|
Berita
PLBN
PLBN Badau Catat Peningkatan Pelayanan Publik di Tahun 2024
Dibuat Admin BNPP
10 Jan 2025, 14:22 WIB



Kapuas Hulu, KALBAR – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan rekor pertumbuhan yang signifikan di berbagai aspek aktivitas lintas batas negara sepanjang tahun 2024.
Sebagai gerbang strategis di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, PLBN Badau yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP RI) mencatatkan peningkatan jumlah pelintas sebesar 16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala PLBN Badau Wendelinus Fanu, mengungkapkan bahwa sebanyak 116 ribu pelintas keluar dan masuk Indonesia melalui PLBN Badau sepanjang tahun 2024. Angka ini terdiri dari 58,8 ribu keberangkatan dan 57,6 ribu kedatangan, melonjak dari tahun sebelumnya sebanyak 97 ribu pelintas.
"Peningkatan ini dipicu oleh pemberlakuan kembali Pas Lintas Batas sejak Desember 2023, yang memudahkan masyarakat melakukan perjalanan tanpa paspor," ujar Wendelinus, Kamis (9/1/2025).
Tidak hanya mobilitas manusia, PLBN Badau juga menjadi jalur vital perdagangan internasional. Bea Cukai mencatat nilai perdagangan sebesar Rp57,9 miliar pada tahun 2024, dengan nilai impor mencapai Rp51,9 miliar, didominasi oleh material industri seperti pipa spiral dan hotmix.
Sementara itu, nilai ekspor sebesar Rp5,9 miliar terdiri dari produk UMKM seperti ikan beku, sayur, buah, dan bungkil sawit. Aktivitas ekspor ini diharapkan terus meningkat dengan dukungan program pendampingan masyarakat untuk menggarap komoditas unggulan lokal.
“Aktivitas Ekspor melalui PLBN Badau diharapkan akan terus meningkat seiring dengan upaya bersama khususnya yang diinisiasi oleh Bea Cukai dan Karantina pada PLBN Badau melalui program pendampingan masyarakat untuk menggarap komoditas unggulan lokal yang diminati oleh pasar internasional," ucap Wendelinus.
Wendelinus menyampaikan, bahwa selain memberikan pelayanan terhadap orang dan barang, PLBN Badau juga berperan terhadap pelayanan kemanusiaan seperti pemulangan jenazah lintas negara. Sepanjang 2024, tercatat empat jenazah yang dipulangkan melalui PLBN Badau.
Kewenangan pemulangan ini ditangani oleh Loka Kekarantinaan Kesehatan (Kementerian Kesehatan RI), Bea Cukai, dan Imigrasi. Sepanjang 2024, tercatat tiga jenazah pada bulan Agustus yang dipulangkan masuk ke Indonesia dan 1 satu jenazah pada bulan Maret yang keluar dari Indonesia.
“Kami menyadari bahwa masyarakat perbatasan masih minim informasi tentang prosedur pemulangan jenazah ke Indonesia. Oleh karena itu, pengelola PLBN berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur pemulangan melalui penyebaran informasi di media sosial dan pembagian brosur,” jelas Wendelinus.
Selain itu, selama tahun 2024 PLBN Badau juga memperketat pelaksanaan pengawasan terhadap pelintas dan barang bawaan. Tercatat sepuluh orang pelintas di PLBN Badau ditolak berangkat ke Malaysia karena tidak memenuhi standar dokumen keimigrasian.
Disisi lain, pihak Bea Cukai dan BKHIT juga melakukan delapan kali penindakan terhadap temuan barang terlarang di PLBN Badau sepanjang tahun 2024, temuan tersebut meliputi barang-barang seperti ballpress, cites (flora dan fauna), tembakau, dan aksesori kendaraan.
"Kami mengapresiasi kinerja CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine) yang tegas dalam memastikan keamanan perlintasan. Penindakan yang selama ini dilakukan, diharapkan dapat memberi efek jera kepada pelaku serta membangun kesadaran masyarakat untuk mematuhi prosedur perlintasan sesuai hukum yang berlaku," terang Wendelinus.
Tak hanya berfungsi sebagai pintu perlintasan di kawasan perbatasan, PLBN Badau juga menjadi magnet wisata dan aktivitas sosial bagi masyarakat yang berkunjung ke PLBN Badau. Selama tahun 2024, tercatat sebanyak 80 ribu masyarakat yang berkunjung ke PLBN Badau.
Dengan fasilitas lengkap seperti food court, kios, perpustakaan digital, dan aula serbaguna, bangunan megah PLBN Badau yang berada di kabupaten Kapuas Hulu ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari wisata hingga olahraga.
“Keberadaan PLBN Badau menjadi kebanggaan bagi masyarakat di kawasan perbatasan. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan agar PLBN Badau tidak hanya menjadi gerbang lintas negara saja, tetapi juga sebagai simbol kemajuan untuk wilayah perbatasan negara,” tutup Wendelinus.
PLBN Badau kini berdiri sebagai bukti nyata bagaimana perbatasan antar negara dapat menjadi ruang dinamis untuk mendukung kegiatan mobilitas, perdagangan, dan interaksi sosial, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Penulis: Fredrikus Hia
Editor: Bagas Ramadhandy
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

BNPP RI Sepakati Percepatan Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Target Operasional Agustus 2026

BNPP RI Percepat Pembukaan Temajuk–Telok Melano, Arahkan Perbatasan Jadi KEK Pariwisata

Belajar dari Frontex: Model Kerja Sama Penanganan Perbatasan Negara di Mediterania dan Balkan

Di Antara Kedaulatan dan Ketergantungan: Membaca Ulang Perbatasan Darat, Laut, dan Udara Indonesia–Singapura

Menjelajahi Serumpun Borneo: Wisata dan Kuliner Memikat dari Pontianak hingga Sarawak

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026