Logo BNPP
Badan Nasional Pengelola PerbatasanRepublik Indonesia (BNPP RI)
Beranda

|

Berita

Berita BNPP

Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka

Dibuat Admin BNPP

22 Feb 2026, 16:57 WIB

Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka
Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka
Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka
Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka

Oleh: Komjen Pol. Makhruzi Rahman - Sekretaris BNPP RI


Selatpanjang - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melakukan peninjauan langsung ke sejumlah kecamatan pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris BNPP RI dan didampingi Kelompok Ahli BNPP RI, dengan fokus utama meninjau kondisi abrasi pantai di Pulau Rangsang salah satu pulau terluar strategis yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional pada, Sabtu 21 Februari 2026.


Kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan Imlek di Selatpanjang yang berlangsung semarak. Tradisi Cian Cui atau perang air yang digelar masyarakat, disusul atraksi tatung keesokan harinya, menjadi potret hidup harmoni budaya di kawasan perbatasan. 


Momentum ini memperlihatkan bahwa penguatan wilayah perbatasan tidak hanya soal infrastruktur dan keamanan, tetapi juga tentang merawat kebinekaan sebagai fondasi persatuan bangsa.


Beranda Depan Indonesia di Selat Malaka


Sebagai ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, Selatpanjang menempati posisi geografis yang sangat strategis. Kota ini berada di gugus kepulauan Provinsi Riau yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk (choke point) dan paling vital dalam perdagangan global.[1] Posisi ini menjadikan Selatpanjang sebagai “beranda depan” Indonesia di kawasan barat, sekaligus titik krusial dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas maritim nasional.


Kota Tua, Sejarah, dan Identitas Maritim


Identitas historis Selatpanjang tercermin kuat dari keberadaan Klenteng Hoo Ann Kiong atau Vihara Sejahtera Sakti yang berdiri sejak 1868. Klenteng ini menjadi saksi perjalanan Selatpanjang sebagai bandar dagang lintas etnis sejak abad ke-19.


Di sekitarnya, kawasan Pasar Lama masih mempertahankan deretan ruko tua dan bangunan berarsitektur kolonial sederhana yang menyimpan memori kejayaan perdagangan maritim masa lalu. 


Potensi kota tua Selatpanjang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah berbasis pelestarian budaya dan narasi maritim. Pengalaman sejumlah kota pelabuhan di Asia Tenggara menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan heritage mampu mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.[2]


Harmoni Sosial sebagai Modal Perbatasan


Selatpanjang merupakan miniatur Indonesia. Etnis Melayu, Tionghoa, dan berbagai suku pendatang hidup berdampingan dalam suasana yang rukun dan saling menghormati. Tradisi Cian Cui yang digelar setiap Imlek telah menjelma menjadi ikon wisata tahunan yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sementara atraksi tatung memperkaya ekspresi spiritual dan budaya masyarakat Tionghoa.


Kerukunan ini bukan sekadar simbol kebinekaan, melainkan modal sosial yang sangat berharga. Bagi kawasan perbatasan, stabilitas sosial berbasis toleransi merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan nasional sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.[3]


Sagu, Kopi Liberika, dan Kekuatan Ekonomi Lokal


Dari sisi ekonomi, Kepulauan Meranti dikenal sebagai salah satu sentra produksi sagu terbesar di Indonesia.[4] Hamparan kebun sagu membentang luas di lahan gambut yang menjadi ciri khas wilayah ini. 


Namun demikian, sebagian besar produksi sagu masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi industri sagu menjadi tepung olahan, mie sagu, hingga produk energi terbarukan yang memerlukan dukungan kebijakan dan investasi yang lebih terarah.


Selain sagu, Meranti juga memiliki komoditas unggulan lain, yakni kopi Liberika. Kopi ini tumbuh optimal di dataran rendah bergambut dan memiliki cita rasa khas yang telah menembus pasar ekspor.[5] Penguatan branding, indikasi geografis, serta rantai nilai berbasis masyarakat lokal menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing komoditas ini.


