|
Berita
PLBN
Pansuh Sayur, Kuliner Khas Dayak Iban yang Terus Lestari di Perbatasan Badau
Dibuat Admin BNPP
03 Aug 2025, 9:21 WIB



Kapuas Hulu, Kalimantan Barat - Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, terus berupaya melestarikan kearifan lokal. Salah satu tradisi kuliner yang tetap bertahan hingga kini adalah pansuh, cara memasak khas Suku Dayak Iban yang menggunakan bambu sebagai media utama pengolahan makanan.
Berbeda dari sajian manuk pansuh yang lazim menggunakan daging ayam, kali ini masyarakat memperkenalkan varian pansuh sayur dengan memanfaatkan sayuran segar seperti kangkung dan daun ubi.
Sayuran tersebut dimasukkan ke dalam potongan bambu muda, lalu dipanggang perlahan di atas api terbuka. Teknik memasak ini menciptakan aroma khas bambu yang meresap ke dalam sayur, menghasilkan cita rasa alami yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat karena tanpa minyak maupun bahan pengawet.
“Metode memasak pansuh ini menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam. Semua bahan berasal dari alam sekitar seperti bambu dari hutan, sayur dari kebun. Ini bentuk nyata bagaimana kearifan lokal Dayak Iban mampu menghasilkan sajian yang tidak hanya bergizi, tapi juga kaya nilai budaya,” ujar Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Wendelinus Fanu.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi pansuh tidak hanya hadir di kehidupan sehari-hari saja, namun juga menjadi bagian penting dalam berbagai peristiwa adat seperti Gawai Dayak, penyambutan tamu kehormatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Pelestarian budaya kuliner ini menjadi sarana edukatif bagi generasi muda, agar mereka mengenal, mencintai, dan bangga dengan akar budayanya sendiri,” katanya.
Perlu diketahui, bahwa Suku Dayak Iban yang mendiami kawasan Kapuas Hulu dan sebagian wilayah Sarawak, Malaysia ini dikenal luas akan kekayaan adat istiadatnya. Salah satunya adalah Gawai Dayak, perayaan tahunan yang memperkenalkan berbagai seni, budaya, hingga kuliner khas masyarakat Dayak kepada publik.
Oleh karena itu, pengenalan kuliner seperti pansuh sayur menjadi langkah strategis dalam diplomasi budaya, yang tidak hanya memperkuat identitas lokal tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata budaya di kawasan perbatasan.
Diharapkan, pemerintah daerah, tokoh adat, dan komunitas masyarakat dapat terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini.
Sebagaimana disampaikan Wendelinus, bahwa PLBN Badau sebagai pintu gerbang lintas batas negara Indonesia-Malaysia, terus mendukung penuh inisiatif pelestarian budaya lokal di kawasan perbatasan Badau yang tidak boleh dilupakan.
Melalui kuliner pansuh, masyarakat Dayak Iban di perbatasan Badau menunjukkan bahwa budaya bukanlah sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan hidup yang terus tumbuh, mengakar, dan menyatu dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah warisan yang pantas diapresiasi dan diwariskan lintas generasi.
Penulis: Betuel Mimin
Editor: Bagas R
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026