hak untuk sejahtera dan lebih maju.


"Perbatasan juga cerminan kedaulatan negara dan setiap jengkal tanah yang menjadi milik kita wajib dipertahankan, yang tidak boleh kita biarkan sejengkal tanah pun hilang."Tegasnya.



Selamat HUT ke-80 RI

Jaga Wilayahnya, Sejahterakan Rakyatnya ....!





Penulis : Binsar Marulitua 

Share

Kategori Berita

Berita BNPP

1162

PLBN

744

Berita Nasional

70

Berita Perbatasan

253

Pers Rilis

41

Berita Utama

725

Berita Terbaru

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/ee1c951b-3f12-4d89-93ba-82676e8451d5.jpeg

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/54316da1-4658-4583-8ec8-2707643a9168.jpeg

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/3dd44e6f-d500-4ee0-b4bd-7c5b6b068480.jpeg

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/d6ce9171-5217-46ad-97c0-2361326a85cf.jpeg

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/05ae27f5-2b50-4796-901c-bf544a1e0331.jpeg

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Berita Terkait
Logo BNPP

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

Location Icon

Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

Phone Icon

021-31924491

Email Icon

info@bnpp.go.id

White Facebook Icon
White Twitter Icon
White Instagram Icon
White Tiktok Icon
White Youtube Icon

© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026