|
Berita
PLBN
Konjen RI di Kuching Kunjungi PLBN Badau, Dorong Kerja Sama dan Ekspor Perbatasan
Dibuat Admin BNPP
10 Mar 2026, 15:45 WIB






Kapuas Hulu, Kalimantan Barat - Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli, melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI untuk meninjau langsung aktivitas pelayanan lintas batas serta mendorong penguatan kerja sama dan peningkatan ekspor di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Senin (9/3/2026).
Setibanya di PLBN Badau, rombongan Konjen RI di Kuching disambut oleh Kepala PLBN Badau Wendelinus Fanu bersama jajaran pengelola PLBN serta unsur CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) yang bertugas di kawasan perbatasan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan lintas batas serta berdialog dengan para petugas terkait proses pelayanan kepada masyarakat pelintas batas dan pengawasan lalu lintas orang serta barang antara Indonesia dan Malaysia.
Dialog juga membahas perkembangan aktivitas perdagangan lintas batas serta berbagai upaya untuk mendorong peningkatan ekspor dari wilayah perbatasan.
Dalam keterangannya, Abdullah Zulkifli menyampaikan bahwa kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan, perlu terus diperkuat melalui berbagai sektor, termasuk perdagangan, pelayanan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi digital.
Menurutnya, keberadaan fasilitas perbatasan seperti PLBN Badau memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarnegara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dan berkolaborasi, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, sehingga potensi ekonomi di wilayah perbatasan dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mendorong pelayanan yang lebih cepat dan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan aktivitas lintas negara.
Sementara itu, Kepala PLBN Badau Wendelinus Fanu menyampaikan bahwa penguatan pengawasan bersama unsur CIQ serta aparat keamanan terus dilakukan guna memastikan aktivitas lintas batas berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, sejak dilakukan penguatan pengawasan dan optimalisasi fungsi PLBN, tren masyarakat yang melintas melalui jalur resmi terus mengalami peningkatan.
“Jika sebelumnya sebagian masyarakat masih menggunakan jalur tidak resmi, kini masyarakat mulai terbiasa melintas melalui jalur resmi yang tersedia di PLBN,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan PLBN sebagai pintu lintas batas yang aman, tertib, dan legal.
Lebih lanjut, Wendelinus menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar masuk orang dan barang, tetapi juga diharapkan menjadi pintu ekspor bagi berbagai produk unggulan daerah.
“Karena itu, kami terus mendorong peningkatan ekspor dari wilayah perbatasan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor,” jelasnya.
Sejumlah komoditas dari wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang saat ini menunjukkan peningkatan ekspor antara lain minyak sawit serta produk perikanan beku (frozen fish). Selain itu, terdapat pula berbagai produk unggulan masyarakat perbatasan lainnya yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai komoditas ekspor melalui PLBN Badau.
Perwakilan Bea Cukai Badau, Marno, menyampaikan bahwa aktivitas ekspor melalui PLBN Badau menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai devisa ekspor pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp638.469.147 dan meningkat tajam pada Januari 2026 menjadi Rp4.176.342.994. Sementara itu, pada Februari 2025 nilai devisa ekspor tercatat sebesar Rp916.419.912 dan kembali meningkat pada Februari 2026 menjadi Rp3.375.839.884.
Menurut Marno, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa potensi perdagangan lintas batas di wilayah Badau semakin berkembang.
“Peningkatan devisa ekspor ini menjadi indikator bahwa aktivitas perdagangan melalui jalur resmi semakin meningkat. Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal serta memastikan proses ekspor berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Satuan Pelayanan Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Badau, Adrian, menyampaikan bahwa pihak karantina terus berperan aktif dalam memastikan kualitas komoditas ekspor dari wilayah perbatasan tetap terjaga.
Ia menjelaskan bahwa setiap produk ekspor, khususnya komoditas pertanian dan perikanan, harus melalui proses sertifikasi kesehatan serta tindakan karantina untuk memastikan produk tersebut dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.
“Kami juga menyambut baik kunjungan Konjen RI di Kuching ini dan siap berkolaborasi dalam berbagai program, termasuk kegiatan pameran atau expo produk unggulan perbatasan guna memperluas pasar serta mempertemukan para eksportir dengan calon pembeli potensial,” ujarnya.
Setelah melakukan diskusi dan peninjauan fasilitas di PLBN Badau, rombongan Konjen RI di Kuching juga mengunjungi fasilitas bulking station di kawasan Badau.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan bungkil sawit yang menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor dari wilayah perbatasan menuju Sarawak, Malaysia.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, pengelola kawasan perbatasan, serta instansi terkait dapat terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong optimalisasi potensi perdagangan lintas batas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penulis: Betuel Mimin
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

BNPP RI Bersama Masyarakat Buka Kembali Akses Jalan Pascabanjir di Aceh

Konjen RI di Kuching Kunjungi PLBN Badau, Dorong Kerja Sama dan Ekspor Perbatasan

Pasca Banjir di Kawasan PLBN Motaain, Ekspor RI–Timor Leste Dihentikan Sementara

BNPP RI Hadir di Aceh, Dukung Percepatan Pemulihan Wilayah Terdampak Pascabanjir

Jika Kilang Minyak Timur Tengah Terbakar dan Selat Hormuz Ditutup: Indonesia Menghadapi Ancaman Krisis Energi Terbesar Sejak 1998

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026