|
Berita
Berita BNPP
Pasar Serikin Sarawak: Jantung Perdagangan dan Simbol Persaudaraan di Perbatasan
Dibuat Admin BNPP
03 Oct 2025, 7:34 WIB

Oleh: Drs. Hamidin - Kelompok Ahli BNPP RI
Sabtu pagi di Serikin, udara masih lembap oleh embun hutan Kalimantan, sementara riuh suara tawar-menawar berpadu dengan aroma rempah Nusantara yang menyeruak dari deretan lapak. Tikar rotan digelar, kain batik berwarna cerah berkibar tertiup angin, dan bau ikan asin khas Sambas menusuk hidung.
Di sebuah desa kecil, sekitar 60 kilometer dari Kuching, Sarawak, berdiri sebuah pasar rakyat yang bukan hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang persaudaraan dua bangsa serumpun: Pasar Serikin.
Setiap akhir pekan, denyut pasar ini menjelma festival rakyat. Ratusan pedagang dari Jagoi Babang, Bengkayang, dan wilayah perbatasan Kalimantan Barat datang menenteng hasil bumi, anyaman, batik, hingga ramuan herbal.
Sementara itu, masyarakat Sarawak dan wisatawan dari Kuching, Miri, bahkan Brunei, tumpah ruah berbelanja sekaligus menikmati atmosfer unik yang tidak ditemukan di tempat lain. “Kalau ke Kuching tapi tidak singgah ke Serikin, rasanya seperti belum lengkap,” tutur Lina, ibu rumah tangga asal Miri sambil tertawa kecil membawa tas penuh sayuran segar.
Sejarah Perdagangan yang Menembus Batas
Pasar Serikin lahir dari tradisi panjang perdagangan lintas batas. Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat di kedua sisi Kalimantan telah terbiasa bertukar hasil hutan, ikan, garam, dan beras. Jalur hutan, sungai, dan jalan setapak menjadi penghubung alami jauh sebelum batas negara digambar di peta.
Meski Indonesia dan Malaysia berdiri sebagai negara berdaulat dengan benderanya masing-masing, kehidupan sosial budaya masyarakat perbatasan tetap berjalan seperti sediakala.
Pasar Serikin adalah bukti nyata bahwa garis imajiner negara tidak bisa memutuskan ikatan kekeluargaan. “Dari dulu kami berdagang ke sini. Orang Sarawak itu sudah seperti keluarga,” ungkap Pak Udin, pedagang asal Bengkayang yang sudah puluhan tahun berjualan ikan kering.
Miniatur Indonesia di Sarawak
Keunikan Pasar Serikin tercermin dari ragam dagangannya. Mulai dari sayur segar, buah tropis, ikan asin, hingga rempah Nusantara. Ada pula jamu tradisional, tikar rotan, tas anyaman, sampai perhiasan etnik Dayak.
Ditambah alunan musik dangdut atau pop Indonesia kerap terdengar dari kios, menambah suasana yang membuat pengunjung serasa berada di Pontianak atau Singkawang.
“Kalau sudah dengar dangdut dari speaker, rasanya macam di kampung halaman sendiri,” kata Siti, mahasiswi asal Kuching yang rutin datang mencari batik murah.
Dengan atmosfer tersebut, Serikin layaknya “miniatur Indonesia” di jantung Sarawak. Kehadiran pedagang Indonesia bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga membawa identitas budaya dan kearifan lokal.
Pasar yang Menghapus Sekat Politik
Di Pasar Serikin, batas negara seolah mencair. Pedagang dan pembeli berinteraksi dengan bahasa yang sama, logat serupa, dan tawar-menawar khas Nusantara.
Di balik kesederhanaan interaksi, lahir persahabatan bahkan kekerabatan lintas batas. “Kadang ada orang Kuching yang menikah dengan orang Bengkayang karena sering bertemu di pasar ini,” cerita Yanto, pedagang kain asal Singkawang.
Bertahan di Tengah Modernisasi
Modernisasi menghadirkan tantangan tersendiri. Mal-mal besar di Kuching dengan fasilitas modern menawarkan kenyamanan berbeda. Namun, otentisitas Pasar Serikin tidak tergantikan.
Wisatawan mancanegara justru menjadikan pasar ini tujuan utama karena pengalaman tawar-menawar, suasana riuh, dan kedekatan manusiawi yang tulus. “Di mal semua terasa sama, tapi di sini saya bisa merasakan kehidupan yang nyata,” ucap John, turis asal Singapura.
Simbol Persaudaraan Dua Bangsa Serumpun
Lebih dari sekadar ruang dagang, Pasar Serikin adalah simbol keterhubungan sosial yang tidak bisa diputuskan oleh sekat politik. Dari lapak sederhana, tumbuh persaudaraan lintas batas yang lahir dari interaksi sehari-hari. Pasar ini menjadi pengingat bahwa Indonesia dan Malaysia sejatinya adalah satu keluarga besar dengan sejarah, budaya, dan nilai yang sama.
Pasar Serikin di Sarawak bukan hanya jantung perdagangan, tetapi juga nadi persaudaraan yang menyatukan dua bangsa serumpun. Di tengah derasnya arus globalisasi, pasar ini berdiri sebagai monumen hidup bahwa perbatasan dapat dijaga dengan rasa, bukan hanya garis di peta.
Jika politik sering membangun tembok, maka Pasar Serikin justru membuka pintu persaudaraan. Di sinilah Indonesia dan Malaysia bertemu, bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai saudara yang saling menguatkan.
(Humas BNPP RI)
Sumber Foto: Tripadvisor
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

PLBN Motaain Hadirkan Pasar Murah dan Samsat Keliling, Masyarakat Perbatasan Sambut Antusias

PLBN Skouw Gagalkan Upaya Pembawaan Amunisi oleh Pelintas Asal Papua Nugini

Program Kerja 2026 dan Akuntabilitas Anggaran Jadi Fokus BNPP RI dalam RDP Komisi II DPR RI

Arus Balik Lebaran 1447 H di PLBN Skouw Melandai, Posko Kesehatan Tetap Siaga hingga Akhir Maret

PLBN Jagoi Babang Terima Kunjungan Panglima Tentera Darat Malaysia, Perkuat Koordinasi Pengamanan Perbatasan

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026