|
Berita
Berita BNPP
Kerupuk Basah, Cita Rasa Autentik Kapuas Hulu yang Melekat di Perbatasan Badau
Dibuat Admin BNPP
05 Jul 2025, 10:42 WIB

Kapuas Hulu, Kalbar - Sebagai negara yang kaya akan ragam kuliner tradisional, Indonesia menyimpan banyak kekayaan cita rasa lokal yang menggoda selera. Salah satunya, kerupuk basah kuliner tradisional khas Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang belakangan mulai menarik perhatian pecinta kuliner lintas daerah.
Meski namanya “kerupuk”, makanan ini jauh dari bayangan kerupuk pada umumnya yang kering dan renyah. Kerupuk basah justru memiliki tekstur kenyal, lembut, dan sedikit padat. Sekilas mirip pempek, tetapi bahan utamanya adalah ikan air tawar segar, seperti ikan toman atau belida, yang banyak ditemukan di perairan Kapuas Hulu.
Daging ikan tersebut dicampur dengan tepung sagu dan bumbu sederhana, dibentuk memanjang seperti lontong, lalu dikukus hingga matang selama 20 hingga 30 menit.
Kerupuk basah biasanya disajikan dalam kondisi hangat, lengkap dengan sambal kacang atau sambal cabai hijau yang pedas menyegarkan. Perpaduan rasa gurih ikan, tekstur sagu yang lembut, dan sambal yang menggigit membuat makanan ini digemari tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga para wisatawan.
Kepala PLBN Badau, Wendelinus Fanu, menyampaikan bahwa kerupuk basah bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat perbatasan.
“Kerupuk basah mencerminkan kearifan lokal yang kaya cita rasa. Kuliner ini telah menjadi bagian penting dalam mengenalkan Kapuas Hulu kepada para tamu yang datang ke PLBN Badau,” ujarnya.
Tak hanya populer sebagai santapan sehari-hari, kerupuk basah juga menjadi buah tangan favorit wisatawan yang berkunjung ke wilayah perbatasan ini.
“Banyak pengunjung yang bertanya tentang makanan khas Badau. Dan kerupuk basah selalu menjadi jawaban utama kami,” tambah Wendelinus.
Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi lokal, para pelaku UMKM di Kapuas Hulu mulai memasarkan kerupuk basah secara online melalui marketplace.
Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per batang, tergantung pada jenis ikan dan ukurannya. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi kerupuk basah untuk dikenal secara nasional bahkan internasional.
PLBN Badau mendukung penuh promosi produk-produk lokal seperti kerupuk basah sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
“Kami mendorong agar kekayaan kuliner seperti ini tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi komoditas unggulan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga di wilayah perbatasan,” tegas Wendelinus.
Dengan cita rasa yang otentik, kerupuk basah tak hanya menjadi warisan kuliner, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Kapuas Hulu.
Bagi para penikmat kuliner Nusantara yang ingin mencicipi cita rasa otentik Kalimantan Barat, kerupuk basah adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan. Rasakan kenikmatannya, dan dukung UMKM perbatasan dengan mencintai produk dalam negeri!
Penulis: Betuel Mimin
Editor: Bagas R
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026