|
Berita
PLBN
PLBN Skouw Jadi Titik Strategis Penguatan Pengelolaan Frekuensi Indonesia–PNG dalam STMC-2
Dibuat Admin BNPP
30 Nov 2025, 13:43 WIB



Skouw, Jayapura - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw kembali menjadi pusat perhatian melalui pelaksanaan The 2nd Special Technical Coordination Meeting (STMC-2) antara Indonesia dan Papua Nugini (PNG) pada Rabu (26/11/2025).
Pertemuan bilateral ini menegaskan peran strategis PLBN Skouw sebagai ruang koordinasi teknis lintas negara, khususnya dalam monitoring dan penguatan tata kelola spektrum frekuensi radio di kawasan perbatasan.
Agenda utama rombongan kedua delegasi Indonesia dan PNG ini adalah pengecekan lapangan dan pemetaan intensitas frekuensi dari kedua sisi perbatasan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas komunikasi antarnegara.
Direktur Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, Adis Alifiawan, selaku perwakilan delegasi Indonesia, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam harmonisasi spektrum lintas batas.
“Pengecekan ini diperlukan agar setiap temuan dapat dibahas dalam rapat lanjutan bersama pemerintah PNG pada 24–28 November 2025 di Jayapura,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemantauan ini juga bertujuan untuk memastikan efektivitas penggunaan frekuensi sesuai standar internasional.
Salah satu temuan signifikan adalah tingginya penggunaan sinyal telekomunikasi Indonesia oleh masyarakat PNG, khususnya di wilayah Wutung dan kampung-kampung terdekat.
Kondisi ini terjadi karena kuatnya pancaran sinyal dari BTS Indonesia yang menembus batas negara, ditambah topografi kawasan yang memungkinkan jangkauan sinyal meluas hingga permukiman PNG.
Temuan tersebut akan menjadi pembahasan teknis untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Dari sisi pengelolaan kawasan, Kasubbid Administrasi Umum PLBN Skouw, Billyans De Petra Matahelumual, menilai fenomena tersebut harus ditangani secara cermat.
“Masyarakat PNG yang menggunakan sinyal Indonesia menunjukkan kedekatan aktivitas sosial di perbatasan. Ini perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan komunikasi antarnegara,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasubbid Kebersihan dan Keamanan PLBN Skouw, Kevin Putra Darsono, menekankan bahwa stabilitas spektrum berdampak langsung pada keamanan kawasan.
“Ketertiban spektrum ini penting untuk menjaga sistem keamanan perbatasan, terutama dalam pemantauan mobilitas lintas negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen dan sinergi teknis Indonesia–PNG dalam menjaga ketertiban spektrum.
“PLBN Skouw selalu terbuka mendukung kegiatan monitoring seperti ini. Semoga temuan hari ini dapat memperkuat pengelolaan spektrum dan meningkatkan keamanan kawasan perbatasan,” ujarnya.
Dari pihak Papua Nugini, Head of Delegation sekaligus Director Engineering & Resource Planning, Mr. Hans Adeg, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di PLBN Skouw.
“Kami mengapresiasi kerja sama Indonesia dalam memastikan manajemen frekuensi yang terkoordinasi dan transparan. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kawasan perbatasan tetap aman dan bebas gangguan,” terangnya.
Sebagai pintu gerbang di kawasan Timur Indonesia, PLBN Skouw kembali membuktikan perannya bukan hanya sebagai simpul layanan lintas negara, tetapi juga sebagai ruang diplomasi teknis yang memperkuat keamanan dan kenyamanan kawasan perbatasan.
Melalui kegiatan STMC-2, Indonesia dan PNG menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga harmonisasi spektrum demi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di garis terdepan negara.
Penulis: Anton Sudanto
Editor: Bagas
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

BNPP RI Perkuat Budaya Integritas melalui Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi

Penguatan SPIP Terintegrasi Jadi Strategi BNPP RI Bangun Budaya Kerja Berintegritas

Forum SPIP Terintegrasi BNPP RI Tekankan Pencegahan Risiko dan Sengketa Pengadaan

BNPP RI Perkuat SPIP Terintegrasi, Dorong Tata Kelola Bersih dan Pencegahan Korupsi di Kawasan Perbatasan

Thailand Menjaga Perbatasan: Ketika Pos Lintas Batas Menjadi Benteng Negara

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026