|
Berita
Berita BNPP
Ratusan Kilogram Olahan Daging dari Timor Leste Dimusnahkan di PLBN Motaain
Dibuat Admin BNPP
23 Feb 2024, 15:05 WIB

BELU, NTT - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memfasilitasi pemusnahan ratusan kilogram bahan makanan olahan daging yang berpotensi membawa dan menyebarkan virus dan penyakit.
Kegiatan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK); Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK); dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) diselenggarakan oleh Karantina Pertanian PLBN Motaain.
Bahan makanan yang dimusnahkan adalah hasil sitaan penyelundupan dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) ke Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2024.
Kasubid Fasilitasi Pelayanan Lintas Batas Negara, PLBN Motaain, Wilhelmus Mone menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas tindakan penahanan barang yang selama ini telah dilakukan karena masuk tanpa dokumen sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
"Semua barang sitaan kami pastikan dimusnahkan dengan cara dibakar. Kami sangat mendukung kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar!," jelas Wilhelmus Mone, Jumat (23/2/2024).
Ia mengharapkan kerja sama dari seluruh stakeholder di PLBN Motaain, agar dapat menginfokan setiap kegiatan dan kejadian yang terjadi di PLBN Motaain. "Sehingga informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat dapat selaras dengan kegiatan atau kejadian yang terjadi," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Karantina PLBN Motaain, drh. Nina Liban menjelaskan bahwa, kegiatan pemusnahan ini bertujuan untuk mencegah masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) khususnya ke wilayah NTT.
Selain itu, pemusnahan meminimalisir penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF). "Serta mencegah penyebaran hama penyakit hewan dan tumbuhan lainnya yang sangat berbahaya," ungkapnya.
Ia merinci adapun produk-produk makanan yang dimusnahkan terdiri atas daging ayam olahan (sosis) sebanyak 200 kilogram; ikan terbang sebanyak 110 kilogram; daging babi olahan sebanyak 5 kilogram.
Selain itu, susu sapi sebanyak 2 kilogram; beras sebanyak 10 kilogram; kacang merah sebanyak 5 kilogram.
"Jadi semua totalnya sebanyak 332 kilogram," tukasnya.
Kepala Balai Karantina Motaain, Ida Bagus Putu Raka Ariana turu memberikan pernyataan. Ia mengatakan PLBN Motaain merupakan tempat perlintasan barang dengan nilai ekspor terbesar di wilayah NTT, dengan komoditas pertanian yang cukup banyak.
Untuk itu kami berharap dukungan dari seluruh stakeholder terkait di PLBN Motaain untuk sama-sama membantu kelancaran pelaksanaan tugas demi marwah Indonesia di perbatasan negara.
Penulis : Yohanes Mario Uran
Editor : Binsar Marulitua
Share
Kategori Berita
Berita BNPP
PLBN
Berita Nasional
Berita Perbatasan
Pers Rilis
Berita Utama
Berita Terbaru

Dari Konfrontasi Menuju Kerja Sama: Jalan Panjang Pengelolaan Perbatasan Indonesia–Malaysia
Dulu Susu dari Malaysia Lebih Menggairahkan Varian dan Rasanya

Dagang, Pangan, dan Simbiosis Ekonomi Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat

Belajar dari India dan China: Ketika Perbatasan Menjadi Benteng Masa Depan Negara

BNPP RI Percepat Penataan Ruang Eks OBP Simantipal dan Pulau Sebatik, Sinkronkan Rencana Lintas Kementerian

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI)
Jl. Kebon Sirih No.31A, RT.1/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
021-31924491
info@bnpp.go.id
© Badan Nasional Pengelola Perbatasan - 2026