Potensi tersebut berpadu dengan kekayaan kelautan. Hasil tangkapan ikan, udang, dan kepiting yang melimpah di pasar-pasar tradisional mencerminkan kuatnya ekonomi maritim masyarakat pesisir. Dengan pengelolaan berkelanjutan, sektor perikanan dapat menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Posisi Strategis dan Tantangan Lingkungan


Selain sumber daya alam, Kepulauan Meranti juga memiliki cadangan minyak bumi di beberapa wilayah. Namun nilai strategis utamanya terletak pada posisi geografisnya yang berdekatan dengan Selat Malaka. Selatpanjang memiliki peran penting dalam pengawasan lalu lintas laut, pencegahan penyelundupan, serta penguatan pertahanan maritim Indonesia.[6]


Pelabuhan Selatpanjang berfungsi sebagai simpul konektivitas antar-pulau dan penghubung perdagangan lintas negara. Modernisasi pelabuhan, penguatan sistem kepabeanan, serta sinergi pengawasan perbatasan menjadi langkah strategis untuk menjadikan Selatpanjang sebagai hub ekonomi regional.


Kunjungan BNPP RI juga menyoroti tantangan abrasi pantai di Pulau Rangsang dan wilayah pesisir sekitarnya. Abrasi bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan ancaman serius terhadap keberlanjutan wilayah dan eksistensi pulau terluar. Dalam perspektif geopolitik, penyusutan daratan akibat abrasi dapat berdampak pada garis pangkal dan zona ekonomi eksklusif.[7]


Penanganan terpadu melalui pembangunan tanggul, rehabilitasi mangrove, serta perencanaan tata ruang pesisir berbasis mitigasi bencana menjadi kebutuhan mendesak.


Selatpanjang, Etalase Masa Depan Perbatasan


Selatpanjang memiliki kekayaan yang lengkap: sumber daya alam di darat dan laut, posisi geografis yang strategis, warisan sejarah yang bernilai, serta harmoni sosial yang kokoh.


Seluruh potensi ini membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan—mulai dari revitalisasi kota tua, hilirisasi komoditas unggulan, penguatan ekonomi maritim, hingga perlindungan lingkungan pesisir. Pendekatan ini sejalan dengan mandat pembangunan kawasan perbatasan sebagai etalase kedaulatan dan pusat pertumbuhan baru.[8]


Bagi BNPP RI, Selatpanjang adalah cerminan bagaimana kawasan perbatasan dapat menjadi etalase kedaulatan sekaligus pusat pertumbuhan baru. Dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal dan sinergi lintas sektor, Selatpanjang bukan hanya beranda depan Indonesia, tetapi juga simbol kemajuan perbatasan yang bermartabat di mata dunia.



Catatan Kaki


[1] James F. Warren, The Sulu Zone, 1768–1898 (Singapore: NUS Press, 2007).

[2] UNESCO, Historic Urban Landscape Recommendation (Paris: UNESCO, 2011).

[3] BNPP RI, Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara (Jakarta: BNPP RI, edisi terbaru).

[4] Kementerian Pertanian RI, Data Produksi Sagu Nasional, 2023.

[5] Direktorat Jenderal Perkebunan RI, Profil Kopi Liberika Indonesia, 2022.

[6] Geoffrey Till, Seapower: A Guide for the Twenty-First Century (London: Routledge, 2018).

[7] UNCLOS 1982, United Nations Convention on the Law of the Sea.

[8] Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara.



(Humas BNPP RI)

Share

Kategori Berita

Berita BNPP

1121

PLBN

702

Berita Nasional

70

Berita Perbatasan

253

Pers Rilis

41

Berita Utama

725

Berita Terbaru

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/fa022faf-b060-485b-ab8a-065015e2556d.jpeg

Dari Geylang ke Batam: Membaca Sinyal Perubahan Ekonomi Perbatasan

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/c6ea26ab-3678-4f4e-b9f5-0c86dc71bcad.jpeg

Indonesia Bersyukur, Namun Tidak Boleh Lengah di Tengah Dunia yang Terfragmentasi

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/11771765-2123-4427-b489-e9539f90f246.jpeg

Selatpanjang, Permata Perbatasan Indonesia di Jalur Strategis Selat Malaka

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/2aacc93c-9eba-4d82-8761-4d6e968f634c.jpeg

Sekretaris BNPP RI Tutup Festival Perang Air Cian Cui 2026, Perkuat Harmoni Budaya dan Ekonomi Perbatasan Meranti

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/eea7efb1-1c92-4e4d-916a-2aea5142df49.jpeg

BNPP RI Fasilitasi KKR Lintas Negara di PLBN Sota, Perkuat Persaudaraan Rohani Perbatasan RI–PNG

Berita Terkait
Logo BNPP

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

Location Icon

Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

Phone Icon

021-31924491

Email Icon

info@bnpp.go.id

White Facebook Icon
White Twitter Icon
White Instagram Icon
White Tiktok Icon
White Youtube Icon

© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026