|
Berita
Berita BNPP
BNPP RI Perkuat Pelayanan Humanis di PLBN Skouw dengan Pendekatan Bahasa Lintas Negara
Dibuat Admin BNPP
05 Mar 2026, 8:54 WIB


Jayapura, Papua - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara adaptif dan humanis di perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Pendekatan tersebut terlihat dari kemampuan petugas memahami bahasa dan kultur masyarakat lintas batas dalam mendukung kelancaran pelayanan, Rabu (4/3/2026).
PLBN Skouw sebagai gerbang resmi Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini tidak hanya menjadi titik temu dua negara secara administratif, tetapi juga ruang interaksi sosial yang hidup.
Setiap hari, masyarakat dari kedua wilayah melintas untuk berbagai keperluan, mulai dari kunjungan keluarga, aktivitas perdagangan, hingga kegiatan sosial budaya.
Dalam praktik pelayanan, komunikasi menjadi kunci utama. Bahasa Tok Pisin yang umum digunakan masyarakat Papua Nugini kerap terdengar dalam interaksi di area pelayanan. Pemahaman terhadap bahasa tersebut tumbuh secara alami dari pengalaman bertugas di lapangan.
Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, menyampaikan bahwa dinamika pelayanan di perbatasan menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi dari setiap petugas.
“Di perbatasan, kami tidak hanya bekerja berdasarkan standar operasional prosedur, tetapi juga harus memahami karakteristik masyarakat yang dilayani. Bahasa menjadi salah satu kunci," ujar Ni Luh Puspa.
Menurutnya, kemampuan tersebut tidak diperoleh melalui pelatihan formal semata, melainkan melalui proses interaksi yang berkelanjutan.
"Ketika petugas mampu memahami dan menggunakan bahasa Tok Pisin, komunikasi menjadi lebih cair, pesan layanan lebih mudah diterima, dan suasana pelayanan menjadi lebih bersahabat,” ucapnya.
Dari sisi keimigrasian, pelayanan dokumen perjalanan tetap menjadi prioritas utama. Salah satu petugas Imigrasi PLBN Skouw, Marselinus Anditor Mapau, menjelaskan bahwa pemahaman bahasa Tok Pisin sangat membantu dalam memperlancar proses pemeriksaan.
“Sering kali kami berhadapan dengan pelintas yang belum fasih berbahasa Indonesia. Dengan memahami Tok Pisin, kami bisa menjelaskan prosedur pemeriksaan, masa berlaku dokumen, hingga ketentuan izin tinggal dengan lebih jelas. Ini membantu mengurangi kesalahpahaman dan mempercepat proses pelayanan,” jelasnya.
Pada aspek kepabeanan, pengawasan barang bawaan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Petugas Bea Cukai PLBN Skouw, Frengky Tokoro, menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam menjelaskan aturan terkait barang yang diperbolehkan maupun yang dilarang.
“Dalam pemeriksaan barang bawaan, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi. Bahasa Tok Pisin membantu kami menjelaskan batasan barang, aturan kepabeanan, serta konsekuensi apabila terjadi pelanggaran. Dengan komunikasi yang baik, proses pengawasan dapat berjalan lebih persuasif dan minim potensi konflik,” ujarnya.
Sementara itu, pada unsur pengamanan, interaksi lintas batas yang telah berlangsung lama turut membentuk kedekatan sosial antara masyarakat Skouw di Indonesia dan Wutung di Papua Nugini. Hubungan kekerabatan yang telah terjalin sejak sebelum penetapan batas negara menjadikan komunikasi antarwarga berlangsung secara alami.
Salah satu petugas keamanan PLBN Skouw, Steven Imbiri, mengungkapkan bahwa pemahaman bahasa Tok Pisin mempermudah pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan.
“Banyak masyarakat di kedua sisi perbatasan memiliki hubungan keluarga. Bahasa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan memahami bahasa mereka, kami bisa menyampaikan imbauan keamanan dan aturan dengan lebih efektif, tanpa menciptakan jarak,” tuturnya.
Dari berbagai unsur pelayanan tersebut, terlihat bahwa keberhasilan pengelolaan perbatasan tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan sistem, tetapi juga pada kualitas interaksi antar manusia.
PLBN Skouw menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan negara dapat berjalan seiring dengan pendekatan pelayanan yang humanis. Melalui komunikasi yang inklusif dan adaptif, BNPP terus pastikan pelayanan publik di perbatasan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun kepercayaan dan rasa saling menghormati antarwarga lintas negara.
Di gerbang timur Indonesia ini, kehadiran negara diwujudkan tidak hanya melalui infrastruktur dan sistem yang tertata, tetapi juga melalui sikap profesional dan empati para petugas dalam melayani masyarakat perbatasan dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.
Penulis : Brian. A
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

BNPP RI Pacu Pembangunan PLBN Temajuk, Perkuat Kedaulatan dan Ekonomi Perbatasan

Rutin Ekspor, PLBN Entikong Tunjukkan Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Perbatasan

BNPP RI Perkuat Pelayanan Humanis di PLBN Skouw dengan Pendekatan Bahasa Lintas Negara

Bara di Gerbang Utara: Cap Go Meh Singkawang, Ledakan Wisata Perbatasan dan Diplomasi Budaya Indonesia

BNPP RI Perkuat SDM Perbatasan Belu, Kolaborasi Baznas, Pertamina Foundation , dan BRI Dorong Tenun Lokal Naik Kelas

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026