Logo BNPP
Badan Nasional Pengelola PerbatasanRepublik Indonesia (BNPP RI)
Beranda

|

Berita

Berita BNPP

IMT-GT Pasca Pertemuan ke-32: Peluang Baru Konektivitas Wisata Maritim Indonesia-Malaysia-Thailand

Dibuat Admin BNPP

07 Sep 2025, 15:14 WIB

IMT-GT Pasca Pertemuan ke-32: Peluang Baru Konektivitas Wisata Maritim Indonesia-Malaysia-Thailand
IMT-GT Pasca Pertemuan ke-32: Peluang Baru Konektivitas Wisata Maritim Indonesia-Malaysia-Thailand

Oleh: Drs. Hamidin - Kelompok Ahli BNPP RI


Dekat tapi Terasa Jauh


Kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) memiliki kedekatan geografis yang istimewa. Namun, dalam hal konektivitas pariwisata, ketiganya masih terasa berjauhan. Jalur pendek yang seharusnya dapat memudahkan wisatawan untuk berlibur, mencicipi kuliner, hingga menikmati destinasi lintas negara belum sepenuhnya terbangun.


Hingga kini, belum ada kapal pesiar yang secara reguler berlayar langsung dari pantai timur Sumatera menuju Malaysia atau Thailand. Rute kapal pesiar masih didominasi Singapura dan Port Klang, sementara pelabuhan di Sumatera seperti Kuala Tanjung baru berfungsi sebagai port of call, bukan titik keberangkatan utama.


Transportasi laut lintas batas lebih banyak dilayani oleh kapal feri cepat untuk penumpang harian, dengan fokus utama pada mobilitas pekerja dan perdagangan. Rute populer seperti Belawan-Port Klang, Dumai-Melaka, atau Batam-Singapura masih minim dimanfaatkan untuk pariwisata.


Peluang Konektivitas Wisata


Jika sektor pariwisata menjadi prioritas pengembangan IMT-GT, maka konektivitas maritim harus menjadi perhatian utama. Ketiga negara sesungguhnya memiliki pelabuhan yang berpotensi menjadi simpul wisata lintas batas.


Di Malaysia, Port Klang berperan sebagai hub kapal pesiar terbesar, Pulau Pinang sebagai destinasi sejarah dan kuliner, serta Melaka dengan Pelabuhan Tanjung Bruas yang dekat kawasan bersejarah UNESCO. Selain itu, Port Dickson dan Lumut bisa menjadi pintu masuk menuju destinasi pantai dan rekreasi keluarga.


Thailand juga menyimpan potensi besar di pesisir Laut Andaman. Phuket sudah dikenal sebagai pusat kapal pesiar dengan akses ke pulau wisata seperti Koh Phi Phi, sementara Krabi menjadi pintu masuk ke berbagai destinasi populer.


Sementara itu, Indonesia memiliki pelabuhan strategis di pantai timur Sumatera. Belawan dekat dengan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, Kuala Tanjung diproyeksikan sebagai pelabuhan internasional, Dumai dapat diarahkan untuk turisme bahari, dan Tanjung Api-Api membuka akses ke Bangka Belitung. Batam serta Tanjung Pinang tetap menjadi hub wisata laut dan resort di Kepulauan Riau.


Gagasan Strategis Turisme Pasca IMT-GT 32


Pengembangan rute kapal pesiar regional merupakan langkah awal yang penting. Jalur reguler seperti Kuala Tanjung-Port Klang-Phuket atau Dumai-Melaka-Krabi bisa menjadi paket wisata kuliner dan pantai.


Selain itu, konsep “Island Hopping IMT-GT” dapat diwujudkan dengan menghubungkan Batam-Penang-Phuket. Festival maritim bersama di pelabuhan strategis seperti Belawan dan Melaka juga berpotensi menarik wisatawan internasional.


Kolaborasi tourism twin cities akan memperkuat identitas kawasan. Medan dan Penang dapat difokuskan pada wisata kuliner dan kesehatan, Dumai dan Melaka pada wisata sejarah serta bahari, sementara Batam dan Phuket diarahkan ke resort dan kegiatan MICE.


Untuk mendukung hal tersebut, terminal penumpang modern dengan layanan imigrasi cepat seperti visa on arrival maritim perlu disiapkan. Di samping itu, promosi bersama bertajuk “IMT-GT Maritime Cruise” dapat memperkuat branding kawasan sebagai destinasi wisata regional.


Dengan kedekatan geografis, kesamaan budaya maritim, serta potensi wisata kelas dunia, kawasan IMT-GT memiliki modal besar untuk menjadi destinasi unggulan Asia Tenggara. Konektivitas wisata maritim menjadi kunci pengembangan yang belum tergarap optimal. 


Melalui rute kapal pesiar regional, paket tur lintas negara, serta kolaborasi promosi bersama, IMT-GT berpeluang tampil bukan hanya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai ikon peradaban wisata maritim di kawasan Asia Tenggara.




(Humas BNPP RI)

Share

Kategori Berita

Berita BNPP

1162

PLBN

744

Berita Nasional

70

Berita Perbatasan

253

Pers Rilis

41

Berita Utama

725

Berita Terbaru

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/ee1c951b-3f12-4d89-93ba-82676e8451d5.jpeg

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/54316da1-4658-4583-8ec8-2707643a9168.jpeg

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/3dd44e6f-d500-4ee0-b4bd-7c5b6b068480.jpeg

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/d6ce9171-5217-46ad-97c0-2361326a85cf.jpeg

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

https://apibackend.bnpp.go.id/images/news/05ae27f5-2b50-4796-901c-bf544a1e0331.jpeg

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Berita Terkait
Logo BNPP

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)

Location Icon

Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

Phone Icon

021-31924491

Email Icon

info@bnpp.go.id

White Facebook Icon
White Twitter Icon
White Instagram Icon
White Tiktok Icon
White Youtube Icon

© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026